Sutadinaman Library, Menggugah Literasi dari Desa

Ilustrasi perpustakaan sebagai pusat pengetahuan. FOTO: KLATENKAB

Literasi di Indonesia menjadi isu yang hangat, terutama dalam menghadapi era perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Hal itu ditandai dengan hadirnya gerakan literasi di setiap tingkatan pemerintahan di masyarakat, termasuk desa.

Dapat dikatakan bahwa literasi merupakan obat bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang semakin maju. Setidaknya ada enam literasi dasar yang harus diketahui, yaitu literasi bahasa, literasi berhitung, literasi sains, literasi digital, literasi keuangan, dan literasi budaya dan kewarganegaraan.

Keenam kemampuan dasar literasi atau keaksaraan tersebut tentunya tidak hanya ditujukan bagi masyarakat perkotaan, tetapi juga untuk seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Di tingkat pemerintahan desa, kegiatan literasi tentunya membutuhkan pendampingan serta dukungan dari berbagai mitra dan komunitas dalam masyarakat desa. Pendirian perpustakaan desa dapat mendorong upaya tersebut.

Pengertian dasar literasi adalah membaca dan menulis. Artinya, literasi membutuhkan bahan bacaan dan tulisan. Dengan mengumpulkan dan memanfaatkan sumber pengetahuan yang terkandung di desa, perpustakaan desa diharapkan dapat menjadi salah satu sarana prasarana di desa dalam mewujudkan enam literasi dasar.

Minat yang tinggi pada literasi akan memperoleh hasil yang maksimal, baik itu informasi, pemahaman, pengetahuan, keterampilan, motivasi atau fakta yang disajikan oleh bahan bacaan. Namun seiring dengan perkembangannya, literasi tidak berhenti pada orang-orang yang bisa membaca dan menulis, tetapi harus menjangkau informasi apa yang mereka baca.

Seseorang akan menjadi lebih efisien dan efektif dalam memecahkan masalah dan keputusan yang dibuat berdasarkan pengetahuan sebab tujuan akhir dari literasi berbasis informasi adalah untuk menciptakan masyarakat yang berpengetahuan.

Melalui fasilitas yang ada di perpustakaan desa, diharapkan dapat menjadi sarana yang digunakan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya, peningkatan berpikir kritis dan kecakapan hidup, serta pemecahan masalah yang ada di desa dapat diatasi dengan pengembangan perpustakaan desa.

Pemberdayaan masyarakat melalui perpustakaan desa dapat dilakukan melalui melalui fasilitas yang tersedia di perpustakaan desa. Upaya tersebut untuk meningkatkan fasilitas dan program kerja yang harus dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat.

Gerakan Literasi Desa Sumberejo

Banyak upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas masyarakat melalui kebiasaan membaca. Di pedesaan, gerakan literasi informasi sangat penting untuk dilakukan. Artinya, adanya perpustakaan juga berperan dalam kegiatan literasi desa. Banyak komponen yang terlibat untuk meningkatkan literasi desa agar mendapat hasil yang optimal.

Saya, bersama teman-teman pegiat literasi, tokoh masyarakat, dan warga kini tengah berupaya mengembangkan perpustakaan desa brand image Sutadinaman Library. Perpustakan desa ini bertempat di rumah peninggalan Sutadinomo, lurah pertama Desa Sumberejo.

Branding Sutadimanan Library harus berusaha beradaptasi dengan perkembangan zaman, di mana teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat. Salah satu misi Sumberejo Desa Literasi adalah meningkatkan literasi masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat yang lebih berkualitas, khususnya Desa Sumberejo.

Ketika setiap bagian masyarakat Sumberejo memiliki keterampilan literasi informasi, akan ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dalam kehidupan. Selain itu, keterampilan literasi juga dibutuhkan di lingkungan kerja. Hal terpenting dalam keterampilan literasi informasi adalah pembelajaran sepanjang hayat. Oleh karena itu, keterampilan literasi harus dimiliki oleh seluruh warga Sumberejo.

Dalam meningkatkan kesadaran literasi di Sumberejo, kemampuan mencari informasi dan mengakses informasi yang dibutuhkan berguna untuk mempercepat proses pencarian. Mengakses informasi merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk mencari informasi, baik dari sumber digital maupun cetak, mencarinya sendiri-sendiri atau meminta bantuan orang lain.

Selanjutnya, kemampuan menilai informasi yang ditemukan, apakah informasi tersebut berkaitan dengan informasi tersebut atau tidak. Penilaian juga dilakukan untuk mengetahui kebenaran informasi sebelumnya yang mereka gunakan sebelumnya. Ini penting karena informasi benar atau salah digabungkan menjadi satu.

Setiap kali individu membuat penilaian awal, mereka bisa mendapatkan tingkat probabilitas informasi benar atau salah. Selanjutnya, kemampuan individu untuk mengorganisasikan informasi yang diperoleh. Kemampuan ini berperan besar dalam hal pengorganisasian informasi, sehingga proses pengambilan informasi menjadi lebih mudah dan cepat.

Pengorganisasian informasi meliputi proses penyimpanan informasi sehingga penyimpanan menjadi hal yang penting untuk diupayakan, kemudian kemampuan untuk menggunakan informasi yang diperoleh. Kemampuan ini merupakan salah satu hal yang penting karena informasi yang diperoleh lebih dari satu dan sering kali kita menemukan informasi lebih dari yang kita butuhkan.

Kemampuan ini dapat membantu kita dalam memilih informasi, apakah kita menggunakan semuanya, atau hanya sedikit informasi. Kemampuan terakhir adalah mengkomunikasikan informasi yang diperoleh kepada orang lain, secara etis dan legal, sehingga tidak menimbulkan masalah.

Informasi tersebut tidak akan menjadi milik pribadi, tetapi juga dibagikan kepada orang lain. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membuat proses menjadi lebih mudah dan cepat, sehingga masyarakat dapat memperoleh akses informasi lebih cepat, untuk menentukan baik atau buruknya suatu informasi.

Warga Sumberejo harus dapat mendefinisikan dan mengartikulasikan kebutuhan informasi, mengetahui lokasi dan cara mengakses informasi, menilai informasi yang ditemukan, mengorganisasikan informasi yang ditemukan, menggunakan informasi yang ada, menemukan, menyimpannya, mengkomunikasikan dan menggunakan informasi secara etis.

Sutadinaman Library akan berperan dalam meningkatkan literasi di masyarakat pedesaan dengan menyediakan wadah untuk berbagai kegiatan positif seperti pelatihan keterampilan hidup dasar, lokakarya komputer, dan sebagainya.

Masyarakat Desa Sumberejo dapat memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya dalam mencari informasi untuk memecahkan masalah baik dalam hal pekerjaan, lingkungan maupun urusan lainnya.

Sutadinaman Library harus mengetahui bagaimana literasi masyarakat memengaruhi kebutuhan pengguna. Jika perpustakaan desa sudah mengetahuinya, maka perpustakaan dapat meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat.

Begitulah cara perpustakaan bisa disebut perpustakaan berorientasi pengguna. Selain itu, peningkatan kompetensi dan kapasitas tim Sutadinaman Library sangat diperlukan. Dengan demikian, layanan laboratorium pengetahuan yang baik sesuai dengan kondisi masyarakat akan terwujud.

Harapannya, Sutadinaman Library tidak hanya menjadi pusat literasi bagi masyarakat desa Sumberejo. Dari sumber informasi dan pengetahuan yang ada di Sutadianaman Library, dapat menjadi sumber inovasi bagi masyarakat.

Sutadinaman Library juga dapat memberikan layanan pelatihan kepada masyarakat untuk menghasilkan inovasi produk dengan mengajarkan pengguna membaca buku, setelah itu masyarakat mempraktikkan dengan menulis Sumberejo sesuai perspektif mereka. Sutadinaman Library dapat terlibat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sumber wawasan di Desa Sumberejo.

Sebagai salah satu gerakan literasi di Desa Sumberejo, Sutadinaman Library diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di desa sekaligus dapat dijadikan sebagai pusat kegiatan masyarakat. Terlebih ia berada di rumah peninggalan Sutadinomo yang sarat sejarah, juga menjadi tempat kegiatan kesenian dilangsungkan.

Tujuan dibentuknya Sutadinaman Library adalah untuk dapat memberikan manfaat dalam semangat berliterasi dan hiburan yang sehat serta mampu memanfaatkan hal-hal yang konstruktif, serta memberikan sharing ilmu dalam hal pengamalan kepada warga Sumberejo di berbagai bidang.

Sutadinaman Library tidak hanya berfungsi sebagai penyedia informasi bagi masyarakat di Sumberejo, tetapi perpustakaan desa harus dapat memberikan lebih dari itu untuk layanannya.

Bagaimana sumber informasi di dalamnya dapat digunakan untuk kebutuhan belajar bagi masyarakat. Termasuk perpustakaan itu sendiri adalah tempat mendapatkan informasi, pengetahuan, sekaligus laboratorium untuk praktik bagi masyarakat.

 

Add Comment