Perlindungan Ekologi Budaya dengan Karakter Desa Sumberejo

Pelestarian Cagar Budaya makin diperlukan keseimbangan aspek ideologis, akademis, ekologis dan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. KEMENDIKDUB

Dalam perubahan sejarah yang panjang, daerah di Indonesia telah membentuk banyak perbedaan karakteristik desa. Desa-desa yang khas merupakan ekologi budaya etnis yang lengkap, membawa informasi budaya dari berbagai daerah dan kelompok etnis yang berbeda, dan membentuk sumber daya budaya yang berharga.

Selama revolusi industri berjalan, dengan perkembangan industrialisasi dan urbanisasi, beberapa desa telah mengalami perubahan, gaya dan penampilan kuno semakin pudar dalam proses pengembangan desa.

Maka perlulah diciptakan lingkungan ekologi budaya nasional yang kondusif bagi pembangunan yang sehat dan berkelanjutan dari desa-desa. Perlu langkah efektif untuk mewarisi dan melindungi karakteristik ekologis aslinya dan ruang budayanya. Sebab hal ini telah menjadi isu praktis utama yang pemerintah di semua tingkatan, akademisi dan penduduk di desa.

Ekologi budaya dan etnoekologi sepakat bahwa orang harus menjunjung tinggi holisme (sistem alam semesta harus dipandang sebagai sesuatu yang utuh dan bukan merupakan kesatuan dari bagian-bagian yang terpisah) dan memperhatikan karakteristik ekologisnya secara keseluruhan.

Artinya, semua materi dan budaya yang berwujud dan tidak berwujud dalam ekologi ini adalah komponen organik dari ekologi secara keseluruhan, di mana masalah desa harus diperiksa dari hubungan antara sistem dan lingkungan eksternal.

Sebagai contoh, nilai budaya Desa Sumberejo tercermin dalam arsitektur dan langkap yang terlihat dan warisan pendukungnya, sedangkan makna budaya yang mendalam terletak pada keyakinan agama, nilai, adat istiadat, dan gaya hidup penduduk desa. Keduanya menyatu dalam ekosistem yang utuh.

Untuk melindungi atau membangun desa yang berciri khas, perlu tidak hanya fokus pada perlindungan bangunan kuno, tetapi juga memperhatikan pola hidup masyarakat desa, cara kerja, kepercayaan agama tradisional, dan sebagainya. Jika tidak, desa-desa yang berciri khas bisa saja menjadi spesimen bangunan tanpa jiwa budaya.

Oleh karena itu, hanya dengan melindungi budaya material yang tidak berwujud secara nyata, produksi dan gaya hidup tidak berwujud, adat istiadat dan budaya tidak berwujud lainnya, apakah kita benar-benar dapat mempertahankan ekologi keseluruhan desa-desa yang berkarakter dan mewujudkan penyatuan ekologi nasional.

Menjaga Keutuhan Karakteristik Desa Sumberejo

Sebagai bagian penting dari ekologi budaya desa, warisan budaya berwujud dan warisan budaya tidak berwujud merupakan ciri peradaban ekologi desa, yang mencerminkan karakter budaya desa yang unik.

Oleh karena itu, pendirian pusat konservasi merupakan sarana penting untuk perlindungan secara keseluruhan, serta melibatkan partisipasi penduduk setempat dalam perlindungannya.

Selain itu, dalam proses pembangunan desa, tidak boleh mendistorsi nilai tradisional, tetapi harus menjaga integritasnya dengan ekologi cerita atau legenda Desa Sumberejo.

Menjaga situs warisan budaya untuk melindungi desa berkarakter tidak boleh dipisahkan dari lingkungan ekologi budaya desa berciri nasional, juga dari tanah yang dihasilkannya, dan dikoordinasikan dengan kebijakan pembangunan desa, mengandalkan penduduk setempat untuk menjalankan inisiatif mereka sendiri.

Hal ini juga sejalan dengan pandangan sistemik ekologis, yaitu dalam memperlakukan budaya berwujud dan tidak berwujud di Sumberejo, perlu mengikuti hubungan dialektis antara keseluruhan dan elemen (bagian), dan memperhatikan perlindungan dan keutuhan budaya desa.

Menjaga keaslian ciri khas Sumberejo menunjukkan bahwa ruang desa itu sendiri merupakan satu kesatuan ekosistem, sistem alam, sistem budaya, dan sistem sosial yang saling berinteraksi.

Di antara hal itu, yang paling berharga dalam sistem budaya adalah realitas semangat budaya. Keaslian budaya desa akan menunjuk pada realitas dan kealamian semangat budaya etnis.

Selain itu, sekaligus melindungi desa yang berciri nasional, perlu secara aktif menyerap capaian peradaban di era industrialisasi dan informasi. Perpaduan budaya tradisional dan peradaban modern menjadi kunci efektif dalam mewarisi budaya desa.

Dalam proses mempertahankan tradisi, tidak realistis dan tidak ilmiah untuk terlalu menekankan “ekologi asli”, dan juga merupakan pendekatan yang ekstrim. Penduduk desa di daerah tertinggal secara ekonomi harus dihadapkan pada peradaban modern, dan lebih memperhatikan pembangunan ekonomi untuk mengentaskan kemiskinan.

Titik awal dan titik akhir pembentukan desa ekologi budaya nasional bukanlah dengan menetapkan batasan, menjaga penampilan desa seperti semula, dan sepenuhnya mempertahankan keasliannya, tetapi berusaha mempertahankan keaslian budaya desa atas dasar pembangunan ekonomi.

Pandangan Warisan Hidup

Menurut ekologi budaya, metode sejarah, geografis, alam, dan ekonomi khusus dari setiap kelompok membentuk ekologi budaya yang unik, yang melahirkan budaya desa yang khas. Budaya desa yang khas, terutama budaya yang tidak berwujud, dan habitat budaya yang menjadi sandarannya merupakan hubungan yang seimbang secara ekologis.

Oleh karena itu, secara inheren membutuhkan warisan yang ‘hidup’. Diyakini bahwa warisan budaya tak benda adalah bagian penting dari budaya khas desa.

Dalam ekosistem desa berkarakter, banyak teknologi warisan budaya tak benda hanya dapat diwariskan secara semarak oleh para pewaris atau perajin tradisional yang menguasainya. Maka perlu untuk mendorong pewarisan budaya tak benda di desa-desa berkarakter dalam pewarisan hidup.

Di sisi lain, pemerintah dapat mendirikan lembaga pelatihan dan transmisi “warisan budaya tak benda”, dan mempekerjakan masyarakat setempat untuk berpartisipasi dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan.

Dengan cara ini, keterampilan konstruksi, kerajinan tradisional, seni tradisional, musik tradisional, pengobatan tradisional, seni pertunjukan, epos kepahlawanan, cerita rakyat, tata krama festival, kepercayaan dan adat istiadat yang terkait erat dengan produksi dan kehidupan desa dapat diturunkan.

Saat ini, banyak kandungan warisan budaya tak benda telah merambah ke berbagai bidang pakaian populer, makanan, perumahan, perjalanan, dan penggunaan. Budaya desa masih menunjukkan vitalitas kehidupan yang tidak bisa diabaikan dalam menghadapi peradaban industri dan budaya modern.

Melalui perlindungan produktif, di satu sisi, proyek-proyek warisan budaya takbenda ini dapat memperoleh manfaat ekonomi dan kemudian dapat bertahan di lingkungan pasar. Di sisi lain, produk baru “warisan budaya takbenda” ini dapat memasuki jutaan rumah tangga dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat umum.

Mekanisme siklus kebajikan dan rantai ekologi juga dapat dibangun, sehingga benar-benar mewujudkan warisan hidup warisan budaya tak benda desa.

Perlu untuk mengintegrasikan warisan budaya tak benda di desa dengan ide-ide baru yang modern dalam warisan hidup.

Perubahan produksi dan gaya hidup tradisional juga perlu mengintegrasikan warisan budaya dengan kehidupan masyarakat, dan menyerap teknologi baru dan memasukkan ide-ide baru dengan tetap mempertahankan esensi budaya asli dalam warisan hidup.

Kreasi-kreasi baru bermunculan dari tradisi, dan telah ditransformasikan ke dalam bentuk-bentuk baru melalui akumulasi terus menerus. Dengan cara ini, tidak hanya menghormati sejarah budaya desa, tetapi juga membuat warisan budaya tak benda di desa hidup di masa sekarang, dan terus mencari inspirasi untuk pembangunan dan inovasi yang berkelanjutan.

Dalam hal pewarisan budaya desa-desa yang sangat berharga, hal yang perlu dipelajari adalah: Pertama, membentuk kelompok non-pemerintah dengan partisipasi pasukan elit sebagai organisasi untuk pembangunan desa, dan memberikan dukungan kuat kepada masyarakat desa.

Kedua, dengan himbauan elit, berbagai bentuk pembelajaran, pelatihan, dan praktik diadakan agar masyarakat memahami budaya tradisional dan menguasai keterampilan seni kreasi, sehingga mampu mengubah ide-ide lama dan merangsang kemampuan pengembangan diri.

Terakhir, desain pembangunan desa dengan partisipasi masyarakat direncanakan dan dilaksanakan melalui industri budaya. Di antara itu, pembangunan industri budaya adalah yang paling kritis.

Sebaliknya, perlindungan dan pewarisan budaya desa pada dasarnya dilakukan secara top-down yang dipimpin oleh pemerintah beserta partisipasi masyarakat.

Singkatnya, perlindungan menyeluruh dan pewarisan hidup budaya desa adalah proses jangka panjang dan dialektis. Hal ini diperlukan untuk berdiri di puncak menjaga “keragaman dan kesatuan” pola budaya bangsa Indonesia, memperkuat kepercayaan diri budaya Sumberejo, dan melihat isu-isu yang relevan secara dialektis dan historis.

Pada saat yang sama, perlu juga disadari urgensi dan tantangan untuk melindungi dan mewarisi budaya desa Sumberejo seiring dengan percepatan proses urbanisasi.

Bahan Bacaan

Zhen, Wang. (2020). The Protection and Inheritance of the Village Culture with Chinese Minorities Characteristics From the Perspective of Cultural Ecology. Advances in Social Science, Education and Humanities Research Vol 416.

Add Comment