Desa Sumberejo, Merangkul Budaya Keberagaman

SenI dan budaya mampu membangkitkan potensi untuk berfalsafah dan berkehidupan. PEMKAB KLATEN

Desa Sumberejo, Klaten Selatan, tengah berusaha menjadi tempat yang ramah dan inklusif untuk semua. Salah satu prioritas strategis dari kelembagaan desa adalah dengan menemukan cara baru untuk merangkul keragaman dalam masyarakat.

Sebab, desa harus mendukung lingkungan yang ramah bagi semua warganya. Wujud keramahan itu seperti dalam hal pengembangan SDM yang inklusif, memberikan akses yang adil merata, dan memberikan semua layanan pemerintah kepada semua warga Sumberejo.

Warga masyarakat yang mampu menjangkau potensi penuh mereka sampai batas terbesar, akan membawa kemajuan bagi Desa Sumberejo. Memanfaatkan perbedaan dan persamaan semua orang, menghormati perbedaan, dan menghargai lingkungan yang inklusif untuk hidup, bekerja, dan berkunjung, harus menjadi karakter Desa Sumberejo.

Keanekaragaman di Desa Sumberejo berarti menghormati dan menyambut semua individu dengan latar belakang, pengalaman, perspektif, dan budaya yang beragam. Komitmen terhadap keragaman ini adalah dasar untuk membangun dan mempertahankan SDM berkualitas tinggi, kelembagaan desa, dan masyarakat yang inklusif.

Keberagaman dan inklusi merupakan nilai inti dan strategi imperatif dalam membangun dan mendukung kekuatan Desa Sumberejo sebagai komunitas dan pemerintahan.

Semua warga desa, anggota masyarakat, kita semua memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama satu sama lain untuk membina lingkungan di mana semua warga masyarakat yang terlibat agar turut disertakan, dihargai, dan dihormati.

Inisiatif keragaman Sumberejo harus mendorong praktik yang adil dan setara dalam mendukung komunikasi yang saling menghormati, kolaboratif, untuk mencapai keseimbangan kerja dan keseimbangan kehidupan. Seluruh upaya ini guna mendorong pemahaman dan rasa hormat yang lebih besar satu sama lain.

Keragaman di Era Modern

Masalah yang kerap timbul dalam hubungan antar-umat beragama bukanlah sesuatu yang baru, melainkan banyak faktor yang melatarbelakangi munculnya masalah tersebut. Salah satunya adalah apa yang disebut sebagai krisis modernitas.

Banyak faktor penghambat kerukunan, kedamaian dan kerukunan umat beragama yang begitu sulit diwujudkan. Hal ini dikarenakan faktor-faktor yang menghambat seperti politik, ekonomi, dan sosial budaya yang membuat dinamika hubungan antar-agama menjadi fluktuatif.

Sumberejo bagi saya menjadi sebuah desain masyarakat yang inklusif dan memberikan pandangan yang jelas tentang bagaimana menjadi masyarakat yang pluralis dan terbuka. Masyarakat yang toleran terhadap aliran dan perbedaan agama, dalam konteks ini penting untuk diciptakan sebagai grand design masyarakat madani.

Apalagi pendidikan multikultural yang dibangun di Desa Sumberejo baik secara formal maupun sosial kemasyarakatan memengaruhi toleransi terhadap keberagaman. Kita dapat melihat kondisi desa Sumberejo dengan keragaman agama, suku dan budaya, kerukunan dan kebersamaan masih terjaga dengan baik sifatnya

Demografi Desa Sumberejo

Secara garis besar Desa Sumberejo merupakan desa yang terletak di kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten. Desa Sumberejo terbilang sederhana, kesederhanaan itu muncul dari masyarakatnya yang ramah dan bersahabat.

Dalam hal ini Desa Sumberejo memiliki keragaman warna-warni yang berkaitan dengan rasa keindonesiaan, karena desa ini memiliki rasa keindonesiaan yang mencerminkan kerukunan antar umat beragama, seperti yang diharapkan di negara Indonesia. Walaupun memiliki latar belakang yang berbeda antar-umat beragama di sekitar, tetapi budaya tetap terjaga dan menjadi satu kesatuan yang saling menjaga.

Sejarah kepemimpinan Sumberejo banyak menggoreskan prestasi-prestasi di ajang kesenian. Sejarah tersebut membuat desa Sumberejo menjadi terbiasa hidup dalam keberagaman. Sebab, bagi saya, orang yang mencintai seni mampu menghargai pelbagai pikiran dan pengalaman dari beragam manusia yang tertuang dalam karya seni mereka.

Desa Sumberejo memunculkan aura toleransi yang sangat kuat sehingga mengetuk hati yang terdalam. Dengan demikian, banyak orang merasa heran dengan toleransi keragaman yang sangat tinggi. Sumberejo memiliki bukti atau manifestasi dalam masyarakat multikultural yang dapat dilihat secara langsung oleh setiap orang.

Salah satunya bisa dilihat dari bangunan rumah ibadah atau masjid yang berdiri berdampingan dengan rumah-rumah.

Menurut catatan pengalaman saya, tidak pernah ada perselisihan antarwarga yang berlatarbelakang agama. Bagi kami, tidak ada istilah minoritas dan mayoritas. Karena pada hakikatnya sama dan patut mendapat perhatian, artinya tidak ada pilih kasih dalam memberikan perhatian lebih kepada masyarakat sekitar.

Dalam membentuk harmonisasi antarumat beragama di Desa Sumberejo, masing-masing agama memiliki tempat ibadah tersendiri dalam menjalankan ibadahnya masing-masing.

Nilai Luhur Pancasila

Pancasila sebagai dasar falsafah negara merupakan kesatuan nilai kehidupan bangsa Indonesia yang bersumber dari nilai kehidupan bangsa Indonesia sebagai cerminan kepribadian dan falsafah hidup bangsa.

Pancasila memiliki nilai-nilai luhur sebagai pedoman dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang memiliki pola dan watak masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera, dan yang terpenting mampu mempersatukan unsur-unsur bangsa dalam keberagaman.

Pancasila dijadikan sebagai acuan untuk mencapai tujuan dan cita-cita bernegara yang berguna sebagai landasan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam mencapai tujuan melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pancasila hadir dalam konsepsi negara berdasarkan nilai-nilai yang meliputi cita-cita dan nilai-nilai dasar yang disertai dengan tata tertib yang harus dipatuhi oleh masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, termasuk dalam dunia pendidikan.

Pendidikan multikultural merupakan cara untuk mengajarkan keragaman. Pendidikan multikultural membutuhkan rasionalitas, etika, intelektual, sosial, yaitu mengajarkan cita-cita inklusivisme, pluralisme dan saling menghormati semua orang.

Menghargai budaya menjadi keharusan dalam berkehidupan. Sebab, budaya merupakan prasyarat untuk kehidupan etis dan partisipasi warga penuh dalam demokrasi multikultural dan dunia yang beragam.

Mengintegrasikan realitas, sejarah budaya, nilai, struktur, perspektif dan kontribusi semua kelompok ke dalam pengetahuan kita, dapat membangun pengetahuan yang lebih kaya, kompleks, dan akurat tentang kondisi kemanusiaan dalam melintasi waktu dan konteks budaya tertentu.

Nilai-nilai dalam pendidikan pluralitas akan menjadi salah satu alternatif dari sistem pendidikan di Indonesia. Sikap toleransi dalam masyarakat Sumberejo dapat menciptakan rasa damai, rukun, saling menghormati satu sama lain sebagai bentuk asli dari nilai luhur Pancasila yang sebenarnya.

Pada titik inilah sikap moderasi beragama tidak hanya dibangun, tetapi juga diterapkan dalam praktik peribadatan, pendidikan dan sosial kemasyarakatan di Desa Sumberejo.