Pengembangan Industri UMKM di Desa Blanceran

Pengrajin handicraft UMKM Desa Blanceran. DOKUMEN PRIBADI

Desa sebagai wajah beranda Indonesia memang seharusnya dirawat termasuk semua potensi yang disimpannya. Desa masa lampau bisa dikatakan memiliki paradigma di masyarakat umum sebagai wilayah kurang maju, tertinggal, dan masyarakat yang berpendidikan kurang.

Hal tersebut seharusnya sudah tidak berlaku dimasa sekarang. Dengan majunya perkembangan teknologi, wajah desa masa kini sudah mulai berubah. Banyaknya potensi alam maupun potensi sumber daya manusia kreatifnya membuat wajah desa kini kelihatan berkilau.

Terlebih, sekarang sudah mulai bermunculan desa mandiri dengan penghasilan aset daerah (PAD) yang begitu besar sehingga mampu mengelola desa secara mandiri tanpa campur tangan pemerintah daerah.

Desa mandiri bermunculan merupakan semangat untuk desa-desa yang lain di seluruh Indonesia agar dapat maju sehingga kesejahteraan masyarakat sekitarnya meningkat. Sumber daya manusia yang kreatif akan menghasilkan potensi desa kreatif.

Desa kreatif akan menjadi sumber wisata alternatif yang dapat ditawarkan untuk masyarakat Indonesia maupun mancanegara. Produk yang bisa ditawarkan oleh desa kreatif seperti handicraft, kesenian, maupun kultur budaya lokal. Hal tersebut merupakan suatu wisata yang dapat menambah ilmu sekaligus pengetahuan mengenai kreativitas.

Desa di wilayah Klaten mempunyai banyak potensi untuk dijadikan sebagai desa kreatif seperti Desa Tibayan di wilayah Jatinom, Desa Sidowayah di wilayah Polanharjo maupun Desa Blanceran di wilayah Karanganom.

Desa Tibayan memiliki kelebihan sebagai desa kesenian karena memiliki sanggar kesenian yang didalamnya meliputi sendratari, musik gamelan, dan lain sebagainya. Desa Sidowayah memiliki wadah hiburan sebagai kampung dolanan yang memberikan bring back memories beragam jenis permainan zaman dahulu.

Desa Blanceran memiliki produk UMKM yaitu handicraft yang terbuat dari bahan baku kayu maupun bambu. Produk tersebut dapat dijadikan sebagai souvenir untuk pernikahan, outbond, acara resmi, dan lain sebagainya.

Distribusi UMKM Desa Blanceran sudah mencangkup skala nasional maupun luar negeri. Walaupun jumlah produksi belum sebesar industri handicraft pabrikan tetapi distributor mitra masih setia dengan produk handicraft desa ini.

Produk handicraft Desa Blanceran bisa dikatakan produk orisinal dan autentik yang dihasilkan dari pengrajin. Hal ini karena masih menggunakan keterampilan tangan bukan mesin pabrik. Untuk konsumen luar negeri, mereka lebih menyukai produk handicraft buatan tangan karena memiliki nilai seni.

Pengrajin handicraft di Desa Blanceran menawarkan produknya dengan beragam spesifikasi yang diinginkan dari para distributor maupun konsumen skala besar. Mulai dari produk setengah jadi sampai sudah di packaging.

Kebanyakan distributor produk handicraft terutama untuk pasar ekspor biasanya lebih menyukai produk setengah jadi. Produk setengah jadi handicraft tersebut memiliki harga yang lebih murah, tinggal dipernis saja sudah terlihat mengkilap.

Sehingga, margin didapatkan lebih baik juga dibandingkan produk yang sudah siap dipasarkan. Para pengrajin sampai kewalahan menghadapi besarnya pesanan yang diperoleh. Hal tersebut merupakan rezeki yang diberikan Allah untuk mereka.

Pada waktu sepi pesanan, para pengrajin mengalami kesusahan karena harus mencukupi kebutuhan hidupnya. Selama pesanan sepi, tak sedikit para pengrajin yang banting setir usaha makanan, bertani di sawah, dan lain sebagainya. Maka dari itu, pesanan yang ‘ajeg’ sangat diharapkan oleh para pengrajin sehingga tetap konsisten berproduksi dan bisa menghidupi keluarganya.

Industri kecil handicraft di Desa Blanceran sudah waktunya untuk melangkah lebih maju. Industri handicraft Desa Blanceran sangat berpotensi untuk dijadikan wisata edukasi maupun alternatif desa kerajinan selain di wilayah Bayat.

Langkah lain yang bisa digunakan pemerintah dalam menambah mitra para pengrajin yakni dibuatkan tempat galeri handicraft. Galeri tersebut digunakan untuk menampilkan produk hasil kerajinan UMKM Desa Blanceran. Hal tersebut sangat bagus digunakan untuk promosi sekaligus menguatkan Desa Blanceran sebagai branding alternatif desa kreatif di Klaten

Secara umum, Desa Blanceran memang dikenal sebagai wilayah industri yang bisa dikatakan desa maju. Kemajuan desa tidak hanya dilihat sekilas mata karena banyak pabrik yang berdiri.

Justru kesejahteraan masyarakat yang seharusnya dijadikan indikator kemajuan desa. Jika masyarakat sejahtera maka otomatis indikator lain seperti pembangunan desa, lapangan pekerjaan, dan kesehatan semakin maju dan baik.

Dari segi teknologi, Desa Blanceran sudah terdepan sebagai desa digital di Klaten dengan serangkaian ide-ide yang tergolong maju pada masa kini. Oleh karena itu, dengan kemampuan di bidang pembangunan berbasis digital seharusnya bisa menemukan solusi yang bagus untuk kemajuan, eksistensi, dan keberlanjutan UMKM handicraft di Desa Blanceran.

Konsep masa kini seperti pembangunan platform, website, maupun galeri digital sangat bagus untuk diterapkan. Pembangunan platform untuk memasarkan produk handicraft para pengrajin di Desa Blanceran sangat cocok untuk diterapkan saat ini.

Pembangunan platform tersebut bisa membuat aplikasi yg berguna untuk memudahkan pemasaran sekaligus penghubung langsung antara konsumen, distributor ke produsen. Saat ini, masyarakat lebih sering untuk memegang smartphone mereka.

Selain itu, pemanfaatan sosial media masa kini seperti FaceBook, Instagram, maupun TikTok harus mulai digerakkan. Platform media sosial besar itu kini menghipnotis masyarakat untuk candu membukanya.

Celah itulah yang bisa dimanfaatkan untuk memasarkan produk UMKM mereka dengan membuat konten menarik. Sehingga, konsumen akan tertarik dengan produk yang ditawarkan.

Produk handicraft juga harus lebih beragam dan inovatif. Kebanyakan masyarakat sudah biasa melihat handicraft seperti mobil-mobilan kayu, motor-motoran kayu, maupun dekorasi interior yang sederhana. Sudah saatnya inovasi produk handicraft Desa Blanceran diperbarui. Produk handicraft seperti mobil-mobilan kayu dibuat seperti diecast dengan kemiripan seperti model aslinya, maka akan memiliki nilai ekonomis yg lebih tinggi.

Secara keseluruhan upaya pengembangan industri UMKM dapat dilakukan dari segi produksi untuk meningkatkan pendapatan pengrajin handicraft seperti memberi bantuan alat produksi yang dapat dilakukan pemerintah.

Selain itu, inovasi produk juga harus dilakukan sehingga produk memiliki daya tarik yang lebih bagi konsumen. Alangkah baiknya jika pemberian bantuan alat produksi dan inovasi produk berjalan bersama agar peningkatan pendapatan masyarakat lebih optimal.

Dari segi pemasaran, penggunaan teknologi digital masa kini sangat membantu untuk memperluas pasar. Hadirnya media sosial maupun platform pemasaran digital membuat hubungan antara produsen dengan konsumen lebih dekat sehingga tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk sangat bagus. Sehingga, kualitas dari produk handicraft Desa Blanceran dapat terus dijaga.

Kegiatan pameran handicraft Desa Blanceran perlu diadakan guna mewadahi semua pengrajin handicraft dalam memasarkan produk-produk mereka. Pameran handicraft Desa Blanceran harus didukung dari seluruh stakeholder seperti pemdes, pemda, maupun mitra swasta sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Blanceran.

Jika pengembangan industri UMKM Desa Blanceran berjalan dengan baik maka kesejahteraan masyarakat desa bertambah baik. Sehingga, kelak Desa Blanceran akan semakin kuat identitasnya sebagai Desa Kreatif di wilayah Klaten.

Bahan Bacaan:

Daroin, A.D., Joyoatmojo, S., Susilaningsih. 2014. Upaya Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Handicraft Kayu Jati Di Dusun Bandar Desa Batokan Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro. Surakarta: Jurnal Magister Pendidikan Ekonomi Pascasarjana UNS

Add Comment