Pembangunan Menuju Desa Mandiri

Tingkat pendidikan, keterampilan dan semangat masyarakat yang tinggal di lingkungannya, menjadi faktor penentu dalam pembangunan desa.
KEMENDAGRI

Masyarakat menjadi sumber daya inti dalam proses kegiatan di suatu daerah, sehingga sumber daya manusia merupakan aspek dan potensi yang sangat berharga untuk mengelola sumber daya alam yang ada. Tingkat pendidikan, keterampilan dan semangat masyarakat yang tinggal di lingkungannya, menjadi faktor penentu dalam pembangunan desa.

Oleh alasan tersebut, mengembangkan kualitas SDM secara individu juga perlu dilakukan berdasarkan kesadaran dan keinginan sendiri. Sebab, peningkatan kualitas SDM akan berdampak dalam kaitannya dengan tugas yang diemban.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh sumber daya manusia untuk meningkatkan kemampuannya, tetapi pengembangan jenis ini membutuhkan motivasi dari dalam diri yang kuat dan kemampuan untuk mengakses sumber informasi sebagai sumber belajar. Misalnya, kualitas sumber daya manusia dan efektivitas penggunaan teknologi diperlukan dalam pengelolaan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).

Peningkatan keterampilan digital tidak hanya mengajari kita cara menggunakan perangkat karena perangkat akan menjadi usang selama bertahun-tahun yang akan datang. Terpenting adalah pengalaman yang berkesan karena melibatkan cara berpikir, berkembang dan bertindak, dalam dunia digital yang berkelanjutan dari waktu ke waktu.

Adanya era baru 4.0 memaksa masyarakat di suatu daerah untuk dapat beradaptasi mengikuti arus informasi yang semakin cepat dan untuk dapat beradaptasi dengan baik, masyarakat dituntut untuk memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten yang dapat memahami dan memanfaatkan internet dengan baik.

Era globalisasi akan cenderung timbul masalah jika tidak ada sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber masalah yang mendasari munculnya kesenjangan digital antara lain kesulitan akses (listrik, telekomunikasi, peralatan), kurangnya atau terbatasnya keterampilan (sumber daya manusia, masyarakat), kurangnya konten, atau kurangnya dukungan dari pelbagai pihak.

Menghadapi kondisi dan tantangan yang ada saat ini, maka perlu dikembangkan tata kelola terutama dari sisi sumber daya manusia. Kemudian SDM dapat dijadikan sebagai landasan yang kuat untuk mendukung suatu program dan menjadi tolak ukur atau indikator suatu desa.

Peningkatan keterampilan dalam mengelola sumber daya manusia merupakan upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah desa dalam mengelola masyarakatnya. Dalam hal ini, dapat dilakukan dengan metode pelatihan pengelolaan sumber daya manusia dalam kegiatan masyarakat seperti perencanaan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, pemilihan atau pemilihan sumber daya manusia sesuai dengan keahlian dan minatnya.

Pelatihan keterampilan bertani dan pengendalian kinerja masing-masing sumber daya manusia yang terkait misalnya, perencanaan, terutama perencanaan tentang jumlah personel yang terlibat seperti berapa banyak pekerja yang dibutuhkan, apa yang akan mereka lakukan atau pekerjaan apa yang akan mereka kuasai, struktur level apa yang akan dibangun dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan dan spesifikasi sumber daya manusia yang dibutuhkan.

Arah dan Strategi dalam Upaya Peningkatan SDM di Desa

Untuk mewujudkan desa mandiri diperlukan beberapa langkah strategis terutama dalam pengembangan sumber daya manusia, peningkatan pemberdayaan dan pembentukan modal sosial budaya masyarakat desa yang dapat dilaksanakan melalui beberapa strategi. Pertama, mengembangkan pendidikan berbasis keterampilan.

Kedua, memberikan pengakuan, penghormatan, perlindungan dan pemajuan hak-hak masyarakat. Ketiga, mengembangkan kapasitas dan pendampingan lembaga adat secara berkelanjutan. Keempat, meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat melalui fasilitasi, pelatihan dan pendampingan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan pembangunan desa.

Perilaku pelaku ekonomi kini juga telah mengalami perubahan, seperti konsumen yang biasanya terbiasa berbelanja dan bertransaksi di pasar atau ruang publik lainnya kini mulai lebih beralih ke konsumsi menggunakan internet. Setiap aktor bisnis harus mampu dan cepat melakukan penyesuaian terhadap proses bisnisnya agar tetap berjalan dan bertahan. Setiap pelaku usaha harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi dengan mencari ide-ide bisnis baru yang sangat sesuai dengan kondisi saat ini.

Respons terhadap pelanggan merupakan tuntutan baru yang menjadi kunci sukses dalam bisnis, adanya persaingan terutama dalam penguasaan teknologi yang terintegrasi, merupakan hal yang wajib dimiliki oleh perusahaan.

Teknologi menciptakan respons yang cepat dan ini bisa terjadi dengan melibatkan semua pemangku kepentingan mulai dari sektor publik, swasta, akademisi, hingga masyarakat luas sehingga dapat menciptakan konstruksi bisnis industri 4.0 yang terkelola dengan baik sehingga menjadi peluang baru.

Model Bisnis Berbasis Online

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, kemajuan teknologi dan informasi dapat dijadikan sebagai peluang untuk membangun bisnis baru, dengan perkembangan teknologi dapat dijadikan sebagai inovasi untuk mengembangkan bisnis yang lebih besar, perubahan perilaku konsumen dapat dijadikan sebagai peluang baru untuk mendorong pelaku usaha mengembangkan usahanya. Dengan penggunaan teknologi informasi dalam proses bisnis, modal yang dibutuhkan dapat ditekan karena efisiensi waktu, tenaga dan sumber daya.

Dalam rangka menciptakan sebuah perusahaan besar perlu didukung oleh tim yang solid dengan pemanfaatan teknologi informasi, akan membuat komunikasi antar-individu dalam suatu area atau kelompok lebih mudah dilakukan, dan lebih aman karena meminimalkan interaksi langsung, kontak fisik dan dari sisi monitoring juga akan dimudahkan.

Adanya pemanfaatan teknologi informasi, misalnya dalam melakukan rapat dapat memanfaatkan aplikasi Zoom sehingga dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja dan tidak dibatasi oleh masalah ruang dan jarak waktu, sehingga dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya.

Dalam proses bisnis, pemasaran merupakan aspek yang paling penting. Di mana dengan pemasaran yang baik maka pangsa pasar dari produk yang dihasilkan dapat lebih luas, para pebisnis dapat menggunakan media online dan sosial sebagai wadah untuk mengeksplorasi produknya, memberikan informasi bahkan feedback kepada konsumen.

Perlu kolaborasi dan peran aktif semua pihak khususnya dalam mengembangkan ilmu pertanian, ekonomi, dan teknologi dalam bentuk diskusi forum, seminar ilmiah, dan forum online sehingga bermanfaat bagi sumber daya yang lebih efektif dan efisien. Penggunaan teknologi juga menjadi alternatif bagi sumber daya manusia lainnya.

Dengan kolaborasi, kesenjangan generasi dapat diatasi penggunaan teknologi. Beberapa petani milenial sudah menggunakan aplikasi dalam pengelolaan lahan sehingga efektif dan efisien.

Petani milenial dapat bekerja sama dalam pengelolaan pertanian, peternakan dan perkebunan dengan memanfaatkan teknologi khususnya pemasaran hasil pertanian dan lokasi tempat wisata (agrowisata). Tidak hanya pemasaran agrowisata, wisata berupa alam, hiburan, kuliner, dan lain-lain bisa diterapkan.

Bahan Bacaan

Moritz, “Preparing Everyone, Everywhere, for the Digital World”. PWC. https://www.pwc.com/gx/en/issues/upskilling/everyone-digital-world.html

Add Comment