Fakultas Geografi UMS Ajak SMA Inklusi Mengenal SIG Lebih Dekat

Salah satu dosen Fakultas Geografi UMS tengah menyampaikan materi geografi di depan siswa sekolah inklusi SMA 6 Muhammadiyah Surakarta. Foto: Tri Cahyo Utomo

BANJARSARI, Surakarta | Pengembangan Individual Dosen (PID) dan ajang kolaborasi antara dosen-mahasiswa merupakan sumber referensi mahasiswa untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di lingkungannya.

Tim pengabdian masyarakat Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan pengabdian masyarakat terkait “Ilmu Sistem Informasi Geografis” kepada siswa dan siswi di sekolah inklusi SMA 6 Muhammadiyah Surakarta, pada 6–7 Juni 2022.

Dewi Novita Sari, M.Sc. salah satu dosen yang terlibat di kegiatan ini memberikan materi mengenai pengenalan penginderaan jauh dan sistem informasi geografi kepada siswa utamanya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Dewi menggunakan metode Prompts (memberikan anak informasi tambahan atau bantuan untuk menjalankan instruksi) agar meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan siswa dalam hal pengenalan teknologi kebumian di SMA Muhammadiyah 6 Surakarta.

Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah salah satu cabang studi geografi yang memanfaatkan teknologi berbasis komputer sains untuk dapat mengidentifikasi, memvisualisasikan, dan menganalisis data kenampakan permukaan bumi.

Salah satu dosen tengah menyampaikan materi. Foto: Tri Cahyo Utomo

Tidak hanya pengenalan penginderaan jauh, penyampaian materi lain yang masih dalam bidang geografi, seperti mengisi materi drone untuk pemetaan dan fotografi dipaparkan oleh Afif Ari Wibowo, M.Sc., materi kewilayahan diampu oleh Umar El Izzudin Kiat, M.P.W.K. dan materi pembacaan peta disampaikan Nirma Lila Anggani, M.Sc.

Kegiatan ini perlu dilakukan agar semua anak memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dari masing-masing anak. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 6 Surakarta yang merupakan salah satu sekolah inklusi. Sasarannya adalah siswa kelas X dan XI,” ucap Dewi.

 

Tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Geografi UMS sedang berfoto dengan siswa sekolah inklusi SMA 6 Muhammadiyah Surakarta. Foto: Tri Cahyo Utomo

Sukendar selaku kepala sekolah mengatakan bahwa ilmu geografi sangat penting, siswa dapat diajak ke lapangan langsung untuk mengetahui kondisi tentang kenampakan alam yang ada di bumi.

“Harapan dari dulu, saat saya masih kuliah, sudah saatnya di sekolah-sekolah SMA atau SLTA dapat menarik minat siswa, dengan dipaparkan kondisi tentang alam yang ada di bumi, juga ke depan kalau bisa juga diajak outing kelas semisal diajak ke batuan di Sangiran agar tahu batu-batu dan alamnya,” terangnya.

Adanya pengabdian masyarakat ini diharapkan tercipta kerja sama serta dibentuknya kelompok belajar materi geografi lainnya bersama Fakultas Geografi UMS.

Sedangkan bagi mitra sasaran adalah dapat meningkatkan pemberdayaan bagi sekolah-sekolah inklusi di Surakarta dan jembatan kerja sama di bidang pendidikan yang amar ma’ruf nahi munkar dalam payung Muhammadiyah.

Add Comment