Peran Karang Taruna dalam Pembangunan Desa Karangpoh Jatinom

Silaturahmi dan Konsolidasi Program Karang Taruna Kabupaten Klaten diselenggarakan di Merapi Resto, Kamis sore (28/04/2022). Klatenkab.go.id

Karangpoh merupakan desa padat penduduk yang terdiri dari ratusan kepala keluarga. Karangpoh sendiri merupakan desa yang letaknya strategis, dari pusat Kota Klaten hanya berjarak 10 km, sedangkan dari Boyolali hanya berjarak 15 km. Desa ini juga terdiri dari dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Jatinom dan Karanganom. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai pengrajin alat pertanian dan petani.

Pemuda sebagai aset bangsa yang sangat mahal dan tak ternilai harganya. Maju tidaknya bangsa dan negara sangat bergantung pada generasi muda sebagai agen perubahan. Pada setiap perkembangan dan perubahan peradaban selalu ada darah muda yang mempeloporinya. Namun, anak muda di Indonesia saat ini telah banyak kehilangan jati dirinya, terutama dalam hal nasionalisme dan patriotisme (cinta tanah air Indonesia).

Oleh karena itu, diperlukan pemikiran ulang (rethinking) dan re-inventing (penemuan kembali) dalam pembangunan karakter bangsa (nation character building) bagi para pemuda yang berjiwa nasionalis dan patriotisme untuk menemukan kembali jati diri bangsa (Moerdiyanto, 2011:2).

Perjalanan sebuah bangsa sejati tidak lepas dari keberadaan pemuda. Padahal sejarah telah mencatat, dalam perkembangan peradaban dunia telah terbukti peran pemuda sebagai pelaku lahirnya peradaban baru. Begitu juga dalam perkembangan lahirnya bangsa Indonesia, baik mulai dari perjuangan kemerdekaan, hingga setelah bangsa merdeka. HAl ini membuktikan bahwa pemuda mampu berperan aktif sebagai garda terdepan dalam proses perjuangan, pembaharuan, dan pembangunan nasional.

Pemuda adalah yang harus dilihat sebagai “pribadi” yang berada pada tingkat tertentu dalam perkembangan kehidupan seseorang, dengan kualitas dan karakteristik tertentu, dengan hak, peran dan kewajiban tertentu dengan potensi dan kebutuhan tertentu (Chandra, 2011:1). Dalam proses pembangunan negara, pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen pembaharuan sebagai perwujudan fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional.

Untuk itu, tanggung jawab dan peran strategis pemuda dalam semua dimensi pembangunan perlu ditingkatkan sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 bahwa organisasi Pemuda dibentuk oleh pemuda dan berfungsi untuk mendukung kepentingan nasional, memberdayakan potensi, dan mengembangkan kepemimpinan, kewirausahaan kepeloporan.

Dalam hubungan ini kaum muda memiliki cukup banyak aktivitas produktif di waktu luangnya. Antara anak muda yang sedang belajar atau bekerja di luar kota tidak ada kesempatan untuk mengikuti kegiatan di desanya, begitu pula sebaliknya anak muda yang mengalami pernikahan dini lebih disibukkan dengan mengurus rumah tangganya daripada mengutamakan kegiatan kepemudaan.

Organisasi kepemudaan di Indonesia bertujuan untuk mengumpulkan tenaga kerja muda dan menyalurkannya ke dalam kegiatan yang produktif. Penyalahgunaan situasi ini tentu ada, yaitu ketika para pemimpin paguyuban menggunakan pengaruh untuk kepentingan mereka sendiri dan mengarahkan kelompok untuk tujuan yang tidak baik. Tapi di keadaan normal, perkumpulan atau organisasi pemuda yang ada, selain berguna untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan negara, juga berfungsi sebagai pengembangan sikap sosial remaja.

Karang Taruna adalah Organisasi Kepemudaan di Indonesia dan merupakan wadah berkembangnya kehidupan sosial generasi muda. Karang Taruna tumbuh atas kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial masyarakat dan untuk masyarakat itu sendiri khususnya generasi muda di suatu desa , desa atau komunitas sosial yang sederajat, khususnya yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial (Wenti, 2013: 391).

Adapun dalam bidang ekonomi, olahraga, keterampilan, agama dan seni sesuai dengan tujuan didirikannya karang taruna untuk memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada pemuda di desa atau daerah itu sendiri. Sebagai organisasi sosial kepemudaan, Karang Taruna adalah tempat atau tempat pembinaan dan pengembangan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomi, sosial dan budaya dengan memanfaatkan segala potensi yang ada pada masyarakat baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang sudah tersedia.

Partisipasi pemuda dalam program desa Karang Taruna di Desa Karangpoh, Kecamatan Jatinom, Klaten dengan keterlibatan pemuda dan remaja serta bertanggung jawab secara langsung maupun tidak langsung terhadap program Karang Taruna dalam kelompok masyarakat mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga akhirnya pada tahap evaluasi. Ada tiga tahapan kepesertaan dalam Karangpoh program Desa.

Pertama, partisipasi pada tahap perencanaan berarti keterlibatan seseorang pada tahap penyusunan rencana dan strategi dalam mempersiapkan panitia untuk suatu kegiatan atau proyek. Masyarakat berpartisipasi dengan memberikan saran dan kritik melalui pertemuan-pertemuan yang diadakan.

Kedua, partisipasi dalam pelaksanaan pada tahap ini yang dimaksud adalah keterlibatan seseorang pada tahap melaksanakan pekerjaan suatu kegiatan. Organisasi kepemudaan atau kepemudaan disini dapat memberikan tenaga dan ide sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan tersebut.

Dan ketiga, partisipasi dalam pemanfaatan pada tahap ini yang dimaksud adalah keterlibatan seseorang pada tahap pemanfaatan suatu kegiatan setelah kegiatan tersebut selesai. Partisipasi masyarakat pada tahap ini berupa personel untuk mengoperasikan dan memelihara program-program yang telah dibangun.

Dalam menghadapi pemuda dan remaja tentunya akan menemui kendala dan dukungan untuk mengetahui peran serta generasi muda, salah satu kendalanya adalah kurangnya motivasi dan pembinaan dari pemerintah, masyarakat itu sendiri dan dukungan tersebut adalah kesadaran masyarakat. Individu remaja dan remaja untuk terlibat langsung dalam kegiatan remaja.

Partisipasi pemuda dalam program desa Karang Taruna di Desa Karangpoh, Kecamatan Jatinom, Klaten merupakan kegiatan untuk membangkitkan perasaan terlibat dalam kegiatan organisasi atau partisipasi individu dengan kesadaran diri dalam suatu kegiatan yang bersifat positif guna mengembangkan tujuan bersama yang terbangun dalam masyarakat.

Hal ini sesuai dengan pendapat seorang ilmuwan bernama Keith Davis yang menyatakan definisi partisipasi yang dikutip oleh Sastropoetro (1988: 13) sebagai berikut, partisipasi dapat didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pemikiran atau moral atau perasaan dalam situasi kelompok yang mendorong untuk berkontribusi pada kelompok dalam usaha mencapai tujuan dan bertanggung jawab atas usaha yang bersangkutan.

Berdasarkan pendapat tersebut maka partisipasi tidak didasarkan pada keterlibatan fisik dalam pekerjaan tetapi melibatkan keterlibatan seseorang sehingga akan menimbulkan tanggung jawab dan kontribusi yang besar terhadap kelompok. Sejalan dengan pendapat Gordon W. Allport (dalam Sastropoetro, 1988:12) menyatakan bahwa, seseorang yang berpartisipasi sebenarnya mengalami keterlibatan dirinya atau egonya yang lebih dari sekedar keterlibatan dalam pekerjaan atau tugas saja, dengan keterlibatannya berarti keterlibatan dari pikiran dan perasaan.

Beberapa faktor yang menghambat dan mendukung pemuda dalam menghadapi partisipasinya dalam kegiatan kepemudaan adalah kurangnya motivasi dan pembinaan dari pemerintah dari masyarakat itu sendiri dan yang mendukung adalah kesadaran individu pemuda dan pemuda untuk terlibat langsung dalam kegiatan kepemudaan.

Hal ini sesuai dengan Munandar (2002: 316), “Faktor penghambat dan pendukung kreativitas yang berasal dari individu antara lain pengaruh kebiasaan dan kebiasaan, kurangnya usaha dan kemalasan mental, tekad dalam berpikir, takut mengambil resiko, keberanian untuk menjadi berbeda, kecenderungan mengikuti pola perilaku orang lain, merasa ditentukan oleh nasi, rasa hidup sosial yang besar, mau bekerja sama.

Bahan Bacaan

Ariwibowo, P. (2020). “Peran Pemuda terhadap Pembangunan Desa melalui Program Karang Taruna di Desa Karangpoh, Jatinom-Klaten”. Literatus

Add Comment