Lapangan Blanceran: Fungsi dan Konsepsi Jangka Panjang

Kondisi Lapangan Blanceran. DOKUMEN PRIBADI

Menurut KBBI, lapangan diartikan sebagai tanah rata dengan ukuran yang luas. Tapi era saat ini lapangan sering diartikan sebagai arena olahraga sepak bola. Secara bentuk lapangan biasanya berbentuk kotak baik persegi panjang maupun persegi. Penutup lahan dari lapangan juga bervariasi, biasanya ditutupi dengan rumput-rumput hijau ada pula berupa tanah biasa tanpa ada tutupan vegetasi diatasnya.

Fungsi keberadaan dari lapangan juga berbeda-beda di masing daerah. Jika di kota, lapangan sering dijadikan sebagai pusat aktivitas ekonomi layaknya sebuah alun-alun yang sekelilingnya menjadi area jualan masyarakat. Selain itu, lapangan di kota sering digunakan sebagai tempat kegiatan dari acara-acara resmi, misalkan sebagai tempat upacara bendera di sebuah acara tujuh belas Agustus.

Berbeda dengan di Kota, lapangan yang berada di desa memiliki fungsi yang lebih luas dan kompleks. Lapangan di desa menjadi pusat dari aktivitas olahraga dan fasilitas umum yang bisa digunakan untuk kegiatan lainnya, misalkan untuk pengeringan hasil pertanian. Lapangan di desa cenderung tidak dibatasi jenis pemanfaatannya. Bisa saja masyarakat diperbolehkan untuk menggelar acara pernikahan di lapangan desa. Oleh karena itu, lapangan menjadi hal yang penting sebagai fasilitas umum yang ada di desa.

Desa Blanceran, memiliki fasilitas umum lapangan di dekat dengan kantor pemerintah desa. Lapangan Desa Blanceran berada di RT 2 RW 1 Dengan luasan kurang lebih 1,5 hektar. Lapangan Desa Blanceran belum memiliki nama khusus tetapi pada umumnya masyarakat menyebutnya sebagai ‘lapangan Blanceran’. Sejarah pembuatan lapangan Blanceran adalah sejak Kepala Desa Chotim pada tahun 1980-1990. Pada masa itu, lapangan Blanceran dibangun secara gotong royong oleh warga dengan swadaya masyarakat dalam pendanaan pembuatan lapangan. Tanah yang dipakai untuk pembangunan lapangan adalah tanah kas desa yang lokasinya strategis untuk dijadikan lapangan.

Sampai saat ini, lapangan Blanceran menjadi menjadi ‘center of activity’ di Desa Blanceran. Seperti pada desa umumnya pemanfaatan lapangan Blanceran digunakan untuk aktivitas kegiatan olahraga masyarakat seperti sepak bola dan ruang publik untuk kebermanfaatan masyarakat. Pemerintah desa era Bambang Heri Novianto, lapangan menjadi aset berharga untuk dikembangkan kedepannya.

Tidak hanya sebagai pemanfaatan fasilitas publik tetapi juga secara konsepsi merupakan ruang edukasi dan persatuan untuk masyarakat Desa Blanceran. Arah kedepan dalam pengembangan lapangan Blanceran adalah sebagai pusat pengembangan karakter manusia di Desa Blanceran dan ruang untuk mempersatukan masyarakat Desa Blanceran. Dua konsep tersebut merupakan terjemahan dari visi misi Desa Blanceran jangka panjang.

Lapangan sebagai Ruang Pengembangan Karakter Manusia

Lapangan Blanceran sebagai ruang pengembangan karakter sumber daya manusia Desa Blanceran maksudnya bahwa fasilitas lapangan tidak sekedar sebagai ruang fisik saja. Akan tetapi menjadi arena untuk menumbuhkan dan membentuk karakter sumber daya manusia Blanceran. Salah satu karakter yang bisa dibangun dengan adanya lapangan Blanceran adalah sportifitas yang bisa diturunkan menjadi berbagai output karakter yaitu kedisiplinan, kerjasama tim, menghargai proses, dan lain-lain.

Karakter manusia memang cenderung tidak bisa dibangun secara instan oleh karena itu perlu sebuah proses panjang yang secara keberlanjutan dijalankan dengan penuh komitmen. Wujud dasar dari upaya Desa Blanceran untuk menumbuhkan karakter sportif adalah menjadikan lapangan sebagai arena sepak bola dengan konsep edukasi keberlanjutan. Edukasi disisipkan dalam program sekolah sepak bola dengan murid dari berbagai umur, mulai dari SD sampai SMP dan tim senior.

Sekolah Sepak Bola Desa Blanceran sebagai pendidikan karakter

Sekolah sepak bola atau sering disebut sebagai SSB adalah hal yang sering dijumpai di desa-desa. Akan tetapi tidak semua desa memiliki sekolah sepak bola atau mampu mengembangkan sekolah sepak bola. Banyak faktor yang menyebabkan desa tidak memiliki sekolah sepak bola, bukan karena fasilitas lapangan yang yang tidak ada atau tidak memadai, juga bukan tidak adanya dana untuk mengembangkan serta membiayai kegiatan sekolah sepak bola, akan tetapi mengembangkan sekolah sepak bola di desa membutuhkan komitmen yang kuat untuk menjaga dan mengelolanya. Hal tersebut yang tidak dimiliki oleh semua desa, yaitu komitmen kuat untuk mengembangan sekolah sepak bola yang sifatnya berkelanjutan.

Sekolah sepak bola desa Blanceran bukan sekedar sekolah sepak bola yang tujuannya adalah orientasi keuntungan keuangan. Melainkan sekolah sepak bola merupakan wadah edukasi anak-anak untuk melatih kemampuan bermain sepak bola dan utamanya adalah penumbuhan karakter anak anak dari sebuah permainan sepak bola, seperti sportifitas, kedisiplinan dan lain-lain.

Sekolah sepak bola Desa Blanceran memiliki nama unik yaitu Blanceran Junior berdiri sejak tahun 2022 tepatnya pada bulan Maret. Sejak berdirinya tim Blanceran Junior dikoordinasi oleh Wisnu sekaligus menjadi coach dari setiap tim. Wisnu adalah seseorang yang sangat peduli dalam pengembangan sekolah sepak bola Blanceran, dimana Beliau dulunya pernah menjadi pemain sepak bola desa.

SSB Blanceran Junior bisa dibilang baru terbentuk, oleh karena itu belum banyak prestasi yang diraih. Akan tetapi perintisan sekolah sepak bola merupakan wujud komitmen pemerintah desa dalam upaya pemberdayaan masyarakat Desa Blanceran. Desa Blanceran membuktikan bahwa arah kedepan Desa Blanceran bukan hanya pembangunan fisik fasilitas saja tetapi juga pembangunan karakter manusia. Sejak didirikan SSB Blanceran junior telah memiliki peserta didik kurang lebih 100 anak-anak dengan jadwal rutin latihan pada hari Selasa dan Kamis setiap minggunya.

Lapangan Blanceran Sebagai Ruang Persatuan

Persatuan merupakan salah satu tujuan dari kegiatan kemasyarakatan yang ada di desa. Pembangunan yang ada di desa pada umumnya dilandaskan pada semangat kegotongroyongan antar warga. Semangat tersebut, tentu bersumber dan berpangkal dari adanya persatuan di masyarakat. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa mempersatukan masyarakat desa, akan tetapi salah satu hal yang bisa ditempuh oleh desa adalah menggunakan olahraga sebagai sarana pemersatu warga.

Desa Blanceran memiliki tim olahraga yaitu tim sepak bola yang sering bertanding di setiap sorenya. Belakangan ini tim sepak bola menjadi sebuah sarana untuk mempersatukan masyarakat, terlebih apabila tim tersebut mewakili suatu daerah atau wilayah. Tim sepak bola Desa Blanceran dirintis dengan tujuan sebagai sarana silaturahmi antar masyarakat baik sebagai pemain maupun antar penonton.

Kedepan arah pengembangan lapangan Desa Blanceran adalah untuk memfasilitasi tim sepak bola dari Desa Blanceran untuk aktif berkegiatan. Oleh karena itu, Desa Blanceran berkomitmen untuk memperbaiki lapangan Blanceran untuk sesuai standar minimal kenyamanan lapangan sepak bola.

Lapangan Blanceran Sebagai Sarana Rekreatif

Perencanaan lapangan Desa Blanceran merupakan perencanaan yang komprehensif menjadikan lapangan sebagai fasilitas yang bisa dinikmati oleh setiap elemen masyarakat. Salah satunya sebagai unsur hiburan masyarakat. Lapangan Blanceran pada arah kedepan sebagian merupakan zona ruang terbuka hijau yang di desain menjadi taman ramah anak dan lansia. Zona ini dilengkapi dengan sebuah wadah bagi penyedia wahana permainan anak untuk bisa menyediakan mainan anak layaknya pasar malam mini.

Melalui perencanaan ini, lapangan akan menjadi area rekreatif masyarakat, baik dengan menonton pertandingan sepak bola dari pertandingan persahabatan, maupun juga tersedianya taman untuk anak-anak bermain beserta keluarga.

Lapangan Blanceran sebagai Pusat Aktivitas Ekonomi Kerakyatan

Perkembangan lapangan secara pemanfaatannya pada era modern saat ini, menjadikan lapangan bukan hanya sekedar ruang fasilitas olahraga. Lebih dari itu, lapangan menjadi tempat untuk aktivitas ekonomi. Saat ini, lapangan yang merupakan tempat untuk berkegiatan masyarakat menjadikan lokasi tersebut memiliki traffic yang bagus untuk aktivitas ekonomi, tentu saja klasifikasi barang yang dijual adalah yang mendukung aktivitas di lapangan. Dalam rangka membentuk traffic tersebut pada umumnya ditambahkan dengan fasilitas lainnya, seperti fasilitas jogging untuk mengakomodasi masyarakat melakukan olahraga jogging.

Salah satu aktivitas yang potensial adalah menjual kuliner dan minuman. Oleh karena itu, kedepan arah pengembangan lapangan Blanceran adalah menambahkan fasilitas untuk masyarakat memiliki zona khusus untuk mendirikan stand-stand kuliner non permanen. Harapannya beberapa masyarakat berminat untuk mendirikan stand tersebut dan terjadi perputaran ekonomi di lapangan Blanceran. Sehingga warga masyarakat sekitar bisa mendapatkan nilai tambah ekonomi dari adanya kegiatan di Lapangan Blanceran.

Bahan Bacaan:

Sujiyo Miranto. 2016. Tinjauan Fungsi Ekologis Alun-Alun Tradisional Jawa. Seminar Nasional Pendidikan IPA-Biologi FITK. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah

Narasumber :

Wahyu Setyawan (Sekretaris Desa Blanceran)

One thought on “Lapangan Blanceran: Fungsi dan Konsepsi Jangka Panjang

  1. Aloody Layana Rukmamaya

    - Edit

    Reply

    Good Article. Izin bertanya, mengapa dipilih stand kuliner non permanen? Apakah hanya seasonal saja untuk stand2 tersebut? Terimakasih.

Add Comment