Tim Pengabdian Masyarakat UMS Berikan Edukasi Membawa Bekal di MI Muhammadiyah Sentono

Kegiatan penyuluhan membawa bekal dan pemilahan sampah yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat UMS di MI Muhammadiyah Sentono. DOKUMEN PRIBADI

Sukoharjo, UMS | Studi kasus pada masyarakat di Dusun Sentono, Klaten menemukan kurangnya kesadaran masyarakat sekitar dalam hal pemilahan sampah. Selain itu, kurangnya penyuluhan terhadap masyarakat terkhusus anak usia dini mengenai tata cara mengurangi sampah plastik. Hal ini dapat diminimalisasi dengan cara pemberian pemahaman seperti membawa bekal makanan dari rumah.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Sentono merupakan salah satu sekolah dasar yang berada di Dusun Sentono. Pada lingkungan MI Muhammadiyah Sentono ini masih ditemukan banyak sekali penjual makanan yang menggunakan plastik sebagai media pembungkus jajanan. Selain itu, masih kurangnya minat anak untuk membawa bekal dari rumah. Maka dari itu sangat penting untuk memberikan edukasi terhadap anak-anak tentang pentingnya pembawaan bekal secara mandiri.

Bukan hanya itu saja, anak-anak juga kurang paham tentang jajanan yang tersedia di lingkungan sekolah. Mereka belum tentu tahu jajanan yang bersih dan sehat, banyak pula jajanan yang tidak ditutup rapat setelah dimasak. Oleh karena itu, sangat penting memberikan edukasi terhadap anak agar mereka paham dan dapat memilih mana jajanan sekolah yang baik dikonsumsi untuk mereka dan mana jajanan yang tidak seharusnya mereka konsumsi.

Tim Pengabdian Masyarakat yang diketuai oleh Dra. Mabruroh, MM, Dra dan yang beranggotakan Wafiatun Mukharomah, MM, Lina Agustina, M.Pd, dan Aflit Nuryulia Praswati, SE., MM. Beserta mahasiswa Alfina Salma Putri, Saphira Wahyu Novitasari Rivo Ardianti, Denda Mulya Pangaribowo, Christiana Riski Wira Putri, dan Della Mafiana. Tim Pengabdian Masyarakat melaksanakan programnya pada tahun kedua ini didanai oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Lokasi pelaksanaan pengabdian masyarakat sama dengan tahun sebelumnya, yakni di Sentono, Desa Ngawonggo, Ceper, Klaten. Program ini dilaksanakan dengan maksud untuk mengedukasi pentingnya upaya pengelolaan sampah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membiasakan membawa bekal ke sekolah sejak dini.

Selain itu, juga melakukan penyuluhan terhadap para siswa dan para orang tua setempat tentang pentingnya melakukan pemilahan sampah dan pemanfaatan sampah rumah tangga. Kegiatan penyuluhan mengenai pembawaan bekal dari rumah dan pemilahan sampah sukses digelar bersama kiranya 36 siswa pada Jumat (14/01).

Tim Pengabdian Masyarakat UMS berharap kegiatan ini akan terbentuk kesadaran masyarakat khususnya siswa sekolah dasar untuk melakukan pemilahan sampah dari hal terkecil. Seperti mengelompokkan sampah dari jajanan yang dikonsumsi selama di sekolah dan juga membiasakan pembawaan bekal dari rumah untuk menjamin kesehatan dari asupan yang dikonsumsi siswa, serta menjadi salah satu bentuk upaya dalam penanggulangan masalah sampah.