Peluang Air Kemasan, Tim KKN UNS Analisis Desa Karangrejo Purworejo

Tim 101 KKN UNS sedang menganalisis kualitas air Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Karangrejo, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. DOKUMENTASI PRIBADI

Kentingan, UNS | Tim kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 101 Universitas Sebelas Maret melakukan penelitian mengenai analisis kualitas air Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Karangrejo, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo.

Penelitian ini selesai pada tanggal 28 Februari 2022 dan memberikan hasil analisis bahwa air Pamsimas di Desa Karangrejo tergolong dalam kategori air bersih dan berpotensi menjadi Air Minum dalam Kemasan (AMDK).

Kegiatan analisis merupakan usulan dari desa untuk mengetahui kualitas air melalui proses penyaringan air dengan menggunakan empat jenis filter. Dua filter di antaranya menggunakan sedimen filter berukuran 10 inci yang berfungsi untuk menyaring partikel besar seperti kotoran, lumpur, dan debu.

Filter ketiga yaitu Granular Activated Carbon (GAC), berfungsi untuk menyerap bau, warna, rasa tak sedap, bahan kimia organik, dan sisa klorin. Sedangkan penyaringan terakhir menggunakan Chlorine Taste Odor (CTO) 10 inci yang berfungsi sebagai tahap lanjutan dalam menyerap bau, warna, rasa tak sedap, bahan kimia organik, dan sisa klorin.

Analisis ini membutuhkan lima botol sampel dari air Pamsimas yang tersebar di Desa Karangrejo. Pengambilan ini dilakukan dalam waktu bersamaan untuk membuktikan keakuratan sampel yang diuji. Sampel tersebut dianalisis menggunakan 16 parameter strip test kualitas air dan Total Dissolved Solid (TDS) meter. 16 parameter tersebut yaitu bau, warna, pH, kesadahan, total klorin, klorin bebas, bromin, nitrat, nitrit, besi, kromium (Cr(IV)), timah, tembaga, merkuri, florid, dan total alkalinity.

Langkah selanjutnya, data dari lima parameter yang dipilih, yakni pH, TDS, bau, besi (Fe), dan raksa (Hg) dibandingkan dengan ambang batas maksimum yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menkes Nomor 492 Tahun 2010 Tentang Kualitas Air Bersih dan SNI Tentang Air Minum dalam Kemasan.

Berdasarkan Permenkes nomor 492/2010, sampel memiliki pH 7,9 dari nilai 6,5 – 8,5, memiliki TDS sebesar 329 dari nilai 500 mg/L, tidak berbau, memiliki hasil besi (Fe) 0 dari nilai 0,3 mg/L, dan memiliki hasil raksa (Hg) 0 dari nilai 0,001 mg/L.

Berdasarkan SNI nomor 3552-2006, sampel memiliki pH 7,9 dari nilai 6,0 – 8,5, memiliki TDS sebesar 329 dari nilai 500 mg/L, tidak berbau, memiliki hasil besi (Fe) 0 dari nilai maksimal 0,1 mg/L, dan memiliki hasil raksa (Hg) 0 dari nilai maksimal 0,001 mg/L.