Melirik Potensi Perikanan di Desa Blanceran

Potensi Pemanfaatan Sungai di Blanceran. PEMDES BLANCERAN

Alam Indonesia dikenal dunia memiliki keanekaragaman hayati yang begitu melimpah meliputi tumbuhan, hewan, serta ekosistem didalamnya. Itu semua merupakan potensi yang patut kita kembangkan secara berkelanjutan dan lestari.

Potensi perikanan di Indonesia begitu melimpah belum termanfaatkan dengan optimal. Seharusnya masyarakat dapat memanfaatkan itu semua demi terpenuhinya kesejahteraan yang di dambakan.

Mulai dari sektor perikanan laut sampai perikanan darat seharusnya bisa dimanfaatkan dengan optimal. Selain untuk kesejahteraan masyarakat, pemanfaatan tersebut juga berguna untuk pemenuhan gizi masyarakat Indonesia. Pemenuhan gizi masyarakat luas dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan generasi penerus bangsa sehingga kelak dapat memajukan Indonesia pada level yang lebih tinggi.

Pada dasarnya dalam pertumbuhan manusia sangat dibutuhkan gizi yang cukup dan seimbang. Terutama protein dan omega 3 yang berguna untuk pembentukan otot dan perkembangan otak. Dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut harus dilakukan secara kontinu.

Pemenuhan protein dan omega 3 salah satunya terkandung dalam ikan. Hal ini karena ikan merupakan salah satu sumber protein yang dapat dijangkau masyarakat. Begitu melimpahnya stok ikan membuat masyarakat tidak kesulitan dalam membelinya.

Mulai dari pedagang sayur keliling, pasar, sampai supermarket pasti ada produk ikan. Mulai dari ikan segar, ikan asap, ikan frozen, sampai produk olahan sehingga dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Maka dari itu prospek yang baik di bidang perikanan perlu kita kembangkan secara optimal. Hal tersebut demi memenuhi kebutuhan masyarakat tentang konsumsi ikan yang semakin tinggi. Sehingga, masyarakat nelayan maupun pembudi daya ikan dapat memanfaatkan sebagai peluang bisnis yang baik.

Perikanan budi daya salah satu sektor perikanan yang patut kita telaah dalam prospek kedepannya. Melihat peningkatan daya beli konsumen terhadap komoditas perikanan yang semakin positif maka bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Maka dari itu semua lapisan masyarakat dapat memulai belajar dan terjun dalam dunia bud idaya ikan. Setidak nya dengan langkah kecil seperti budi daya ikan dalam ember (Budikdamber) dapat bermanfaat dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein rumah tangga.

Selain itu budikdamber dapat dimanfaatkan untuk miniatur bertani seperti ditanam kangkung atau selada air dengan ditaruh gelas plastik yang dimodifikasi sedemikian rupa. Sehingga, bukan hanya kebutuhan protein saja yang tercukupi tetapi vitamin dan serat juga. Semua itu merupakan konsep polikultur sederhana dari budikdamber.

Dalam budikdamber dapat diisi dengan ikan lele, ikan nila, maupun ikan gabus. Tetapi pada praktiknya lebih baik jika diisi dengan ikan lele. Secara pengelolaan budi daya, ikan lele memiliki karakter yang mudah dalam budi daya. Lele juga memiliki ketahanan terhadap kondisi oksigen dalam air yang minim sekaligus tahan penyakit.

Ikan lele juga memiliki nilai ekonomis yang bagus dengan harga mencapai 22 ribu per kilogram di pasar wilayah Klaten. Ikan lele konsumsi yang dijual di pasar pada umumnya sekilo isi 10-12 ekor. Jika sudah diolah dalam bentuk fillet, abon, maupun bakso akan jauh lebih tinggi harganya.

Apalagi jika sudah sampai di restoran ataupun di warung lamongan, pasti harganya lebih mahal lagi. Karena lele sudah masuk dalam lidah masyarakat luas sehingga bisa dikatakan lauk yang merakyat.

Ikan lele sudah mulai dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia secara meluas. Pemilihan ikan ini sebagai ikan favorit untuk budi daya karena dapat diterapkan dengan kondisi sumberdaya air dan lahan yang terbatas juga mampu beradaptasi dengan kepadatan tinggi.

Adapun jenis ikan lele yang sedang dikembangkan di Indonesia yaitu Dumbo, Sangkuriang, Mutiara, dan lain sebagainya. Hal ini karena mereka mempunyai beberapa kelebihan seperti tahan penyakit, irit pakan, mortalitas rendah serta pertumbuhan yang signifikan sehingga dalam waktu 3 bulan bisa panen.

Perkembangan budi daya lele di Indonesia saat ini mengalami pergerakan sampai ada sistem bioflok maupun budikdamber. Kedua sistem tersebut sebenarnya bisa diterapkan di lahan marginal dengan mudah. Keunggulan lain dari sistem tersebut yaitu dapat disandingkan dengan tanaman sayur atau buah sehingga hasil panennya dapat berguna memenuhi kebutuhan vitamin sayur buah masyarakat.

Sedangkan budikdamber adalah model lebih mini dari sistem bioflok. Sistem ini digunakan sebagai salah satu alternatif budi daya ikan dilahan sempit contohnya lahan-lahan di perumahan ataupun di perkantoran. Selain digunakan untuk budi daya, budikdamber juga bermanfaat sebagai kegiatan relaksasi saat waktu kosong di perkantoran.

Melirik budi daya ikan di desa Blanceran sebenarnya sudah pernah berjalan beberapa tahun yang lalu. Menurut penuturan wahyu sebagai pejabat desa pernah memberikan bantuan kolam terpal maupun bioflok.

Jumlah kolam tersebut sekitar 4 buah bioflok dan 4 buah berbahan terpal. Dari kolam tersebut ditebar ikan lele sekitar 5000 ekor per kolam yang dikelola oleh pemuda desa. Hasil panen sekitar 5 kuintal dari budi daya tersebut dibagikan ke warga sekitar.

Hal tersebut sangat positif karena selain untuk kegiatan pemuda desa, hasil panennya dibagikan ke masyarakat sekitar guna memenuhi kebutuhan protein terutama dari ikan. Karena, pemerintah melalui kementerian kelautan dan perikanan selalu menggaungkan untuk makan ikan agar terpenuhi nutrisi protein dan omega 3. Masyarakat dan generasi muda tercukupi nutrisi maka kualitas mereka akan semakin meningkat.

Kegiatan budi daya tersebut berjalan secara kontinu, maka bisa menjadi pilihan bisnis warga sekitar selain dari sektor pertanian maupun industri kreatif. Selain itu, prospek perikanan lele masih sangat terbuka luas karena semakin meningkatnya grafik konsumsi ikan di Indonesia. Dari terbuka nya minat warga dalam bisnis perikanan, maka angka pengangguran juga turun sehingga akan tercipta kesejahteraan masyarakat.

Pendampingan dan dukungan semua elemen seperti, masyarakat dan pemerintah harus ada demi lancarnya kegiatan tersebut. Sehingga semakin terarah dan masyarakat akan merasakan manfaatnya.