Dusun Sentono Lakukan Pelatihan Budi Daya Maggot

Pengamatan Olahan Pakan Maggot dari Sampah Organik. DOKUMEN PRIBADI

Sukoharjo, UMS | Sumber sampah di Indonesia mayoritas berasal dari sampah sisa makanan. Melihat hal ini, Kelompok Peduli Lingkungan Goro Sampah Dusun Sentono mampu mengelola sampah sisa makanan menjadi pupuk kompos. Namun, cara ini membutuhkan waktu yang lama.

Tentunya perlu adanya penanaman pengetahuan baru untuk Kelompok Peduli Lingkungan Goro Sampah untuk memaksimalkan pengolahan sampah organik di lingkup RT 35 Sentono. Upaya ini dilakukan dengan memberikan pengetahuan tentang budi daya maggot.

Pelatihan budidaya maggot dilaksanakan dengan mengajak pengurus Kelompok Peduli Lingkungan Goro Sampah bersama mahasiswa dari Tim Pengabdian Masyarakat UMS ke tempat budidaya maggot. Di sana akan dijelaskan oleh peternak maggot mengenai seluk-beluk budi daya maggot. Mulai dari pembibitan hingga panen.

Tim Pengabdian Masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan program pengabdian masyarakat. Program ini didanai oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) UMS.

Tim terdiri dari dosen dan mahasiswa yakni Dra. Mabruroh, MM, Dra. Wafiatun Mukharomah, MM, Lina Agustina, M.Pd, dan Aflit Nuryulia Praswati, SE., MM. Untuk mahasiswa sendiri terdiri dari Rivo Ardianti, Denda Mulya Pangaribowo, Alfina Salma Putri, Christiana Riski Wira Putri, Della Mafiana, dan Saphira Wahyu Novitasari.

Pelaksanaan pengabdian masyarakat pada tahun kedua ini bertempat di lokasi yang sama dengan tahun sebelumnya yaitu di Sentono, Ngawonggo, Ceper, Klaten. Program ini dilaksanakan bertujuan untuk edukasi mengenai pengelolaan sampah organik yang lebih efisien dengan memanfaatkan lalat jenis Black Soldier Fly (BSF) sebagai dekomposer alami. Mengubah sampah yang dihasilkan oleh limbah rumah tangga menjadi barang bernilai ekonomi.

Limbah ini nantinya akan diubah menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan dengan cara mengolah limbah makanan untuk dimanfaatkan dalam budidaya maggot. Manfaat yang bisa diambil oleh Kelompok Peduli Lingkungan Goro Sampah, selain mengurangi penumpukan sampah organik. Maggot juga bisa menghasilkan keuntungan berupa uang, jika nantinya maggot diperjual-belikan untuk dilanjutkan menjadi bahan pengolahan pakan ternak.

Kegiatan ini mengajak tim Goro sampah untuk mengamati proses budidaya maggot yang dilaksanakan pada hari Minggu (30/01). Harapan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini agar bertambah wawasan khususnya untuk Kelompok Peduli Lingkungan Goro sampah dalam mengelola sampah organik.

Tentunya pengolahan dengan cara yang lebih efektif dan bisa menghasilkan profit yang menguntungkan. Selain itu, dapat melakukan pengelolaan sampah rumah tangga yang benar, dan diharapkan dapat menekan angka penumpukan sampah khususnya di Dusun Sentono, Ngawonggo, Ceper, Klaten.