Pemanfaatan Platform Fintech bagi Pembudidaya Ikan di Klaten

Aktivitas Perikanan di Janti. DOKUMEN PRIBADI

Perkembangan dunia yang sangat cepat dengan penemuan dan inovasi yang tiada henti, membuat masyarakat harus mengikutinya sehingga terjadi perubahan-perubahan interaksi sosial dan hubungan personal.

Hal ini memengaruhi cara transaksi dalam kegiatan ekonomi yang diikuti dengan berkembangnya usaha berbasis digital. Perusahaan digital dengan berbasis gadget, website, dan software sudah mulai menunjukkan perkembangan yang luar biasa.

Revolusi industri di dunia sudah mulai menunjukkan eksistensinya melalui bermacam bentuk. Salah satu bentuk terobosan kemajuan teknologi dalam transaksi ekonomi bernama financial technology (Fintech).

Kemajuan transaksi ekonomi saat ini dipengaruhi oleh pergeseran dunia bisnis yang beralih ke digital sehingga dalam melakukan transaksi ekonomi tidak terbatas jarak dan waktu. Kegiatan tersebut dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja hanya dengan sentuhan jari dengan adanya aplikasi Fintech.

Fintech merupakan sebuah inovasi teknologi di bidang jasa keuangan di mana uang kertas tidak perlu digunakan lagi. Dengan adanya financial technology dapat mengubah mata uang menjadi bentuk digital sehingga lebih efisien. Fintech sendiri merujuk pada penggunaan teknologi masa kini dalam memberi solusi keuangan.

Fintech berbentuk sebuah aplikasi digital yang bertujuan sebagai perantara keuangan. Sebagai inovasi teknologi dalam layanan keuangan, Fintech dapat menghasilkan berbagai model bisnis, aplikasi maupun produk sehingga berdampak signifikan dalam aktivitas bisnis yang berkaitan dengan penyediaan layanan keuangan. Dalam mengajukan peminjaman, Fintech memberikan kemudahan persyaratan yang cukup dengan menyediakan foto diri, KTP, riwayat keuangan dan tujuan peminjaman.

Perkembangan Fintech di Indonesia semakin cepat dan maju. Adanya Fintech dapat mengatasi masalah pembiayaan masyarakat Indonesia. Fintech di Indonesia bisa dikatakan produk finansial paling mutakhir saat ini. Fintech memang masih awam untuk orang-orang yang belum melek digital. Tetapi di era sekarang, Fintech merupakan sebuah solusi guna menangani masalah finansial yang ada di masyarakat.

Seperti platform aplikasi Fintech eFishery yang dikembangkan oleh pemuda Indonesia bernama Gibran Huzaifah. Pemuda ini memiliki konsep yang sangat menarik untuk dibahas. Para pemuda ini bergerak dari kegelisahan pembudidaya dalam permodalan usaha perikanan. Para pembudidaya ikan mengeluh semakin tingginya harga pakan ikan dan pangsa pasar yang masih terbatas.

Pelet ikan saat ini terus mengalami kenaikan secara konstan. Walaupun kondisi pandemi covid-19 harga pakan malah semakin melambung. Hal ini tidak diimbangi dengan permintaan pasar yang naik, sebaliknya permintaan pasar dalam penjualan produk perikanan terutama perikanan budidaya air tawar mengalami penurunan yang signifikan.

Menurunnya permintaan pasar ini mengakibatkan komoditas ikan air tawar mengalami overstock. Pembudidaya ikan mengalami kebingungan dalam mengeluarkan ikan. Pasalnya, jika ikan tidak segera dikeluarkan maka biaya pakan pun semakin membengkak.

Pada akhirnya, mau tidak mau pembudidaya ikan kudu mengeluarkan stok ikannya dengan harga murah. Hal ini mengakibatkan kerugian yang sangat berarti. Pembudidaya ikan merasa terpukul dengan kejadian ini yang menyebabkan banyak gulung tikar.

Kerugian pembudidaya ikan terjadi karena pakan yang diambilnya bersifat utang. Padahal, pelunasan utang dalam pembudidayaan ikan ada yang bersifat tempo 3-6 bulan. Ada pula pelunasannya pada saat setelah panen. Dari situlah, muncul platform Fintech yang ditujukan kepada para pembudidaya ikan dalam membantu pembiayaan pakan mereka.

Fintech eFishery memiliki beberapa tujuan, yaitu penyangga pangan dunia dengan budidaya ikan, menjadi solusi untuk mengatasi masalah fundamental industri budidaya ikan dengan penyediaan teknologi yang terjangkau, serta mengurangi kesenjangan ekonomi dengan inklusifikasi ekonomi digital.

eFishery memiliki salah satu produk unggulan yaitu aplikasi eFisheryKu adalah sebuah aplikasi koperasi berbasis digital untuk pembudidaya ikan yang berguna dalam pendampingan pembudidaya ikan dari mulai persiapan sampai proses budidaya sehingga mengurangi masalah budidaya secara perlahan.

Aplikasi eFisheryKu memiliki salah satu program ‘Kasih, Bayar Nanti (Kabayan)’ sehingga pembudidaya dapat membeli pakan dengan mode pembayaran paylater. Program ini sangat membantu pembudidaya ikan dengan pembayaran sesuai kesepakatan bersama dengan tenor 1-6 bulan sehingga meringankan pengeluaran sebelum panen tiba. Aplikasi ini memiliki program ‘Lapak Ikan’ yang menyediakan sebuah pasar digital untuk hasil panen ikan sehingga dapat memastikan transaksi dan distribusi produk yang cepat, langsung, dan andal.

Produk Feeder Fish merupakan salah satu produk pengembangan dari Fintech eFishery. Produk ini berbentuk alat pemberi pakan ikan otomatis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan ikan pembudidaya untuk panen yang lebih baik.

Pemanfaatan Fintech eFishery sudah masuk di wilayah perikanan Janti, Kabupaten Klaten. Pembudidaya ikan di sini mulai penasaran dengan aplikasi tersebut sehingga banyak yang sudah bergabung dengan anggota eFishery. Mereka tertarik dengan salah satu programnya yaitu Kabayan karena proses pengajuan kredit pakan ikan yang mudah dan cepat. Selain itu, tidak perlu menunggu waktu sampai seminggu, pakan ikan pun sudah diantar sampai kolam pembudidaya.

Saya berharap platform Fintech eFishery ini menjadi salah satu solusi pembudidaya ikan maupun industri ikan sehingga kelak akan memajukan budidaya perikanan Indonesia. Jika budidaya perikanan Indonesia maju, maka kesejahteraan para pembudidaya ikan juga akan lebih baik.

 

Bahan Bacaan:

Grüschow, R. M. dkk. 2016. ‘How do different payment methods deliver cost and credit efficiency in electronic commerce?’ Electronic Commerce Research and Application Volume (18). h. 27-36. https://doi.org/10.1016/j.elerap.2016.06.001. Diakses pada Selasa, 1 Februari 2022.

Muzdalifa, I. dkk. 2018. ‘Peran Fintech Dalam Meningkatkan Inklusif Keuangan Pada Umkm Di Indonesia’. Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah Volume 3(1). h. 1–24.

Nugroho, L., & Chowdhury, S. L. K. 2016. ‘Mobile Banking for Empowerment Muslim Women Entrepreneur: Evidence from Asia (Indonesia and Bangladesh)’. Tazkia Islamic Finance and Business Review Volume 9(1). h. 83–100.

Sawarjuwono, T., & Kadir, A. P. 2003. ‘Intellectual Capital: Perlakuan, Pengukuran Dan Pelaporan (Sebuah Library Research)’. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Volume 5(1). h. 35–57. https://doi.org/10.1024/0301-1526.32.1.54. Diakses pada Selasa, 1 Februari 2022.

eFishery. 2022. https://eFishery.com/products. Diakses pada Selasa, 1 Februari 2022.