Pentingnya Sosialisasi Pemadam Kebakaran bagi Masyarakat Desa

Simulasi Pemadam Kebakaran di Desa Manjungan. DOKUMEN PRIBADI

Kebakaran rumah bisa datang secara tiba-tiba. Api yang tidak bisa dikendalikan dapat menimbulkan musibah bagi alam dan manusia. Kebakaran rumah bisa terjadi sewaktu-waktu disebabkan karena arus pendek listrik, kebocoran gas elpiji atau tersambar petir. Kebakaran sendiri bisa terjadi secara tidak sengaja dan faktor kelalaian manusia.

Warga yang terkena kebakaran akan panik jika tidak memiliki edukasi dini mengenai langkah-langkah pemadaman kebakaran. Jika langkah yang dilakukan tidak benar maka api malah tak kunjung padam. Sebaliknya, hal itu bisa membuat api semakin besar dan tidak terkendali. Jika hal itu terjadi, maka tindakan selanjutnya langsung menghubungi pemadam kebakaran.

Pemadam kebakaran sangat penting dibutuhkan agar api segera padam sehingga tidak merembet ke rumah yang lain. Kebakaran yang merembet ke rumah lain dapat berakibat fatal karena merugikan orang lain seperti kerusakan barang, materi maupun kerugian waktu, pikiran, dan lain sebagainya. Selain itu, kebakaran dapat menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Pemadam kebakaran harus cepat dalam menangani kobaran api sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Pemadam kebakaran harus siaga jika sewaktu-waktu ada laporan kebakaran di wilayah tertentu.

Tugas pemadam kebakaran memang tidak mudah dan memiliki risiko tinggi. Penerapan Standar Prosedur Operasi (SPO) yang baik sangat dibutuhkan sebagai pedoman guna memperlancar tindakan pemadaman api dan meminimalisir risiko kecelakaan kerja. Sehingga, pemadaman api dapat dilakukan cepat, terarah dan optimal.

Pemadaman kebakaran akan lebih mudah jika para warga membantu sesuai dengan arahan. Warga yang memiliki edukasi dini mengenai langkah pemadaman kebakaran akan lebih mudah menjinakkan api sebelum membesar. Edukasi ini sangat penting apabila kebakaran terjadi di rumah padat penduduk yang memiliki akses jalan atau gang yang sangat sempit.

Situasi masih bisa terbantu jika selang pemadam kebakaran masih bisa masuk ke daerah api tersebut. Apabila gang tersebut terlalu dalam sehingga selang pemadam tidak bisa menjangkau maka pemadam kebakaran dapat kewalahan untuk menangani kobaran api. Edukasi pemadaman kebakaran ini sangat perlu, terutama untuk warga di daerah pedesaan.

KKN Mahasiswa Universitas Diponegoro melakukan program kegiatan mengenai edukasi dan sosialisasi pemadaman kebakaran di Desa Manjungan. Hal ini digagas oleh Mahatma Widhi Nararya (Ketua KKN Mahasiswa Undip di Desa Manjungan) karena kurangnya pemahaman masyarakat mengenai langkah dan tindakan dini dalam pemadaman api serta langkah pemanggilan tim pemadam kebakaran apabila dalam kondisi darurat.

Mereka melakukan program ini dengan dibantu dari tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Klaten yang merupakan sub bagian dari Satuan Polisi Pamong Praja Klaten dengan wilayah tugas diseluruh area Kabupaten Klaten. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 15 Januari kemarin di Aula Balai Desa Manjungan.

Permasalahan kebakaran di Kabupaten Klaten paling banyak terdapat di area industri yang disebabkan kurangnya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta korsleting listrik karena instalasi yang tidak tepat. Kedua, Kebakaran hutan di daerah Kecamatan Bayat disebabkan karena musim. Ketiga, kebakaran rumah tangga yang disebabkan oleh kompor gas. Warga diharap tidak panik apabila terdapat kejadian kebakaran. Jika warga takut dengan api maka segera keluar rumah dan langsung menelpon tim pemadam kebakaran terdekat.

Kegiatan sosialisasi pemadaman kebakaran yang diadakan di Desa Manjungan lebih ditekankan pada kebakaran rumah tangga. Penyebab kebakaran rumah tangga paling sering disebabkan oleh kompor gas yaitu kompor gas tidak dilakukan perawatan secara berkala dan kompor gas yang meledak. Pertama, Kurangnya perawatan kompor gas secara berkala dapat mengakibatkan rusaknya saluran gas yang masuk kedalam kompor sehingga terdapat kebocoran di mana dapat tersambar oleh sumber api.

Kedua, penyebab kompor gas yang meledak bukan disebabkan karena tabung gas yang meledak; tetapi kurangnya ventilasi di dalam rumah. Hal ini menyebabkan penumpukan gas yang memuai kemudian meledak. Selain itu, kebakaran gas bisa diakibatkan karena regulator sehingga masyarakat tidak perlu panik karena ada langkah dalam penanganannya yaitu melepas regulator dengan segera. Pada dasarnya dalam tabung gas elpiji sudah terdapat pengaman berupa katup yang secara otomatis akan menutup sendiri ketika regulator dilepas. Hal inilah yang belum diketahui masyarakat luas.

Apabila kondisi tidak memungkinkan melepas regulator, maka ambil kain terdekat atau media apa pun yang terbuat dari kain bukan dari bahan plastik. Rendam kain tersebut dengan air kemudian ditutupkan pada sumber api. Pada saat proses menutup, pastikan dengan posisi berlawanan dengan arah api agar tidak menyambar tubuh kita.

Ada juga penyebab kebakaran rumah tangga karena kebocoran selang regulator yang sudah pecah sehingga mengakibatkan kebocoran gas. Tindakan yang cepat yang harus dilakukan antara lain mematikan kompor dan melepas regulator; jangan menyemprotkan air ke api yang besar karena senyawa oksigen dalam air akan membesarkan api; dan melepas regulator lalu ditutup dengan kain basah pada sumber api.

Kegiatan simulasi penanganan kebakaran dilakukan di halaman kantor kelurahan Desa Manjungan dengan praktik penanganan api sederhana menggunakan karung goni yang direndam air serta Peralatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Banyak warga Manjungan yang antusias ikut kegiatan tersebut sehingga banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan yang dilakukan dari edukasi dan simulasi ini.

Tanggapan dari Dunung Nugraha selaku Lurah Desa Manjungan sangat positif sehingga diharapkan kegiatan ini bisa rutin diadakan di desa minimal setahun sekali. Kegiatan ini berguna untuk peningkatan pemahaman dan kewaspadaan mengenai kebakaran rumah tangga.

One thought on “Pentingnya Sosialisasi Pemadam Kebakaran bagi Masyarakat Desa

Comments are closed.