Psikologi Pendidikan, Memahami Karakteristik Peserta Didik

Kemampuan memahami karakteristik dan keadaan jiwa setiap individu merupakan hakikat dari pendidikan. UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

Dalam proses perubahan pada aspek kognitif, afektif, psikomotorik seseorang, atau ketika seseorang dan kelompok berusaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, kerap kali dihadapkan pelbagai masalah.

Melalui interaksi dan pelatihan antara dua orang atau lebih, kita berharap dapat menghasilkan suatu perubahan sikap dan tingkah laku ke arah yang lebih baik.

Masalah tersebut menyangkut kehidupan kita bersama, sebab pendidikan merupakan kegiatan sangat penting yang menentukan kehidupan manusia serta kebudayaannya.

Sangatlah penting untuk memperhatikan masalah pendidikan secara cermat, sehingga kelemahan-kelemahan yang ada dapat diperbaiki. Itulah sebabnya dalam hal ini peranan pendidikan sangat penting.

Salah satu faktor keberhasilan dalam pendidikan adalah pendidik. Seorang pendidik perlu memiliki pengetahuan dan pengalaman luas dan lengkap yang dapat dijadikan metode atau sarana dalam memberikan pengajaran.

Kumpulan pengetahuan dan pengalaman manusia bukanlah satu-satunya ramuan untuk mengasuh anak-anak, para pendidik menyadari. Pendidik juga harus tercakup suatu pemahaman akan faktor-faktor dalam hubungan antarpersonal.

Hasil-hasil penyelidikan psikologi menunjukkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan mencakup keutuhan pribadi dalam keseluruhan lingkungannya.

Ada dua faktor yang dapat digolongkan dalam proses belajar peserta didik yaitu faktor intern, faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik itu sendiri dan faktor ekstern, yaitu faktor yang berasal dari luar peserta didik seperti orang tua, guru, dan masyarakat. Faktor intern dibagi menjadi tiga, yakni faktor jasmaniah, psikologis, dan faktor kelelahan.

Dalam pendidikan, terangkum semua aspek-aspek kehidupan yang membentuk kehidupan, aspek biologis yang berkaitan dengan aktivitas otak dan sistem saraf, aspek fisik yang berkaitan dengan perkembangan fisik, aspek kognitif yang melihat dan memahami tindakan manusia.

Dalam kerangka pengertian stimulus dan juga aspek kejiwaan, ini merupakan perpaduan antara kognitif, kesadaran, persepsi serta gagasan. Semua aspek ini saling berkaitan satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan dalam pendidikan.

Interaksi antara pengajar dapat berjalan efektif apabila setiap individu dapat memahami karakteristik dan keadaan jiwa masing-masing, inilah hakikat pendidikan.

Kajian sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pemahaman karakteristik dan keadaan jiwa tiap individu dalam dunia pendidikan ini disebut psikologi pendidikan.

Peran Psikologi Pendidikan

Pengajar hadir dalam kegiatan mengajar sebagai seorang ahli yang berkompeten, berotoritas dan menguasai seluk-beluk pengajaran serta menguasai pengetahuan kan kemampuan atau daya serap peserta didik.

Hal itu dikarenakan komunikasi yang terjadi dalam interaksi dengan peserta didik cenderung didominasi oleh pola komunikasi satu arah karena pendidik tidak memiliki pengetahuan akan kemampuan dan daya serap peserta didik.

Oleh karena itu, pendidik harus dapat mengerti kemampuan peserta didik. Pendidikan atau pengajaran yang baik harus senantiasa relevan dengan kebutuhan peserta didiknya.

Dan agar pendidik dapat menjadi rekan belajar bagi peserta didik maka komunikasi, interaksi antara pengajar dan peserta didiknya haruslah berjalan fleksibel, bersifat pribadi serta tidak dibatasi oleh tembok-tembok ruangan kelas.

Seorang pendidik setidaknya harus memiliki pengetahuan akan kepribadian peserta didiknya agar ia bisa memiliki pola pendekatan yang fleksibel, pribadi sehingga pelajaran yang ia berikan dapat menjadi fleksibel bagi peserta didik.

Penguasaan prinsip kejiwaan peserta didik dalam hal belajar dapat menolong dan merangsang semangat peserta didik untuk belajar dengan lebih efisien dan lebih produktivitas lagi.

Produktivitas dan efisiensi pembelajaran dapat dinilai berdasarkan kepada keseluruhan proses perencanaan, penataan dan pendayagunaan sumber daya untuk merealisasikan tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

Dan dalam proses perencanaan, penataan serta pendayagunaan sumber daya tersebut seorang pendidik haruslah menciptakan proses atau suasana dan kegairahan belajar yang sesuai dengan keadaan psikis peserta didik.

Pengajar dituntut bukan hanya mentransferkan pelajaran kepada peserta didik, tetapi juga dituntut untuk melakukan tindakan dan cara hidup yang sesuai dengan apa yang diajarkan.

Oleh karena itu, seorang pendidik haruslah seorang yang telah mengerti tentang kepribadiannya sendiri sebagai seorang pengajar sebelum ia mengerti kepribadian peserta didiknya.

Para pendidik memandang psikologi sebagai sumber pengetahuan mengenai manusia agar dapat membuat praktek pendidikan dan hipotesis atau penunjuk dalam praktek-praktek pendidikan, dalam hubungan ini psikologi pendidikan dapat membantu tugas para pendidik untuk memilih metode belajar yang tepat agar pendidikan dapat berjalan secara efektif.

Tugas seorang pendidik tidak hanya terletak pada penyiapan bahan pengajaran dan penyajiannya tetapi meliputi juga perencanaan dan pengarahan evaluasi belajar dan kegiatan mengajar.

Dan dalam perencanaan serta evaluasi ini maka diperlukan beberapa pendekatan agar pendidik mengukur kemajuan atau kegagalan peserta didik dan juga berusaha menilai segi-segi lain yang berkaitan dengan interaksi belajar-mengajar.

Pendekatan tersebut harus didasarkan kepada pemahaman kan kepribadian peserta didik. Dari uraian diatas maka kita perlu merumuskan bahwa tugas psikologi pendidikan dalam proses belajar-mengajar tidak hanya mencakup peningkatan mutu belajar peserta didik dalam kaitan dengan perkembangan psikisnya.

Namun, juga mempelajari perkembangan peserta didik dalam interaksinya dengan pelajaran dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran dalam pendekatan- pendekatan yang dapat mempengaruhi pembelajaran.

Dalam buku Pembaruan Mengajar, Mary Go Setiawan menjelaskan beberapa peran psikologi pendidikan yang menyelidiki unsur kejiwaan cara belajar peserta didik.

Pertama, membentuk kepribadian pendidik dan prestasi belajar. Kepribadian pendidik memberikan pengaruh yang amat besar bagi sikap, karakter maupun hidup belajar dari seorang peserta didik, sehingga seorang pendidik sebelum mengajar maka ia perlu mengetahui kepribadiannya sendiri.

Dan psikologi pendidikan sebagai sebuah disiplin ilmu yang mengkaji pengembangan semua potensi dan kecakapan yang dimiliki peserta didik dalam interaksi antar individu dapat membantu pendidik untuk mempunyai pemahaman yang baik tentang diri sendiri sehingga melalui pemahaman terhadap diri sendiri seseorang dapat mengajar secara bijaksana.

Kedua, mengetahui situasi. Memadai atau tidaknya situasi dalam lingkungan belajar dapat berpengaruh bagi prestasi belajar, oleh karena itu psikologi pendidikan dapat menemukan permasalahan dari berbagai masalah pendidikan dengan melihat pada kepribadian peserta didik yang dipengaruhi situasinya.

Ketiga, mengetahui keadaan emosi seseorang sehingga dengan mengetahui emosi tersebut seorang pendidik dapat memahami dan memperlakukan seorang peserta didik dengan bijaksana.

Emosi adalah suatu keadaan jiwa yang dapat sangat berpengaruh bagi keadaan belajar peserta didik. Jika keadaan emosinya stabil maka ia dapat belajar dengan baik, begitu juga sebaliknya.

Keempat, membangkitkan motivasi belajar. Tujuan psikologi pendidikan yang paling penting adalah membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Psikologi pendidikan dengan pemahaman terhadap karakteristik jiwa peserta didik akhirnya haruslah mampu membangkitkan motivasi peserta didik untuk belajar.

Dari hal ini maka tujuan psikologi pendidikan merupakan alat bantu yang penting untuk dijadikan segala dasar untuk berpikir, bertindak bagi pendidik, konselor dan juga tenaga kerja profesional kependidikan lainnya dalam mengelola proses belajar-mengajar.

Selain memahami karakteristik jiwa seorang peserta didik, psikologi juga mempunyai tugas untuk menciptakan suasana belajar yang efektif, membantu pendidik untuk dapat memilih metode belajar yang paling efektif sesuai dengan karakteristik dan permasalahan peserta didik, membantu pendidik untuk dapat membangkitkan motivasi belajar peserta didik.

Oleh karena itu, psikologi pendidikan sangat penting dalam pendidikan dan juga untuk pembangunan ke depan.

Sebagai pendidik, sudah merupakan keharusan untuk bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya, karena pendidikan agama tidak hanya sekedar mentransferkan pengetahuan secara kognitif pada peserta didik.

Tetapi juga bagaimana pendidik tersebut mampu menerapkan dan menstimulasi peserta didik untuk dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat di dalam tindakan sehari-hari.

Oleh karena itu maka setiap pendidik harus dapat mengerti dan memahami keadaan jiwa setiap peserta didik agar melalui pemahaman tersebut, pendidik dapat mengukur kemampuan dan tingkat pemahaman peserta didik agar setiap pembelajaran yang berlangsung dapat berlangsung secara efektif.

Hal ini didukung oleh Mukhtar Yamin dalam buku Metode Pembelajaran Yang Berhasil yang menyatakan bahwa guru harus memenuhi ukuran kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya, sehingga peserta didik dapat mencapai ukuran pendidikan yang tinggi.

Bahan Bacaan

Setiawan, Mary Go. 1994. ‘Pembaruan Mengajar’. Bandung: Kalam Hidup.

Umi, 2021. ‘Peran Psikologi Pendidikan bagi Pembelajaran’. Jurnal Mubtadiin Volume (7). IAI An Nur

Yamin, Mukhtar Martins, 2005. ‘Metode Pembelajaran Yang Berhasil’. Jakarta: Nimas Multimas

Add Comment