Pahami Penulisan yang Baik, Wujudkan Artikel yang Berkarakter

Kecermatan berbahasa mencerminkan ketelitian seorang penulis. PEXELS/Andrea Piacquadio

Malam itu, Sabtu, 16 Desember 2017, Majalah Sekolah Diksi SMA Negeri 1 Gemolong, Kabupaten Sragen mengadakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jurnalistik.

Kegiatan ini telah diikuti oleh 25 siswa kelas X sekolah tersebut. Materi kegiatannya beragam, salah satunya adalah Teknik Menulis Artikel yang Baik. Oleh panitia, saya diminta untuk menyampaikan materi itu.

Artikel adalah satu dari sekian banyak jenis karya ilmiah. Artikel merupakan karya tulis yang berisi pendapat penulis terhadap informasi tertentu dan dimuat media massa, baik media cetak maupun digital.

Agar bisa dimuat di media ternama, penulis perlu memperhatikan karakteristik artikel, di antaranya aktual, berbahasa Indonesia yang baik, dan unik. Artikel perlu memperhatikan aktualitas informasi yang hendak disampaikan. Perhatikan headline informasi yang disiarkan media massa, baik media digital, cetak, maupun sosial.

Dengan menyajikan informasi aktual, redaksi media akan tertarik dan sangat mungkin mempertimbangkannya untuk dimuat. Informasi tersebut akan diketahui jika penulis gemar membaca informasi yang disajikan berbagai media.

Artikel harus ditulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Oleh karenanya, sangat penting memperhatikan penggunaan ejaan, tanda baca, koherensi antarkalimat, antarparagraf, serta kalimat efektifnya.

Ingat, kecermatan berbahasa mencerminkan ketelitian seorang penulis. Itu berarti bahwa penulis harus bisa menyajikan informasi dengan bahasa yang lugas tetapi menarik.

Terlebih saat artikel itu dikirim atau dimuat media cetak, maka sudah tak mungkin dapat diperbaiki jika terjadi kesalahan tulisan. Karena itulah, sangat sulit menembus redaksi media cetak jika penulisnya abai pada kualitas tulisannya.

Artikel perlu mempertimbangkan keunikan informasi yang disajikan. Maksudnya, penulis sebaiknya menuliskan informasi berdasarkan passion-nya. Jika berstatus siswa, sebaiknya artikel disusun berdasarkan pemahaman atau pendapat siswa.

Jika berstatus pendidik, sebaiknya artikel disajikan berhubungan dengan dunia pendidikan. Jadi, penulis tidak perlu menjadi penulis serba bisa. Ingat, tarif dokter umum itu sangat murah karena memang hanya memeriksa penyakit secara umum.

Namun, tarif dokter spesialis sangat mahal meskipun hanya meneliti satu jenis penyakit. Maka, jadilah penulis spesialis.

Setelah kita memahami tiga syarat tulisan berkarakter yang telah dipaparkan, maka selanjutnya kita perlu memahami tahapan-tahapan penulisan artikel, dimulai dari bagian identitas, leading, pemaparan informasi, penutup, hingga yang terakhir adalah pengiriman.

Bagian identitas meliputi judul artikel, penulis, profesi, dan email yang ditulis di bagian tengah atas. Bagian leading adalah paragraf pengantar. Bagian ini dapat ditulis dengan teknik mengutip berita aktual yang menjadi sumber informasi, deduksi, dan induksi.

Bagian pemaparan informasi merupakan bagian utama dari sebuah artikel. Pengembangan bagian ini dapat menggunakan teknik prosedur, kronologis, dan numerasi. Teknik prosedur berarti menjelaskan informasi dengan mengurutkan tahapan sebuah proses.

Pada teknik kronologis berarti menjelaskan informasi dengan menceritakan informasi berdasarkan urutan waktu dan peristiwa. Teknik numerasi berarti menjelaskan informasi dengan menggunakan angka-angka sebagai urutan skala prioritas.

Bagian penutup artikel dapat disajikan dengan model simpulan, pertanyaan, dan hanging. Simpulan berarti penulis merangkum informasi. Model pertanyaan berarti penulis menyerahkan simpulan kepada pembaca.

Model hanging berarti penulis menggantung simpulan agar pembaca bertanya-tanya sehingga akan mengikuti perkembangan informasi.

Bagian pengiriman berisi informasi terkait dengan teknik pengiriman naskah ke penerbit. Naskah dikirim ke penerbit dengan menggunakan email. Pada email, pengirim membuat surat pengantar sederhana kepada redaksi.

Setelah surat pengantar kepada redaksi, penulis melampirkan naskah, fotokopi identitas diri, foto terbaru, dan nomor rekening bank. Jadi, naskah artikel tidak ditulis di email, tetapi menjadi lampiran.

Saat saya menyampaikan tahapan penulisan itu, serta merta saya meminta peserta untuk membuatnya. Mulai dari bagian identitas, leading, pemaparan informasi, penutup, dan teknik pengiriman. Secara acak, saya meminta 6 siswa untuk membacakan setiap tahapan itu.

Hasilnya sungguh luar biasa. Saya temukan lebih dari 10 judul kreatif mereka, seperti Asri Tanpa Limbah Plastik, Mencegah Kecanduan Game Online, Membangun Sekolah Adiwiyata, Tantangan Generasi Milenial, dan lain-lain. Saking asyiknya berlatih menulis, tak terasa jam dinding sudah menunjukkan angka 11 malam.

Add Comment