Jadah Blondo, Kuliner Unik nan Lezat Khas Gawok

Jadah Blondo, makanan tradisional yang dapat ditemukan di Pasar Gawok. SURAKARTA

Gawok sebagai salah satu daerah yang berada di wilayah Jawa Tengah, tepatnya di Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Di wilayah Gawok terdapat beberapa pasar, salah satu pasar yang sangat terkenal adalah Pasar Gawok. Pasar ini berjarak kurang lebih dua kilometer dari Stasiun Gawok.

Pasar Gawok terkenal karena keunikannya, bagaimana tidak? Jika pada umumnya pasar buka setiap hari, namun pasar Gawok berbeda. Pasar ini hanya buka di hari pasaran Pon dan Legi, nama hari pasaran dalam kalender jawa.

Selain waktu bukanya yang unik, Pasar Gawok biasa disebut Pasar Lanang oleh masyarakat setempat. Lanang dalam Bahasa Indonesia artinya laki-laki atau pria.

Disebut Pasar Lanang karena pasar ini didominasi oleh para pedagang dan pembeli laki-laki baik anak-anak maupun orang tua. Namun tak sedikit para wanita yang berdagang atau membeli kebutuhan rumah tangga di Pasar Gawok.

Pasar ini menyediakan beragam alat kebutuhan yang terbilang cukup lengkap, mulai dari sayur mayur, makanan, hewan ternak, tanaman, perabotan rumah tangga, pakaian hingga tukang pandai besi bisa ditemukan di Pasar Gawok.

Selain alat-alat rumah tangga, terdapat pula beragam kuliner-kuliner unik dan khas, salah satunya adalah Jadah Blondo.

Jadah adalah kudapan yang berbahan dasar ketan yang ditanak dan dihaluskan, lalu dicetak dengan menggunakan loyang. Bentuknya yang kotak, teksturnya lengket, dan rasanya yang gurih adalah makanan favorit masyarakat Jawa Tengah, khususnya masyarakat Gawok.

Jadah Blondo khas Gawok adalah jadah seperti pada umumnya, namun jadah ini memiliki keunikan yakni ber-toping blondo. Oleh karena itu masyarakat Gawok menyebutnya Jadah Blondo.

Blondo berbahan dasar kelapa, yang kemudian diparut untuk diambil santannya. Selanjutnya, santan itu direbus sembari diaduk sampai mengental sehingga menghasilkan minyak.

Setelah memperoleh minyak, ampas kelapanya dijadikan untuk toping jadah, diuleni dengan gula jawa ataupun gula pasir untuk menghasilkan rasa manis.

Ampas kelapa inilah yang disebut blondo. Jadah Blondo dipercaya sebagai makanan khas Gawok karena jadah jenis ini jarang ditemui di daerah lain.

Jadah Blondo dijual mulai dari harga Rp4.000 hingga Rp15.000 rupiah dengan cara ditimbang menggunakan neraca kodok. Jadah Blondo akan dipotong-potong dan diseimbangkan dengan berat anak beban yang berbeda ukuran, misalnya seperempat kilo, setengah kilo, sekilo, dan seterusnya.

Cara yang digunakan tergolong sangat unik, karena jarang ada makanan diperjualbelikan dengan cara ditimbang, namun cara tersebut telah digunakan sejak turun-temurun.

Perpaduan rasa jadah yang gurih serta taburan toping blondo yang manis membuat Jadah Blondo nikmat untuk disantap.

Tak ayal Jadah Blondo digemari oleh semua kalangan termasuk anak-anak. Apakah anda tertarik untuk mencicipi Jadah Blondo, kuliner yang unik dan menarik khas Gawok ini?

Add Comment