Pasar Gawok, Pasar Tradisional yang Kian Melegenda

Pasar Gawok, Gatak, Sukoharjo. PEMKAB SUKOHARJO

Dahulu desa Geneng adalah salah satu desa yang termasuk dalam wilayah otoritas atau daerah kekuasaan Kasunanan Surakarta, setelah dinasti Mataram Islam pecah yang terbagi dalam empat kerajaan. Dahulu daerah masing-masing kekuasaan kerajaan diistilahkan dalam Bahasa Belanda dengan sebutan vorstenlanden yang artinya tanah milik raja (Suhartono, 1991). Daerah vorstenlanden sering dikaitkan dengan sosiologi pedesaan dan sejarah perkebunan di Jawa, biasa terkenal dengan daerah penghasil tebu (gula) dan tembakau sebagai bahan baku cerutu.

Setelah Perang Diponegoro mengalami kekalahan di Gawok sekitar tahun 1826, Belanda memulai ekspansinya dengan mengeksploitasi perkebunan tembakau di sekitaran Klaten sebagai ganti rugi selama perang dengan Pangeran Diponegoro (Carey, 2014). Daerah Gawok merupakan salah satunya, dengan mendirikan los atau pabrik tembakau untuk menampung hasil dari perkebunan.

Memanfaatkan keramaian orang-orang yang bekerja di pabrik tembakau dan loji pejabat Belanda saat itu, tepatnya di sebelah timur dukuh Gawok, masyarakat mulai berdagang menggunakan komoditi lokal mereka. Melihat hal tersebut, Raja Kasunanan Surakarta dahulu mengutus pejabatnya sekelas bupati (regent) atau wedono untuk mengumpulkan dan menata pedagang dengan memindahkannya di area lapang sebelah selatan pabrik tembakau, berada di dalam area yang dibatasi empat pohon beringin yang kemudian berdiri sebuah pasar.

Pasar gawok sendiri hanya beroperasi lima hari sekali dalam seminggu, yaitu di hari pon (kalender jawa). Namun, adanya antusias pengunjung hingga menimbulkan keramaian, menjadikan pembukaan pasar dibuka seminggu dua kali pada saat pon dan legi (kalender jawa). Selain itu, Pasar Gawok pun kerap dijuluki sebagai pasar lanang (laki-laki) karena mayoritas pengunjungnya adalah laki-laki dari berbagai usia.

Sebagai pasar tradisional lainnya pasar ini menyediakan berbagai kebutuhan. Banyak hal unik yang dapat dijumpai di sini mulai dari pakaian, gerabah, alat pertanian, makanan, pasar hewan, peralatan sepeda onthel, peralatan listrik, pandai besi, dan lain-lain. Di sini kita masih dapat menemukan jasa cukur rambut di sudut-sudut pasar yang masih eksis hingga sekarang. Pasar gawok sangat cocok untuk dikunjungi bagi para pencari alat untuk kebutuhan sehari-hari dengan harga yang murah dan pilihan yang lengkap.

Add Comment