Pandemi, Momentum Bangkitkan Gairah Berkebun

Selain wujud kemandirian pangan, berkebun juga bermanfaat baik bagi kesehatan fisik maupun mental. PEMKAB KLATEN

Pandemi Covid-19 sudah hampir satu tahun mendiami Indonesia. Berbagai fenomena dan masalah semakin bertambah. Kasus positif Covid-19 semakin meningkat jumlahnya, PHK di mana-mana, kejahatan merajalela, hingga korupsi bantuan dana.

Hal ini mengharuskan masyarakat untuk melakukan segala aktivitas di rumah. Bahkan di kampung saya, selama pandemi ini bukan hanya positif Covid-19 yang bertambah. Tapi juga angka kehamilan ibu-ibu di rumah meningkat.

Dalam situasi seperti ini, kita harus bisa terus bertahan hidup. Mencari cara lain untuk bisa tetap bekerja setelah di-PHK, tetap belajar, dan melatih kemampuan meskipun realitanya cuma rebahan, dan berusaha menopang kebutuhan pangan meskipun tidak dapat cuan.

Beberapa hari lalu saya sempat berbincang dengan kawan saya seorang petani sayur di Selo, Boyolali. Ia sebagai anak seorang petani mengeluh karena harga sayur anjlok di pasaran.

Di antaranya, harga kubis per kilonya kurang dari seribu rupiah, bahkan harga labu siam hanya laku di pasaran sebesar 300 rupiah per kilo. Hal ini terjadi lantaran banyak restoran yang gulung tikar sehingga menyebabkan merosotnya permintaan pelanggan di awal pandemi.

Namun, akhir-akhir ini Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian melesat saat pandemi. Dilansir dari CNBC Indonesia- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis PDB sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2020 yang mengalami penurunan sebesar -4,19 persen (Q to Q) dan secara year on year (yoy) turun -5,32 persen.

PDB pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan II 2020 (Q to Q) dan bahkan secara yoy, sektor pertanian tetap berkontribusi positif yakni tumbuh 2,19 persen.

Melihat hal ini, berkebun di pekarangan rumah bisa menjadi solusi di kala pandemi. Selain caranya yang mudah, memanfaatkan lahan yang ada dengan belajar berkebun tidak akan sia-sia.

Atau jika kesulitan akan lahan yang tersedia, dapat kita siasati dengan menanam dalam polybag. Banyak yang lebih memilih polybag sebagai tempat untuk menanam, selain praktis harganya juga relatif lebih murah daripada menggunakan pot.

Setelah memilih tempat tanam, hal yang perlu diperhatikan saat mulai bercocok tanam antara lain, media tanam. Dalam hal ini diusahakan media (tanah) yang digunakan adalah tanah yang subur.

Tanah humus atau tanah yang telah diberi pupuk terlebih dahulu. Setelah itu yang perlu dilakukan adalah dengan memberi perairan dan pencahayaan yang cukup, maka tanaman akan tumbuh dengan baik. Dengan begitu, hal ini juga akan membantu memperbaiki ekosistem alam sekitar.

Ide Bisnis

Selain itu berkebun juga dapat dilakukan oleh siapa saja, khususnya ibu-ibu rumah tangga ataupun mahasiswa yang hobi rebahan seperti saya. Dengan berkebun, waktu luang yang kita punya menjadi lebih berfaedah, bahkan dapat menghasilkan rupiah. Marni, salah satu contohnya.

Ia adalah seorang ibu rumah tangga, tetapi berpenghasilan lebih dari satu juta setiap bulannya. Tetangga saya ini, memang hobi bercocok tanam. Hingga di pekarangan rumahnya banyak terdapat tanaman-tanaman hias maupun sayuran.

Seiring berjalannya waktu, banyak tetangga yang tertarik membelinya, bahkan saat ini ia sudah memasarkan tanamannya ke luar kota dengan omset yang terbilang besar bagi seorang ibu rumah tangga.

Dikutip dari pertanian.go.id, pendapat senada juga disampaikan pengamat pertanian, Anton Apriyantono, bertanam dapat menjadi solusi mendapat penghasilan di tengah pandemi virus corona. Tanaman sayuran bisa menjadi pilihan karena masa panen sayur lebih cepat dan memeliharanya lebih mudah.

Setelah membaca alodokter.com, penelitian mengatakan bahwa berkebun juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan kita.

Manfaat itu antara lain, dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan adanya vitamin D dari sinar matahari pagi, mengusir rasa jenuh dan stress dengan menanam tanaman yang disukai dan melihat perkembangannya setiap hari, sebagai sarana latihan fisik dan olahraga tanpa harus melakukan gerakan-gerakan sulit, dapat menjaga kesehatan otak, serta membiasakan kita mengonsumsi makanan sehat.

Bagaimana, tertarik untuk berkebun?

Add Comment