Ikan-Ikan Liar

PEMKAB SRAGEN

 

Aku rasakan dingin malam ini

Malam yang pekat seperti kopi hitamku

Duduk bersandar pada bambu kuning penyusun lincak

Aku ingin memantulkan imaji setinggi-tingginya soal rumahku

Waktu kecilku, tak pernah rumahku menjadi akuarium untuk ikan-ikan liar

Sekarang, tiap hujan datang, ikan tak lupa jalan rumahku

 

Kata ayahku, ayah tak kuasa membendung eskavator yang mengepung lahan hijaunya

Bermodalkan sabda raja lima tahunan, ribuan pepohonan tumbang menyisakan tangisan

Sejak saat itu,

Oksigen dekat rumahku bertempur dengan karbon demi menyambut hidung penduduk

Bising roda tak henti menggetarkan gendang telinga

 

Ada yang suka dengan datangnya hujan

Tapi tentu bukan aku

Hujan setengah jam, mata kakiku akan terendam

Ah, aku ingin menikmati malam bercengkrama dengan alam

Namun, hanya gedung dan bangunan yang ada di depanku

Kututup cangkir kopiku, juga kelopak mataku

 

Penggubah: Ahmad Hafiz Imaddudien

*) Pegiat Literasi. Tinggal di Gemolong

Add Comment