Memanfaatkan E-Commerce dalam Pemasaran Susu Segar Boyolali

Patung sapi perah yang menjadi ikon Kabupaten Boyolali. DPRD BOYOLALI

Sapi perah umumnya dibudidayakan di dataran tinggi yang berudara dingin, hal ini dikarenakan produksi susu yang baik berada di daerah dengan suhu 5-21 derajat celcius. Suhu kisaran itu sesuai dengan karakteristik wilayah beberapa kecamatan di Boyolali seperti Kecamatan Selo, Cepogo, Musuk, Tamansari, Ampel, Mojosongo, dan Boyolali.

Tak heran Kabupaten Boyolali dengan jumlah sapi perah sekitar 94.000 ekor mampu menyumbang 49.000 ton susu per tahun. Jumlah ini setara 136 ton per hari, atau menyumbang 49 persen di Jawa Tengah.

Kecamatan Mojosongo menjadi salah satu kecamatan yang memiliki produksi susu cukup tinggi di Kabupaten Boyolali, tetapi masalah juga kerap dihadapi dalam proses memasarkan susu segar, yakni kualitas susu segar yang cepat menurun.

Padahal, di tengah pandemi Covid-19 kini permintaan susu di tingkat peternak sapi mengalami peningkatan hingga 50 persen. Permintaan itu datang dari perusahaan-perusahaan pengolahan susu yang telah bekerja sama. Oleh sebab itu dirasa perlu untuk mencari terobosan-terobosan baru untuk menghadapi persoalan kualitas dan permintaan susu segar ini.

Potensi sektor peternakan sapi perah di Boyolali merupakan aset penting yang perlu dikembangkan terarah, terpadu, dan berkesinambungan serta diharapkan dapat menunjang kelanjutan pembangunan dalam kapasitasnya sebagai sumber protein hewani yang kaya gizi. Terlebih, susu segar telah menjadi identitas dan ikon yang mendatangkan sumber pendapatan warga dan pemerintah Boyolali.

Di sisi lain, susu yang baru saja diperah akan mengalami perubahan kualitas apabila tidak segera ditangani, karena itu perlu saluran pemasaran yang baik menurut segi waktu dan biaya. Sebagian pemasaran saat ini belum jelas tingkat efisiensinya, seperti halnya saluran pemasaran susu segar di Kecamatan Mojosongo.

Dibutuhkan juga jalur pemasaran paling efisien berdasarkan yang dilewati pedagang pengumpul untuk mendistribusikan susu segar dan menjaga susu segar dengan memilih rute terdekat, waktu tercepat, dan efisiensi biaya.

Pengajar Fakultas Pertanian UNS Sutrisno Hadi Purnomo dalam studi Analisis Pemasaran Susu Segar Sapi Perah di Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, menjelaskan peternak sebaiknya memilih saluran pemasaran langsung, yakni peternak tidak menggunakan lembaga pemasaran. Pedagang pengumpul dalam saluran pemasaran perlu memperhatikan biaya pemasaran yang dikeluarkan sehingga pedagang pengumpul tidak perlu keluar kota dalam mendistribusikan susunya.

Pelibatan generasi muda dalam membantu pengembangan peternakan juga penting. Terutama pengetahuan mereka terhadap internet dan e-commerce. Dengan menghubungkan produk susu dengan internet, peternak dapat menjalin hubungan bisnis dengan rekan atau konsumen secara lebih efisien.

Keterampilan praktis dalam berbisnis lewat digital dan komunikasi ini diharapkan mampu memudahkan peternak dan konsumen melakukan transaksi bisnis maupun aliran kerja.

Teknologi Informasi

Smartphone jauh lebih terjangkau dibandingkan komputer dan laptop yang membuatnya mudah diakses oleh sebagian besar orang Indonesia. Ada sekitar 70 persen pengguna internet negara ini adalah pengguna smartphone. Laporan McKinsey menyoroti bahwa hampir 75 persen pembeli online di Indonesia menggunakan smartphone. Inilah salah satu di antara alasan e-commerce mengalami peningkatan yang begitu cepat di Indonesia yakni adanya peningkatan yang cepat dari penggunaan smartphone.

Apalagi transaksi informal atau perdagangan sosial berkembang pesat di Indonesia. Bahkan menurut data terbaru, perdagangan yang melibatkan pembelian dan penjualan produk melalui cara tidak resmi seperti penggunaan sosial media (online shop) ini menyumbang 40 persen dari semua penjualan e-commerce.

Di sisi lain, pertumbuhan perdagangan informal dapat dikaitkan dengan muda-mudi Indonesia yang mengerti digital. Statistik menunjukkan bahwa anak muda Indonesia adalah pengguna sosial media yang rajin. Negara ini memiliki jumlah pengguna Facebook terbesar keempat di dunia dengan 122 juta orang dan memiliki salah satu populasi terbesar pengguna Instagram. Indonesia juga merupakan negara terbesar kelima dalam hal pengguna Twitter.

Dengan begitu banyak pengguna sosial media, tidak mengherankan terjadi perdagangan informal yang besar di negara ini. Sektor e-commerce Indonesia sedang berkembang, jumlah penjual online di Indonesia meningkat dua kali lipat setiap tahun selama tiga tahun terakhir dan mencapai total 4,5 juta penjual aktif di tahun 2017. Sekitar 99 persen di antaranya adalah usaha mikro dan setengahnya merupakan bisnis online saja tanpa ada toko fisik.

Dalam memenuhi permintaan susu segar, diperlukan juga upaya untuk mendorong regenerasi peternak. Pemerintah mesti memberikan pengetahuan dan materi mengenai perkembangan e-commerce. Pemerintah juga perlu menyediakan pengembangan teknologi peternakan dan segala fasilitas penunjang agar mudah diakses bagi generasi peternak.

Peternak sebagai orang tua diharapkan perlu menularkan pengetahuannya kepada generasi penerus sejak dini. Namun, pemerintah juga harus mengoptimalkan akses informasi tentang teknis budidaya pada sektor peternakan. Pemerintah terkait dapat memberikan penyuluhan tentang bagaimana pemilihan bibit sapi yang baik, pemilihan pakan yang sehat, serta memperhatikan kesehatan hewan ternak.

Bahan Bacaan

Roso, Bedjo. 2021. ‘Perkembangan E-Commerce di Desa Mojosongo Boyolali’. Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora Volume 2(12).

Sutrisno, Ayu, Abdul. 2021. ‘Analisis Pemasaran Susu Segar Sapi Perah di Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali Jawa Tengah’. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Volume 2(12).