Ibu, Superhero Kami

15 tahun yang lalu, 27 Mei 2006, tanah kami, Jogjakarta dan Jawa Tengah diguncang gempa tektonik berkekuatan 5,9 Skala Richter. KEMENKES

Matahari bersinar cerah seperti biasanya. Kicau burung dan tarian sapu lidi di halaman memecah kesunyian. Pagi itu, aku sedang asik menonton televisi sampai akhirnya suara gemuruh datang menyapa diiringi dengan suara teriakan bulik,

“Ibu … ibu!”

***

Kurang lebih 15 tahun yang lalu, 27 Mei 2006, tanah kami, Jogjakarta dan Jawa Tengah diguncang gempa tektonik berkekuatan 5,9 Skala Richter. Hanya membutuhkan 57 detik untuk membuat semua orang panik kebingungan, bangunan rusak bahkan tak sedikit yang rata dengan tanah. Tak terkecuali aku yang kala itu asik menonton televisi sambil tiduran di lantai. Segera bangun dan berdiri menyaksikan barang di hadapanku tiba-tiba bergerak tanpa aba-aba.

Saat itu aku langsung teringat dengan adikku di kamar, usianya baru 4 bulan. Aku bergegas lari ke kamar menghampiri adikku. Ia masih terlelap. Entah apa yang aku pikirkan saat itu, selain mencoba melindungi adikku dengan tengkurap di atasnya agar ia tidak tertimpa puing bangunan.

Kami masih bertahan di dalam rumah hingga ibu datang menghampiri dan mencoba melindungi kami dengan tengkurap di atas kami. Namun, tak berselang lama, ibu berhasil membawa kami untuk keluar rumah.

Setelah gempa bumi berhenti, kami memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah.

Barang-barang berserakan, mangkok yang ada di lemari pecah tak bersisa dan rumah kami hampir runtuh. Kami masuk ke dalam kamar, siapa sangka tempat tidur yang tadi kami pakai sudah ada genteng di atasnya. Bila saja ibu tidak mengajak kami keluar atau terlambat membawa kami keluar pasti kami sudah tertimpa genteng tersebut.

Pertama kali kami merasakan gempa bumi yang begitu dahsyat. Jaringan telepon terputus, sehingga kami tidak bisa mengabari keluarga kami yang sedang berada di Madura. Indonesia yang berada di posisi Ring Of Fire serta letak Indonesia yang berada diantara tiga lempeng utama dunia yaitu lempeng Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik menjadikan Indonesia sering ditempa bencana gempa bumi dan gunung meletus.

Pun saat ada isu gelombang tsunami, ibu bergegas membawa kami untuk segera mengungsi mencari tempat yang aman. Ibu selalu melindungi kami, menggendong adikku dan menggandengku agar kami tetap selamat.

Layaknya superhero dalam Film Marvel, ibu adalah superhero kami di kala kami butuh perlindungan. Terima kasih ibu. Allah memberi keselamatan melalui perjuanganmu melindungi kami sehingga kami tak terluka sedikitpun.