Emak, Salah Satu Agen Digitalisme Paling Hits

Emak, mempunyai potensi sangat besar guna memajukan negeri ini melalui kemampuan digitalis yang dimiliki. UNICEF

Era digital. Kata yang tidak asing di telinga kita saat ini. Mau tak mau, kita harus bisa menyesuaikan diri di era canggih ini. Perubahan terjadi di semua lini dan lapisan masyarakat. Diperlukan ilmu dan kebijaksanaan dalam menyikapi setiap gejolak dan perubahan yang terjadi.

Berkembangnya teknologi digital menjadikan semua kehidupan berubah dengan sangat cepat dan pesat. Pada era ini manusia modern memiliki gaya hidup yang tak bisa dilepaskan dari perangkat elektronik.

Teknologi menjadi sebuah alat yang memiliki kemampuan dalam penyediaan sebagian besar akan kebutuhan kita sebagai manusia. Mempermudah semua pekerjaan, membawa kita kepada perubahan yang positif dan kita usahakan menggunakannya secara baik.

Namun, ada kalanya, kita tidak bisa menghindar dari efek negatifnya. Kini, semua bidang kehidupan tiada terlepas dari sentuhan penggunaan teknologi. Seperti ekonomi, sosial dan budaya, politik, keamanan, pertahanan, serta teknologi informasi itu sendiri.

Di era digital ini, memungkinkan privasi kehidupan seseorang seakan-akan hilang hijabnya. Data-data yang bersifat pribadi dalam sebuah perangkat teknologi seperti internet dapat mudah dilacak, melalui penggunaan berselancar atau kesukaan. Ini bukan perkara siap atau tidak, namun, sebuah konsekuensi dari ‘kegilaan’ perkembangan teknologi yang tiada terbendung.

Pergerakan seperti arus laut. Ia begitu cepat berjalan di tengah kehidupan kita. Tiada pilihan untuk kita, selain berusaha untuk menguasai serta mengendalikan teknologi tersebut secara baik dan benar, guna memberikan kebaikan dan kemanfaatan bagi kita sebesar-besarnya.

Emak, sebutan populer media sosial bagi perempuan dewasa kini yang melek teknologi. Ia adalah salah satu pengguna terbesar yang memanfaatkan teknologi digital saat ini. Emak, salah satu garda terdepan dalam sebuah peradaban sehingga tidak akan mampu menghindari perkembangan teknologi ini. Maka emak bisa menjadi agen perubahan kebaikan dan kemanfaatan dalam semua situasi dan kondisi dalam era digital saat ini.

Emak, mempunyai potensi sangat besar guna memajukan negeri ini melalui era digital saat ini. Potensi perempuan sudah tidak terbendung lagi. Luar biasa dalam perkembangannya, dalam memberikan warna perkembangan dunia digitalisme.

Aksesibilitas emak-emak dalam dunia digital misalnya, penggunaan aplikasi belajar daring untuk anak-anak mereka, aplikasi WFH yang menunjang pekerjaan mereka, juga yang hits saat ini adalah penggunaan aplikasi belanja online. Tak dipungkiri, emak-emak banyak menyumbang cita-cita terwujudnya e-commerce.

Namun, perlu adanya perhatian besar, bahwa setiap kemudahan dalam sebuah perkembangan kehidupan selain positif juga terdapat hal negatif. Seperti penyalah gunaan media sosial, adanya berita-berita palsu yang dikenal dengan hoax, pembuatan konten yang tidak sesuai dengan norma dan moral. Semua ini akan merugikan perempuan itu sendiri, ketika tidak diantisipasi secara baik.

Maka meningkatkan kemampuan berliterasi yang baik dan benar dalam memanfaatkan media digital, menjadi sangat perlu. Emak-emak harus mengetahui secara pasti aturan main bermedia sosial.

Kajian dengan menitik beratkan perhatian pada peran emak dalam era digital adalah ide yang menarik. Emak kekinian sebagai orang tua yang hidup dalam era digital ini, tentu dihadapkan dalam banyak tantangan dan tuntutan. Melek teknologi dalam membesarkan generasi milenial. Kini, anak-anak menjadi akrab dengan gawai. Menjadikan media sosial sebagai bagian dari hidup mereka.

Hal ini dapat memudarkan fungsi emak dalam sosok sentral keluarga karena tergantikan oleh gawai-gawai tersebut. Maka para emak harus mewaspadai dengan mengimbangi penguasaan ilmu teknologi agar dapat mengarahkan anak-anak supaya tidak melampaui batas penggunaan teknologi yang dapat merugikan.

Emak, sebagai salah satu agen digitalisme, mempunyai ruang yang besar untuk keperluan aktualisasinya. Baik ruang ekonomi maupun kelimuan yang tentunya sangat berdampak pada pencapaian kehidupannya.

Sungguh era digital menyediakan kesempatan luar biasa untuk para emak. Kemudahan dan kepraktisan berniaga, eksistensi hingga peran pengawasan anak-anak bisa ia lakukan dengan tetap tidak meninggalkan peran utamanya sebagai ibu.

Pengawasan anak-anak bisa dilakukan jika para emak juga menguasai apa yang sedang digeluti anak-anaknya. Sepanjang zaman, sepanjang trend, ibu adalah madrasah pertama untuk generasi, maka wawasan luas serta pengalaman hidup juga harus disesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi.

 

Add Comment