Kelas Perempuan

Merebaknya permasalahan di masyarakat membuat aneka kelas khusus untuk perempuan dibuka selebar-lebarnya. KEMENAG

Zaman yang serba modern ini, membuat setiap insan berlomba-lomba dalam mencari kebaikan. Tidak asal berbuat baik, namun mereka mencari tempat dimana bisa menemukan tempat yang nyaman dalam menimba ilmu sebelum memulai untuk beramal.

Memang sebagai perempuan kodratnya sebagai kaum yang suka belajar. Selain itu, perempuan merupakan calon ibu yang akan menjadi tempat pendidikan pertama bagi anak-anaknya kelak. Mau tidak mau, kegigihan dalam mendidik diri memang harus dimulai sejak masih sendiri. Karena ujian untuk mengendalikan diri jauh lebih sulit daripada mengendalikan orang lain.

Merebaknya permasalahan di masyarakat membuat aneka kelas khusus untuk perempuan dibuka selebar-lebarnya. Diharapkan agar kelak bisa menjadi seorang ibu yang memiliki kemampuan memadai dalam mendidik putra putrinya. Seluruh lapisan para ahli berlomba-lomba pula membuat terobosan terbaru dalam merekrut perempuan-perempuan, baik yang sudah menikah ataupun masih single.

Uniknya, Allah membagi setiap perempuan sesuai dengan minat serta bakatnya. Makanya setelah masuk ke dalam sebuah kelas perempuan, dipertemukanlah perempuan dengan perempuan lain yang memiliki minat dan bakat yang sama. Atau istilah kerennya adalah satu frekuensi.

Bila sudah satu frekuensi, masalah serumit apapun pasti akan lebih mudah untuk teratasi dengan segenap pengalaman di dalamnya. Kodrat perempuan yang memang suka berkumpul, bertemu dan bercerita yang membuat adanya kelas perempuan terasa pas bila diperuntukkan bagi satu frekuensi.

Pertumbuhan kelas perempuan seperti inilah yang bisa membuat perempuan-perempuan Indonesia menjadi lebih aktif, produktif dan menghasilkan karya. Pengalaman yang diperoleh dalam setiap kelas perempuan adalah modal utama untuk mengembangkan kemampuan serta minat bagi yang mengikutinya.

Lalu, kelas perempuan seperti apa yang harus diikuti bagi setiap perempuan? Dalam kehidupan berumah tangga, kelas yang dibutuhkan untuk diikuti yaitu kelas ibu. Proses menjadi seorang ibu merupakan perubahan besar yang terjadi bagi seorang perempuan.

Dimana pada saat masih hidup sendiri, pasti lebih berfokus pada dirinya sendiri. Tidak ada yang mengganggu, namun setelah menikah semua berubah. Bahkan bila tidak dipersiapkan, akan membuat kaget dalam beradaptasi dengan situasinya yang baru.

Itupun belum secara menyeluruh tersampaikan, bila melihat berita rasanya miris saat suami tega membunuh istrinya yang sedang hamil. Atau sebaliknya, seorang istri yang tega menghilangkan nyawa suaminya. Permasalahan seperti ini marak sekali terjadi, apalagi di musim pandemi yang banyak para suami tidak bekerja sehingga menganggur di rumah sedangkan kebutuhan hidup terus berjalan.

Istri menuntut namun tidak memahami situasi suami yang sulit sehingga memicu amarah suami yang dengan kodratnya ingin dihormati. Bila hal-hal tersebut tidak didasari ilmu mumpuni untuk selalu menerima, bersyukur serta senantiasa mengingat tujuan awal menikah pasti akan berakhir seperti cerita di atas.

Masalah seperti inilah yang diperhatikan para ahli agar mampu mengurangi korban yang semakin lama semakin membumbung tinggi. Perubahan ini yang didukung oleh setiap komunitas yang atas dasar kepedulian membagikan ilmu-ilmu yang berharga tersebut kepada jutaan perempuan di luar lingkungan hidupnya.

Apakah itu bukan perbuatan mulia? Menyiapkan wadah untuk berbagi dan saling merasakan kepedihan oleh berbagai kalangan keluarga akan membuat seorang perempuan semakin tegar dalam menyelami kehidupan rumah tangga.

Karena sejatinya kebahagiaan sebuah keluarga tetaplah diawali dari kebahagiaan dari setiap masing-masing individu. Dari kebahagiaannya yang telah dibawa sebelum menikah, bila ia bertemu dengan partner yang tepat maka kedua orang yang menikah atas dasar ibadah insya Allah keluarga akan diliputi keberkahan atas izin-Nya.

Sehingga tidak saling menuntut untuk dibahagiakan, karena tanggung jawab kebahagiaan itu atas dasar pribadi masing-masing. Bukan tanggung jawab pasangan, bila sudah seperti ini penting untuk seorang laki-laki maupun perempuan membuatuhkan waktu sendiri atau biasa disebut me time.

Kelas perempuan untuk saat ini memang lebih mudah diakses dan bisa disesuaikan dengan minat setiap perempuan. Bila suka memasak, membuat karya, menambah ilmu parenting itu semua sudah memiliki wadah tersendiri apalagi di musim pandemi ini semua berlomba–lomba memberikan terobosan terbaru tanpa harus keluar rumah namun masih mampu berkarya ataupun belajar. Fenomena munculnya kelas-kelas perempuan ini memiliki banyak sisi positif dalam perkembangannya diantaranya.

Perempuan yang memang tidak diizinkan oleh suami bekerja di luar rumah, akan diberi ruang, pengalaman dan lingkup pertemanan yang menjadikan seorang istri bisa mengembangkan bakat serta keilmuan yang dimiliki itu untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sekalipun seorang istri diizinkan bekerja oleh suami, dia pasti memiliki hobi yang ingin disalurkan melalui kelas perempuan yang bisa sefrekuensi dengan dirinya.

Karena di era yang serba modern ini banyak hal yang menuntut manusia untuk menjadi sempurna. Namun mereka lupa bahwa ketidak sempurnaan seorang perempuan inilah yang seharusnya disadari dan diberikan tempat untu tidak melulu diingatkan pada kekurangannya.

Pentingnya Kelas Parenting

Mudah bagi seorang perempuan untuk bisa beradaptasi pada hal baru yang pada dasarnya sangat disukainya. Kelas perempuan akan menjadi sangat berarti bila kelas tersebut sangatlah pas dalam permasalahan kehidupan yang sedang dialami. Karena memang ada beberapa faktor yang menyebabkan perempuan itu memilih kelas untuk diikutinya selama ini. Salah satunya mencari solusi dari permasalahan hidunya. Yang sering saya temui adalah kelas parenting.

Di kelas parenting ini, banyak ibu yang menanyakan permasalahan yang dihadapi dalam proses perkembangan serta pertumbuhan anak mereka. Keinginan untuk bertanya dan keinginan untuk menjadi ibu yang sigap dalam permasalahan di depannya membuat banyak perempuan diluar sana juga melakukan hal yang sama yaitu belajar. Karena menjadi seorang perempuan yang telah dikarunia anak merupakan pusat pergerakan dari keluarga tersebut.

Apabila ibu setiap hari belajar seperti membaca, menjahit, memasak, serta melakukan hal-hal kebaikan lainnya maka anak yang setiap hari melihatnya akan tertarik untuk meniru perilaku seorang ibu malah bisa jadi yang ditiru akan menjadi lebih baik. Pun juga bila seorang ibu yang berperilaku kurang baik, maka anak akan meniru perilaku tersebut dengan cara yang lebih ekstrim lagi. Karena itulah menjadi seorang ibu tidak cukup berbekal pada ilmu yang dicontohkan orangtua kita terdahulu atau ilmu dibangku sekolah.

Namun, jangan biarkan ilmu itu berlalu tanpa bekas. Setiap kelas perempuan yang disediakan oleh suatu komunitas itu pasti sudah meneliti tentang kebutuhan masyarakat tentang permasalahan yang dihadapi. Untuk itu ambil langkah dalam rangka ikhtiar belajar agar menjadi seorang ibu atau anak perempuan yang selalu mengikuti perkembangan zaman. Tidak mudah memang, mengalahkan ego sendiri, karena bila sudah menikah akan banyak permasalahan yang dihadapi.

Maka dari itu, semakin dewasa berpikir itu merupakan proses belajar dan proses meluaskan cara pandang terhadap masalah. Semua bisa terjadi pada saat kita mau belajar untuk memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu. Setelah selesai dengan diri sendiri maka proses menuju kebaikan pada lingkungan sekitar akan lebih mudah.

Bukankah menikah memiliki tujuan yang utama yaitu beribadah? Bagi perempuan yang belum menikah ikhtiar ibadah kita adalah belajar. Bila sudah tepat pada waktunya pasti akan dipertemukan dengan seseorang yang tepat untuk menguji belajar kita.

Bagi perempuan yang sudah menikah, saat sudah memiliki anak ada keinginan untuk membawa anak memiliki pengalaman yang berbeda dari hidup orangtua terdahulu. Inilah salah satu bentuk ikhtiar kita dengan belajar di kelas perempuan yang diharapkan bisa membuat proses berpikir, bersudut padang serta proses berkarya semakin terasah dengan baik.

Selamat belajar sampai akhir hayat perempuan-perempuan hebat. Darimu akan lahir penerus dan pemimpin bangsa yang kuat pada zamannya.

Narasi singkat tentang kelas perempuan saya dedikasikan agar setiap perempuan terus belajar dan belajar. Saya percaya bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini, untuk itu dengan belajar membuat kita lebih bisa menerima dan mensyukuri segala kekurangan yang Allah titipkan.