Boba Bonggol Pisang, Olahan Pangan Inovatif Kaya Serat

Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K) UMS menunjukkan produk olahan Boba Bonggol Pisang. DOKUMENTASI PRIBADI

NGUTER, Sukoharjo | Era industrialisasi kini, setiap pelaku usaha tampak seolah diharuskan memiliki gagasan dan ide yang kreatif. Kepekaan gagasan tersebut nantinya akan menghasilkan produk inovatif yang dapat mengantarkan pelaku usaha tetap mampu bersaing atau setidaknya bisa mendapat tempat pada iklim kompetisi pasar.

Sebab, kecanggihan teknologi akan terus berkembang pesat dan setiap usaha pasti berlomba-lomba meluncurkan produk termutakhir untuk menggaet konsumen. Inilah yang disebut era disrupsi, siapa yang tidak peka melihat arus perubahan, ia akan tertinggal atau bahkan usahanya akan terhenti apabila tidak mampu beradaptasi.

Berangkat dari kondisi pasar seperti itu, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta meluncurkan Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K) dengan judul ‘Boba Bonggol Pisang sebagai Inovasi Boba dari Bonggol Pisang (Musaparadisiaca) dengan Kandungan Gizi Tinggi dan Bervarian Rasa.’

Tim beranggotakan Ferdi Pratama, Tri Cahyo Utomo, Rilo Fajar, Hammam Muhammad, dan Agung Ahlul ini telah lolos dari penilaian Dikti untuk memperoleh dana dari program PKM Kemenristekdikti tahun 2021.

Latar belakang dipilihnya kreativitas ini, menurut Cahyo Utomo, anggota Tim PKM-K, karena suburnya pohon pisang yang tumbuh di Indonesia, hal ini dibuktikan produksi buah pisang yang cukup tinggi. Namun, pemanfaatan posong pisang masih dirasa kurang maksimal. Selama ini hanya buahnya saja yang dimanfaatkan untuk dijadikan bahan olah.

Selain buahnya, ada bagian dari pohon pisang yang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan bahan olah, yaitu bonggol pisang (Musaparadisiaca). Salah satu implementasi pemanfaatan dari bonggol pisang ini adalah diolah menjadi tepung bonggol pisang.

Terlebih lagi, menurut Rosdiana dalam buku Pemanfaatan Limbah dari Tanaman Pisang, bonggol pisang memiliki komposisi yang terdiri dari 76% pati dan 20% air. Pati ini menyerupai pati tepung sagu dan tepung tapioka. Kandungan gizi bonggol pisang yang cukup tinggi, memungkinkan bonggol pisang untuk dijadikan sebagai alternatif bahan pangan yang cukup potensial.

Selain memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, tepung bonggol pisang diupayakan dapat menjadi produk bahan pangan tepung perspektif, fungsional, dan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Pengolahan bonggol pisang akan esensial meningkatkan daya guna pisang sebagai upaya sumber eksplorasi tepung baru. Hal ini tentu sangat mendukung upaya persediaan ketahanan pangan.

Diterangkan oleh Cahyo, produksi Bobopi ini cukup praktis. Pertama memilih dan mencuci bonggol pisang. Lalu bagian bonggol pisang diambil, dan dikeringkan dengan oven. Bonggol yang sudah kering tersebut lantas dibuat tepung, lalu dikreasikan lebih lanjut menjadi boba, hingga diberi sentuhan akhir yang ada beberapa komponen yang sudah ada di dalam kemasan instan. Bobopi pun siap dikonsumsi.

Pengemasan produk BOBOPI menggunakan plastik tebal yang kedap udara (di-press) untuk menjaga produk tetap awet dan berkualitas dengan per kemasan seberat 1 kg. Kami berinisiatif untuk membuat kemasan yang unik dan menarik berupa desain cap yang estetik agar dapat menarik pembeli untuk membeli dan meningkatkan penjualan.

Usaha minuman bertempat di Nguter, Sukoharjo ini cocok untuk kalangan segala umur, mulai dari anak-anak hingga dewasa dapat menikmati kesegaran Bobopi. Apalagi saat dicampur dengan minuman milk tea.

”Selain menyehatkan, minuman ini harganya relatif murah. Cukup dengan harga Rp10.000 sudah dapat memperoleh Bobopi segar kemasan instan sekali seduh 150 gram, ada juga kemasan satu kilo untuk outlet-outlet minuman seharga Rp25.000-Rp30.000,” kata Cahyo.

Meski usaha ini baru berjalan dan baru didaftarkan pada BPOM, lanjut Cahyo, namun saat ini ia telah mendapat pesanan. Hal ini menunjukkan bahwa banyak konsumen yang antusias terhadap Bobopi.

Cahyo berharap dengan adanya ikhtiar timnya dalam pengoptimalan bonggol pisang ini bisa memacu UMKM lainnya untuk lebih mencintai dan mengolah sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

“Saat ini kami telah membuka pemesanan Bobopi, konsumen dapat melakukan pemesanan melalui Instagram dengan id bobopi.official.”

Add Comment