Kepemimpinan Muda, Pembangunan Pemuda, dan Revitalisasi KNPI

Bendera Komite Nasional Pemuda Indonesia. KNPI

Wacana berkaitan dengan kepemudaan, dalam tahun-tahun belakangan ini menjadi perhatian serius bagi berbagai kalangan, mulai dari pemerintahan, lembaga swadaya masyarakat, maupun organisasi kepemudaan sendiri. Wacana yang dibahas adalah sekitar bonus demografi yang sedang dialami Indonesia, peran pemuda dalam kehidupan berbangsa, serta berbagai masalah sosial yang dihadapi oleh pemuda saat ini.

Berbagai seminar, workshop, dan diskusi sudah banyak diselenggarakan dalam rangka merumuskan, merancang, dan mencari solusi atas berbagai wacana kepemudaan tersebut. Akan tetapi, bagaimana dampaknya terhadap perkembangan potensi kepemudaan dalam pembangunan saat ini?

Bagi Kota Solo, wacana kepemudaan juga menjadi hal yang penting untuk dibahas. Wacana kepemudaan di Kota Solo menemukan dua momentum penting yang bisa menjadi langkah pemajuan pemuda sebagai ‘tulang punggung’ bangsa.

Momentum pertama berkaitan dengan terpilihnya Gibran Rakabuming Raka sebagai Walikota Solo yang merupakan sosok pemuda. Diharapkan dengan sosoknya yang masih muda akan melahirkan kebijakan-kebijakan inovatif, kreatif, dan mendukung pengembangan potensi pemuda dalam menghadapi tantangan zaman saat ini. Perkembangan teknologi informasi yang berkembang pesat perlu menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan Pemerintah Kota, terutama berkaitan dengan kepemudaan.

Momentum kedua, yaitu dengan adanya Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Solo. KNPI merupakan salah satu organisasi yang menaungi pengembangan potensi pemuda-pemuda. Anggotanya terdiri dari organisasi-organisasi kepemudaan, seperti Organiasasi Mahasiswa, organisasi pemuda sayap partai, organisasi masyarakat, dan lainnya. Melihat keanggotaan KNPI ini, sebenarnya KNPI mempunyai peranan yang sangat sentral dan strategis dalam mengawal wacana kepemudaan yang berkembang.

Kedua momentum tersebut dapat menjadi titik awal ‘pembangunan pemuda’, terutama Kota Solo. Pembangunan yang dimaksud tak melulu soal pembangunan fisik-material, akan tetapi juga soal pembangunan manusia dan segala potensinya yang ada. Maka pembangunan yang diperlukan adalah pembangunan yang seimbang antara ‘fisik’ dan ‘spirit’ agar dapat saling mendukung satu dengan lainnya.

Pembangunan fisik dapat berupa pembangunan sarana dan prasarana untuk kegiatan kepemudaan, misalnya pembangunan pusat latihan atlet e-sport, pembangunan ruang kreativitas pemuda, maupun pembangunan pusat-pusat Wi-Fi gratis untuk mendukung inovasi bagi pemuda. Sementara pembangunan ‘spirit’ kepemudaan dapat dilakukan dengan pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan soft-skill pemuda maupun melalui pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya pemuda.

Pembangunan pemuda dibutuhkan dalam rangka merancang bangun kebijakan kepemudaan yang dapat diimplimentasikan secara langsung. Rancangan ini tentu hanya dapat dilakukan oleh elite politik pemuda, terutama dalam wadah KNPI. KNPI dengan anggotanya dari berbagai organisasi beragam, yang tentunya memiliki ide bermacam, tentu saja kaya akan gagasan tentang kepemudaan yang dihadapkan pada tantangan zaman.

Sumbangsih gagasan KNPI yang kaya tersebut tak seharusnya mandek dalam gagasan, akan tetapi harus dapat terwujud dalam program-program kegiatan konkret. Oleh karenanya, peran strategis KNPI sebagai jembatan penghubung dengan Pemerintah Kota Solo dalam melahirkan kebijakan strategis kepemudaan menjadi sangat penting untuk ditunjukkan. Di sini, kita juga dapat mengukur bagaimana bargaining position KNPI di hadapan Pemerintah Kota Solo.

Revitalisasi KNPI

Untuk dapat merancang pembangunan pemuda, harus dimulai dari pelaksanaan Musda KNPI Kota Solo. Musda KNPI dapat dimaknai sebagai sumbangan gagasan dari, oleh, dan untuk pemuda di Kota Solo. Bukan sekadar forum formalitas penunjukan seorang Ketua Umum baru. Musda KNPI harus dapat merumuskan langkah strategis dan konkret bagi pemuda Kota Solo agar lebih siap dalam menghadapi tantangan zaman.

Kritik dan saran yang membangun bagi organisasi KNPI Kota Solo perlu diberikan. Misalnya, masih minimnya partisipasi anggota KNPI, dalam hal ini adalah organisasi kemahasiswaan maupun organisasi masyarakat lain dalam setiap kegiatan KNPI. Jamak diketahui, setiap kegiatan KNPI terkesan hanya ditujukan kepada pengurus KNPI. Setiap kegiatan KNPI dilaksanakan dari, oleh, dan untuk pengurus KNPI; bukan anggota KNPI. Ke depan, KNPI perlu merangkul organisasi kepemudaan lain dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.

Selanjutnya, sebagai organisasi kepemudaan yang seharusnya bersikap kritis, KNPI seolah tak pernah menunjukkan sikap kritis terhadap kebijakan Pemerintah, terutama di Kota Solo. Bila ada berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat, KNPI tidak lantas menunjukkan sikap atau kritik terhadap kebijakan tersebut.

Dan tak kalah penting, terkait dengan transparansi dan akuntabilitas dana KNPI. Dalam perkembangan zaman yang serba-terbuka, setiap organisasi dituntut untuk semakin transparan dan akuntabel dalam pengelolaan dana yang berasal dari publlik (negara). Hal ini penting untuk dapat menjaga independensi organisasi KNPI agar tak terjebak dalam konflik kepentingan anggaran yang diberikan.

Transparansi dan akuntabilitas sangatlah penting untuk mencegah dan menghindari penggunaan anggaran yang tak efektif dan efisien. Bahwa sebagai organisasi kepemudaan, setiap kegiatan KNPI ditujukan dalam rangka pembangunan dan memberi kemanfaatan bagi pemuda.

Terakhir, sebagai organisasi yang menaungi organisasi kepemudaan lain, perlu kiranya membangun sinergisitas antar-organisasi kepemudaan. Selama ini, terkesan tak terjalin komunikasi dan koordinasi terkait wacana kepemudaan. Seolah antar-organisasi kepemudaan mempunyai wacana masing-masing, berjalan parsial, dan tak terarah pada satu tujuan.

Hal inilah yang menyebabkan tidak pernah terintegrasinya wacana kepemudaan dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam bidang kepemudaan. Padahal, KNPI dapat menjadi forum bersama dalam menyatukan wacana kepemudaan, terutama di Kota Solo, untuk dapat membangun ‘pembangunan pemuda’ seutuhnya, baik fisik maupun spirit.

Harapannya, Musda KNPI Kota Solo dapat merevitalisasi peran dan kiprah KNPI menjadi lebih baik dan lebih memberikan manfaat dalam rangka mewujudkan kualitas sumber daya pemuda yang siap menghadapi segala tantangan zaman. Semoga.