Pembangunan Partisipatoris Warnai RPJMDes Temuireng Jatinom

Pembangunan tower air dalam program Pamsimas Desa Temuireng. SOLEH FEBRIYANTO

TEMUIRENG, Jatinom | Pemerintah Desa Temuireng, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten mendorong pembangunan partisipatoris warga. Hal tersebut termaktub dalam RPJMDes Temuireng tahun 2019-2025 yang belum lama ini disepakati.

Secara redaksi, prakarsa itu muncul dalam salah satu misi Pemdes Temuireng, ‘Membangun, Menggali, dan Memberdayakan Potensi Sumber Daya Manusia dan Alam dengan Konsep Pembangunan yang Partisipatoris’.

Pembangunan partisipatoris, dalam istilah lain, yakni pembangunan partisipatif. Tujuannya, melibatkan kepentingan warga dan dalam prosesnya melibatkan warga, baik langsung maupun tidak langsung. Dengan partisipasi, hasil pembangunan diharapkan sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan warga.

“Belajar dari sejarah, potensi, dan peluang yang dimiliki maka visi Pemerintah Desa Temuireng yang diejawantahkan dalam RPJMDes Temuireng tahun 2019-2025 adalah ‘Nyawiji Dadi Siji, Manunggal Dados Setunggal, Hanuju Maju Temuirengku’,” ujar Kepala Desa Temuireng, Sujiyono, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Kades menjelaskan bahwa ‘Nyawiji’ bermakna nilai kebersamaan secara lahiriah yang kemudian didefinisikan dalam aktivitas kebersamaan untuk mempertahankan budaya gotong royong. Gotong royong diharapkan mencakup segala aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun pertahanan dan keamanan.

‘Manunggal’ berarti nilai kebersamaan dan bersatu padu secara batiniah sebagai penyempurna kebersamaan secara lahiriah. Artinya, warga Desa Temuireng diharapakan dapat bersatu dalam nilai batiniah. Dinamisasi dalam segala aspek kehidupan yang terbangun adalah upaya untuk mendukung program pembangunan desa.

‘Maju’ yang dimaksud yakni kondisi warga Desa Temuireng yang dapat tercukupi kebutuhan hidupnya secara adil dan merata, baik kebutuhan lahiriah meliputi sandang, pangan, papan, dan kesehatan, maupun kebutuhan batiniah yang meliputi rasa aman, tenteram, dan damai.

Sementara misi yang hendak dicapai sebagai implementasi Visi Pemerintah Desa Temuireng adalah menciptakan kehidupan bermasyarakat yang guyub dan rukun, bersendikan agama. Selain itu, membangun roda Pemerintah Desa yang transparan dan akuntabel sesuai prinsip good governance.

“Di samping pembangunan yang partisipatoris tadi, kami juga bertekad untuk meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana publik serta penyediaan kebutuhan sarana prasarana dasar sosial warga,” terang Kades.

Penanganan Pandemi

Hingga kini, Pemdes Temuireng masih concern pada penanganan pandemi Covid-19. Misalnya, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Pamsimas Hibah Insentif Desa (HID) mendapatkan peran tambahan dalam fungsi pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19. Peran tersebut tertuang dalam petunjuk teknis (Juknis) Pelaksanaan Program Pamsimas dalam Masa Pandemi Covid-19 di mana pada pelaksanaan program sebelumnya tidak ada.

Untuk Desa Temuireng, selain sarana air minum, dibangun sarana tambahan seperti 2 unit sarana Sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di depan Kantor Desa dan Polindes. Ada pula program sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui media promosi di sekolah.

Dalam pelaksanaan program, pekerja dan pelaku Pamsimas diwajibkan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Penerapan protokol kesehatan dikoordinasi oleh Satlak Pamsimas yang juga bertugas sebagai Satgas pencegahan Covid-19 khusus program Pamsimas.