Wayang Kulit dan Jalan Agar Terus Lestari

Foto: Humas Kabupaten Purbalingga

Wayang kulit yang merupakan budaya asli dan warisan luhur bangsa kini perlahan-lahan mulai dilupakan. Padahal, wayang kulit menjadi salah satu berlian yang dimiliki Indonesia dan seharusnya dijaga dan dikembangkan.

Namun seiring berkembangnya zaman, masyarakat menjadikan kebudayaan barat sebagai sarana menghibur diri karena wayang kulit sendiri dianggap sangat membosankan. Wayang kulit sendiri berperan besar dalam setiap perkembangan di Indonesia, seperti halnya Wali Songo (Sunan Kalijaga) yang menggunakan wayang kulit sebagai sarana untuk berdakwah agama islam. Pudarnya rasa memiliki akan budaya wayang kulit dan budaya lokal yang lainnya menjadi PR tersendiri bagi seluruh masyarakat terlebih generasi muda.

Kini, dampak dari wayang kulit yang perlahan-lahan mulai tergantikan dengan kebudayaan-kebudayaan western/barat ini sangat merugikan bangsa Indonesia sendiri. Kenapa kita tidak melestarikan budaya sendiri, sementara negara lain terus melirik budaya kita? Pertanyaan ini mungkin bisa dijadikan motivasi untuk terus melestarikan budaya lokal terutama wayang kulit.

Hal ini terlihat saat negara tetangga, Malaysia, yang mengklaim bahwa wayang kulit merupakan budaya asli mereka. Hal ini tentu saja menimbulkan kericuhan di Indonesia, di mana masyarakat Indonesia tidak menerima bahwa budaya wayang kulit telah di klaim oleh Malaysia. Dan keadaan reda saat UNESCO menetapkan wayang kulit sebagai budaya asli Indonesia pada tanggal 27 November 2003.

Namun setelah wayang kulit kembali ketangan Indonesia, justru budaya wayang kulit ini ditelantarkan dan perlahan mulai dilupakan. Selain itu, dampak yang ditimbulkan dari hilangnya budaya wayang kulit adalah para seniman wayang kulit yang mulai terlupakan, para pengrajin wayang kulit yang kehilangan penghasilan karena berkurangnya permintaan pembuatan wayang kulit, serta bakat/skill yang dimiliki seseorang tidak akan tersalurkan. Bisa jadi wayang kulit yang tak diurus lagi akan menghilang ditelan jaman..

 

Tindakan Yang Diambil Mahasiswa Untuk Mempertahankan Warisan Budaya Wayang Kulit

Lantas tindakan/langkah apa yang harus diambil sebagai mahasiswa untuk mempertahankan warisan budaya Wayang Kulit? Terdapat beberapa langkah yang perlu diambil agar Wayang Kulit tetap terjaga kelestariannya. Di antaranya sebagai berikut:

  1. Mendirikan ekstrakurikuler untuk mengenalkan Wayang Kulit. Mahasiswa saat ini akan memberikan kontribusi di beberapa masa yang akan datang. Dengan ekstrakurikuler yang dapat melestarikan Wayang kulit, maka kepudaran kesenian wayang kulit dapat diminimalisir. Dan tantangan sendiri bagi mahasiswa dalam mempertahankan budaya wayang kulit adalah, sedikit mahasiswa yang mungkin tertarik dengan kesenian tersebut ditambah lagi perkembangan zaman yang semakin modern. Dan mungkin dengan cara mengemas ekstrakurikuler dengan semenarik mungkin, maka mahasiswa lain akan tertarik dengan wayang kulit lagi.
  2. Menanamkan rasa memiliki dan berpikir positif. Selalu menanamkan bahwa wayang merupakan kesenian Indonesia, merupakan permata yang dimiliki Indonesia yang harus dirawat, dilestarikan dan dijaga. Selain itu, perlu adanya pemikiran yang maju, bahwa jika wayang kulit dilestarikan dan dijaga, maka eksistensi wayang kulit di dunia akan semakin meningkat dan akan semakin banyak masyarakat dunia yang mengenal kesenian Wayang Kulit.

Maka dari itu, tidak hanya generasi tua yang terus menjaga budaya nusantara, termasuk wayang kulit. Dalam perkembangannya sendiri, eksistensi wayang kulit di dunia internasional memerlukan kita sebagai generasi muda untuk mengenalkannya pada dunia. Ditambah lagi dengan adanya teknologi yang semakin canggih, memungkinkan pelestarian wayang kulit akan semakin mudah. Dan kita harus pandai menyaring berbagai macam budaya yang masuk ke nusantara, karena bisa jadi budaya yang masuk tersebut akan mengancam keberadaan budaya kita sendiri.

Selain itu, budaya nusantara sendiri merupakan investasi negara di masa depan, sehingga generasi di masa mendatang dapat mengenali budayanya sendiri. Dengan kasus sebelumnya, di mana Malaysia mengklaim beberapa kebudayaan asli Indonesia bisa digunakan sebagai pembelajaran dan peringatan untuk terus menjaga dan melestarikan budaya nusantara, terutama kesenian wayang kulit yang dirasa semakin lama semakin memudar. Maka dari itu, dengan menjaga budaya berarti menjaga martabat bangsa, karena budaya nusantara merupakan jati diri bangsa yang harus dijaga dan membawanya kearah yang lebih baik kedepannya. Kita jaga budaya kita, kalau bukan kita , lalu siapa lagi? Kalau bukan sekarang, lantas kapan lagi?(Nova Wisnu Murti)*

*Penulis adalah Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta