Pasar Doplang sebagai Representasi Pariwisata Ekonomi Lokal

Foto: travelingyuk.com

Slogohimo– Pada umumnya, warga desa mengandalkan kegiatan bercocok tanam guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jenis lahan dan keterampilan yang dimiliki oleh warga setempat, menjadi suatu corak yang tak bisa ditampik dalam gambaran kehidupan perdesaan. Dusun Kembar di Kecamatan Slogohimo adalah salah satu ruang masyarakat yang tak terlepas dari corak tersebut.

Akan tetapi, untuk mengupayakan penghasilan warga di luar pendapatan dari bertani maka Kelompok Dasa Wisma Dusun Kembar, Desa Pandan, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri berinisiatif merintis kegiatan usaha kuliner. Ternyata respon pembeli begitu antusias, sehingga muncullah ide untuk mendirikan usaha kuliner yang menjajakan makanan-makanan tradisional di sebuah lokasi pategalan milik warga. Begitulah singkat cerita awal mula berdirinya Pasar Doplang pada Nopember 2018. Sebuah pasar kuliner khas makanan tradisional yang menjadi bomming media sosial di wilayah Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.

“Animo pengunjung tiap hari minggu pagi terus meningkat, bahkan sempat dalam satu hari minggu dihadiri lebih dari lima ribu pengunjung. Omset yang masuk Pasar Doplang tidak kurang dari Rp 50 juta tiap hari Minggu pagi. Namun, selama pandemi Covud-19 berlangsung hingga saat ini, sejak bulan April kemarin Pasar Doplang terpaksa harus ditutup. Semoga pandemi lekas berlalu dan Pasar Doplang dapat buka lapak lagi,” ujar Achmad Wachid, Lurah Pasar Doplang.

Sampai sekarang, usaha kuliner tradisional yang berada di wilayah Dusun Kembar telah menampung sebanyak 65 lapak menjajakan berbagai macam jenis kuliner tradisional. Adapun ketrampilan dalam mengolah masakan, penyajian, tempat usaha dan prasarana lainnya masih terus dalam proses penataan dan perbaikan. Mengingat pendanaan yang sangat minim maka pengelola memanfaatkan sumber daya seadanya meskipun tetap mengedepankan nilai-nilai artistik dengan tetap menjaga kearifan lokal, tambah Wachid.

“Selain eksistensi kegiatan usaha kuliner bertujuan meningkatkan penghasilan warga, kami juga memiliki misi menjadikan kegiatan usaha kuliner tersebut sebagai salah satu area untuk melestarikan budaya Jawa yang sudah makin tereduksi oleh budaya asing. Misalnya, seluruh pedagang dan semua stakeholders terlibat dalam kegiatan wajib menggunakan pakaian adat Jawa yaitu beskap lurik dengan menggunakan blangkon bagi laki-laki dan baju motif lurik dan jarik bagi wanita,” papar Paryono, Kepala Desa Pandan.

Salah satu keunikan lain di tempat ini, yang sekaligus menjadi daya tariknya adalah komunikasi pasar yang mengharuskan bahasa Jawa selama melakukan transaksi. Selain itu, tatkala mengolah atau memasak masakan semua pedagang dilarang menggunakan kompor minyak maupun gas dan listrik, mereka harus menggunakan arang atau kayu sebagai bahan bakarnya.

Dalam transaksi sehari-hari, alat tukar pun dibuat khusus dari kayu. Pembeli pun mesti menukar uangnya dalam bentuk kayu. Ini adalah kewajiban transaksi di kawasan tersebut. Pembeli dan pedagang tidak diperkenankan menggunakan plastik. Tujuannya sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar turut melestarikan lingkungan tanpa mencemari lewat penggunaan sampah plastik.

“Tak dapat dipungkiri, Pasar Doplang sempat bomming di media sosial sebagai iconik bagi Desa Pandan Kecamatan Slogohimo. Kerinduan masyarakat terhadap akar budaya dan makanan tradisional sebagai kenangan masa lalu dijawab dengan menarik oleh pengelola Pasar Doplang. Harganya murah, jajannya lengkap dan pengunjung dapat menikmati susana wisata berupa tampilan seni tradisi dan indahnya pemandangan alam Gunung Braja dan Alas Donoloyo,” urai Agus Pramono, Sekcam Kecamatan Slogohimo.

Keberhasilan Pasar Doplang, menarik animo publik rupanya mendapat tanggapan positif dari Bappeda Kabupaten Wonogiri dalam ajang Wonogiri Innovation Award yang digelar di aula pendapa kabupaten (Rabu, 16/12). Pasar Doplang mampu menghantarkan Desa Pandan meraih juara ketiga kategori Desa/Kelurahan Terinovatif di bawah Desa Baturetno sebagai juara kedua dan Desa Sumberejo Batuwarno sebagai juara pertama.

Add Comment