Kabupaten Boyolali Menuju Konsep Smart City

Foto: Humas Provinsi Jawa Tengah

Cepogo– Pada Rabu (28/2/2021), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Boyolali, membutuhkan kerja sama Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal itu disampaikan Abdul Rahman saat acara Rapat Koordinasi (Rakor) Smart City, di Gedung Smart City Center Kabupaten Boyolali.

Kabupaten Boyolali benar-benar yakin untuk menyongsong kota bersistem kota cerdas (Smart City). Dengan diresmikannya gedung Smart City Center dan diluncurkannya aplikasi telepon yang menggunakan jaringan internet atau disebut VOIP (Voice Over Internet Protocol), hal tersebut menjadi tolak ukur kesiapan menyongsong konsep Smart City untuk Kabupaten Boyolali.

Dilansir dari Hootsuite platform penyedia media di Kanada menyatakan bahwasannya tingkat pengguna media berjumalh 175,4 juta dari 272,1 juta jiwa. Langkah konkrit dari DIKOMINFO Boyolali diharapkan menjadi langkah brilian untuk memperkuat komunikasi dan terciptnya Smart City.

Booming Smart City

Program dan sistem Smart City mulai dijadikan acuan oleh beberapa daerah di Indonesia, dengan harapan sebagai kota yang mampu adaptif di era yang serba teknologi. Faktor ini diawali dari kesuksesean di beberapa daerah; Surabaya, Bandung, Semarang dlsbh.

Awal mulai konsep Smart City dimulai dari perusahaan International Bussiness Mechines Corporation (IBM), selanjutnya di adopsi oleh pakar tata ruang dunia untuk dijadikan model Kota Cerdas (Smart City). Inti dari konsep Kota Cerdas yaitu dengan menggunakan sistem informasi untuk menjalankan roda kehidupan agar lebih efektif dan efisien.

Melalui sistem VOIP yang digagas Diskominfo Kabupaten Boyolali, diharapkan mampu memperkuat jaringan OPD di beberapa titik daerah. E-Government sebagai alat pengikat komunikasi pelayan yang tersistem agar terciptanya pelayanan masyarakat yang lebih baik.