Usai Revitalisasi, Pasar Cepogo Siap Ditempati

Foto: Humas Pemkab Boyolali

Boyolali– Demi mewujudkan iklim perdagangan yang semakin maju, tertata, dan modern, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali merevitalisasi satu per satu pasar tradisional yang ada di Kota Susu. Dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali sebagai bagian penting dari upaya ini, sejumlah pasar ditata agar tidak memberi kesan umum pasar tradisional yang kotor dan kumuh.

Salah satu pasar yang menjadi sasaran revitalisasi adalah Pasar Cepogo yang berada di pinggir jalan utama Kecamatan Cepogo menuju wilayah Magelang. Pasar ini setiap harinya selalu ramai aktivitasnya. Pada Senin (15/2/2021) mendatang, pasar ini akan pindah menempati lahan yang berada di Desa Mliwis atau 500 meter ke arah timur dari lokasi pasar sebelumnya.

Dijelaskan Kepala Disdagperin Kabupaten Boyolali, Karsino bahwa sejumlah 1.400 pedagang Pasar Cepogo telah tertampung untuk menempati lokasi pasar yang baru. Pada pasar tersebut terdapat 151 kios, 960 los dan ada 300 oprokan.

“Pedagang yang menempati kios los maupun oprokan sudah tertata. Semua dari pedagang lama Pasar Cepogo sudah tertampung di Pasar Cepogo ini,” terangnya di sela peninjauan Pasar Cepogo baru, Selasa (9/2/2021).

Relokasi dan Penataan

Relokasi Pasar Cepogo ini telah menelan anggaran Rp 33 miliar. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari anggaran pengadaan tanah pada tahun 2017 dan 2018 sebesar Rp 12 Miliar dengan luas dua hektar. Selain itu juga menelan anggaran Rp 21 Miliar untuk pembangunan fisik Pasar Cepogo yang mulai dibangun pada tahun 2018 hingga 2020. Pasar yang baru ini juga akan dibedakan menurut klasifikasi barang yang dijual, agar para pembeli nyaman dan mudah menemukan barang yang dicari.

“Sehingga memang Bupati (Seno Samodro) dalam hal ini membangun sebuah pasar tidak hanya fisiknya yang baik tetapi juga penataan pedagang dan dagangannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cepogo, Maryono mengaku senang dengan berpindahnya lokasi Pasar Cepogo. Menurut penjual pakaian ini, Pasar Cepogo yang lama dinilai sudah tidak layak untuk digunakan.

“Senang dengan kondisi seperti ni, dulu kan kumuh, sangat kumuh sekali. Sudah tak layak Pasar Cepogo yang lama itu dipakai,” ujarnya.

Revitalisasi pasar membuat harapan terus mengalir. Salah satunya harapan agar kepindahan Pasar Cepogo ke tempat yang baru dapat membantu perekonomian masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.