UMS Mendukung Program Vaksinasi Pemerintah dan Siap Diajak Mengedukasi Masyarakat

Foto: Menara62.com

UMS– Masyarakat Indonesia belakangan bias sedikit bernafas lega setelah pemerintah mengumumkan bahwa vaksi untuk Covid-19 sudah ditemukan dan siap didistribusikan. Yang menjadi prioritas distribusi vaksin ini adalah para tenaga kesehatan yang bekerja di lapangan, disusul kategori kelompok lainnya yang rentan tertular Covid-19.

Menurut penuturan Prof. Dr. Muhammad Da’i, M.Si., Apt, selaku Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang juga pakar di bidang farmasi, vaksinasi merupakan upaya paling efektif untuk mencegah penularan Covid-19.

Vaksinasi ini sangatlah penting tidak hanya untuk orang yang menerima melainkan juga orang lain di sekitarnya. Hal ini karena orang yang sudah mendapat vaksinasi berarti sudah melakukan pencegahan penularan virus kepada orang-orang yang belum mendapatkan kesempatan untuk menerima vaksin Covid-19.

Muhammad Da’i, mengaku sudah banyak melihat bertebarannya informasi yang mempertanyakan kemanan dan kehalalan vaksin tanpa didukung data yang mencukupi dan valid. Oleh karena itu, UMS siap bila diajak pemerintah untuk melaksanakan edukasi dan sosialisasi program vaksinasi ini terhadap masyarakat luas.

“Maka dari itu sudah menjadi tugas kita untuk memberikan edukasi vaksin ini dengan pendekatan yang objektif yang bisa mempertahankan keyakinan orang-orang sekaligus mendorong untuk mendukung dan mengikuti program vaksinasi ini,” tuturnya saat memberikan sambutan pada webinar Gugus Covid-19 UMS, Sabtu (13/2/21).

Menurut Muhammad Da’i, UMS mendukung penuh program vaksinasi ini, bahkan UMS siap jika nantinya mendapat giliran untuk dilakukan vaksinasi setelah tenaga kesehatan (Nakes).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, dr. Yunia Wahdiyati, M.Si yang juga menjadi pembicara, berharap proses distribuasi vaksin di Indonesia khususnya di daerah dapat berlangsung lancar dan penyediaan vaksin bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia. “Kalau melihat jumlah penduduk kita berarti sekitar 260 jutaan. Semoga bisa terpenuhi,” katanya.