Tekan Penyebaran Virus Corona, Klaten Gandeng Komunitas Masyarakat

Foto: Humas pemkab Klaten

Klaten– Kasus terkonfirmasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Tengah memasuki babak baru. Pemerintah telah menempuh berbagai upaya agar masyarakat berpartisipasi dalam pemutusan mata rantai penyebaran virus ini. Salah satu caranya dengan meminta masyarakat Jawa Tengah, terutama warga Klaten bersabar tinggal di rumah selama dua hari di pekan pertama Bulan Februari 2021.

Pada hari Sabtu dan Minggu masyarakat Jawa Tengah diminta menghabiskan akhir pekan untuk tinggal di rumah saja. Ini dilakukan supaya pergerakan warga dapat mengontrol menghambat penyebaran virus yang sangat merugikan dalam mobilitas sehari-hari masyarakat. Harapannya, upaya ini dapat menurunkan lonjakan kasus yang terjadi di Provinsi Jawa Tengah.

“ Tanggal 6 dan 7 warga Jateng diminta stay at home. Ini termasuk kebiasaan baru harus kita coba. Kondisi penambahan kasus covid 19 termasuk di Kabupaten Klaten sudah sangat membahayakan. Warga harus sadar dan harus memahami mau mencoba bersabar dengan kondisi sulit. Kami minta kampanye stay at home akhir pekan ini bisa dimengerti dan dipatuhi warga Klaten, karena kondisi sudah sangat memaksa,” jelas Kepala Dinas Komunikasi Informatika Klaten Amin Mustofa kepada Tim Pemberitaan Dinas Kominfo (Selasa, 2/2/20).

Menyasar Kantung Masyarakat

Selain itu, Amin menambahkan terkait teknis pelaksanannya, pihaknya masih menunggu surat edaran Gubernur Jawa Tengah. Untuk sementara ini sifatnya baru sosialisasi. Hal ini seiring dengan kemitraan komunikasi publik yang dilakukan Dinas kominfo Klaten terkait satgas keluarga.

“Kami punya harapan program Jateng di Rumah Saja ini bisa dengan maching dengan program satgas keluarga di Klaten. TP PKK Kabupaten Klaten sangat bagus responnya, termasuk Pengurus Daerah Fatayat Nashatul Ulama Klaten. Semoga ikhtiar ini bisa menjadi solusi” harap Amin Mustofa.

Untuk sosialisasi, Dinas Kominfo Klaten telah bekerja sama dengan beberapa pihak. Ketua TP PKK Kabupaten Klaten Atik Jaka Sawaldi menyatakan 21 ribu kader PKK Klaten siap menjadi satgas berdaster menegakan kepatuhan protokol kesehatan guna mengendalikan penambahan kasus Covid 19 di Klaten.

Komitmen itu dilakukan secara berjenjang melalui kader PKK baik tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa sampai RT dan RW, dukungan yang sama ditunjukan Pengurus Daerah Fatayat Nashatul Ulama Klaten melalui ketua Ika Nirmala Dewi yang menyatakan 1.200 kader muda Fatayat NU Klaten juga siap mendukung pemerintah menjadi satgas keluarga.