Refleksi Akhir Masa Kepemimpinan Wali Kota Surakarta

Foto: Humas Pemkot Surakarta

Surakarta– Memimpin sebuah kota membutuhkan tanggung jawab yang besar sekaligus komitmen kuat untuk menghadapi banyaknya tantangan yang harus dihadapi demi kemajuan masyarakat kota. Lepas dari masa jabatan, tentu ada banyak hal yang mesti diracik sebagai pembelajaran di masa depan. Itulah yang dilakukan oleh Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, dan Wakil Wali Kota, Achmad Purnomo.

Menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota selama bertahun-tahun bukan pekerjaan yang mudah. Berbagai kenangan dan suka duka yang dirasakan dan tidak akan lekas pudar. Selepas belasan tahun mengabdi Wali Kota Surakarta dan Wakil Wali Kota diantar pulang ke kediaman masing-masing.

Tepat di peringatan Hari Jadi Kutha Sala ke-276, Rabu (17/2/2021), FX. Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo berpamitan kepada para ASN yang mengikuti upacara di halaman Balaikota. Suasana haru terlihat ketika Wali Kota Surakarta yang telah mengabdi selama 15 tahun akan diantar ke kediaman di Pucangsawit dan Wakil Wali Kota Achmad Purnomo ke Jalan Bayangkara.

Selama bertahun-tahun melayani masyarakat Kota Solo, prinsip LURIK melayani masyarakat tanpa memandang jabatan, profesi, dari mana asalnya, semuanya sama dalam mendapat pelayanan. Dengan dasar dan komitmen tersebut, menghasilkan pemimpin yang dicintai dan di hormati masyarakatnya. Selasa, 16 Februari 2021, di Pendhapi Gedhe Balaikota Surakarta menjadi hari terakhir Walikota dan Wakil Walikota Surakarta melayani di Pemerintahan Surakarta.

Acara “Panembahan Panuwun” merupakan puncak dari rangkaian acara yang diselenggarakan sebelumnya seperti sonjo warga di lima kecamatan di Kota Surakarta sebagai wujud terimakasih masyarakat Surakarta terhadap Wali kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo dan Wakil Wali kota Achmad Purnomo yang memimpin Kota Surakarta selama dua periode. Acara dilaksanakan secara offline dan online.

Lagu “Sang Pelayan” ciptaan Ibu Ina yang dibawakan oleh Elizabeth Sudira merupakan sebuah gambaran kepemimpinan yang dilaksanakan oleh walikota dan wakil walikota dimana semangat dan dukungan dari masyarakat merupakan sumber kekuatan mereka dalam melayani meskipun banyak halangan dan rintangan yang dihadapi dalam memimpin Kota Surakarta.

Sekda Surakarta dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas dedikasinya kepada Pemerintah Surakarta dan masyarakat dengan slogannya Wasis, Waras, Wareg, Mapan, dan Papan ( 3WMP) dengan 5 mantapnya (Mantap Kejujuran, Mantap Kedisiplinan, Mantap Pelayanan, Mantap Organisasi, dan Mantap Gotong Royong) yang selalu ditekankan kepada ASN dan masyarakat. Ahyani berharap, meskipun Pak Rudi dan Pak Purnomo sudah tidak lagi menjabat sebagai pemimpin Kota Surakarta, tetap melayani dan mendukung pemerintahan yang baru.

Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo menekankan, ”Tetap terapkan LURIK( Lurus dalam Pelayanan, dan Ikhlas dalam pelayanan),5 Mantap (mantap Kejujuran, Mantap Kedisiplinan, Mantap Pelayanan, Mantap Organisasi, dan Mantap gotong royong)), JOGLO ( Jejeg Ora Goyah lan Ora Gureh) serta bermental PION ( Pegawai yang Idealis, On the track,dan Nasionalis) demi mewujudkan Kota Surakarta yang aman, nyaman, dan aman”. “Saya mengucapkan terimakasih untuk dukungannya selama mengabdi melayani di Perintahan Surakarta, dan meminta maaf jika ada salah atau hal yang kurang berkenan kepada para ASN dan masyarakat, serta berharap para ASN dan Masyarakat untuk tetap mendukung pemerintahan yang baru dengan prinsip yang selama ini sudah dilakukan.” Ujarnya.

Achmad Purnomo secara pribadi juga mengucapkan terimakasih dan permintaan maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan selama memimpin dan melayani masyarakat di kota Surakarta, dan berpesan untuk tetap menjaga keharmonisan dan mendukung pemerintahan yang baru demi mewujudkan Kota Surakarta sebagai kota yang layak huni. “saya dan pak Rudi berkomitmen akan tetap melayani masyarakat meskipun sudah purna tugas.”

Di acara panembahan panuwun ini, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Surakarta memberikan kenang-kenangan baik itu berupa Pion emas, lukisan, dan tarian.