Menggerakkan Ekonomi Desa dari Sapi Perah

Foto: Dokumen Pribadi

Desa Glagah memiliki cerita panjang sebagai daerah penghasil susu sapi perah. Turun temurun keahlian berternak sapi yang konon berasal dari Eropa ini masih lestari sampai sekarang. Meski dilakukan secara sederhana, peternak mampu mempertahankan produktivitasnya.

Dukuh Karangsalam, Desa Glagah, bisa dikatakan sebagai pusat peternakan sapi perah terbesar saat ini. Di samping bertani dan berdagang, mayoritas warga memilih sapi perah sebagai hewan ternak mereka. Kemampuan mereka mengurus hingga memerah sapi tentu tidak perlu diragukan lagi.

Perlahan tapi pasti, warga mulai menyadari bahwa ternak sapi perah adalah potensi besar yang bisa jadi secara alamiah memang menjadi branding atau setidaknya sebagai potensi unggulan yang kelak desa merasakan dampaknya.

Optimisme ini terbangun dalam diri saya mengingat susu adalah barang ‘premium’ yang rata-rata tidak bisa dikembangkan di semua wilayah. Ditambah dengan umur panjang peternakan sapi warga yang masih bertahan hingga sekarang.

Pada titik ini saya selalu ingat dengan apa yang terjadi di Selandia Baru. Di sana saking seriusnya warga menggarap peternakan sapi, seantero dunia selalu mengingat Selandia Baru jika bicara susu sapi perah. Sederhana saja, bagi saya modal pertama mereka adalah keahlian yang terus dipertahankan, lantas mengapa kita tidak bisa melakukan hal yang sama. Ini yang terus saya sampaikan di desa.

Hal yang paling krusial adalah bagaimana mempertahankan sapi perah sebagai salah satu komoditas ekonomi masyarakat desa. Ini yang penting dan serius, mengingat warga sudah mempraktikkan sejak lama dan bertahan hingga sekarang. Dari kaca mata bisnis, usaha yang mampu bertahan itulah yang menang, inilah bukti nyatanya.

Berdasarkan data Bidang Peternakan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Klaten, pada 2018 terdapat lebih dari enam ribu ekor sapi perah yang mampu menghasilkan susu segar lebih dari empat juta liter per tahun.

Memang sebagian besar masih mengandalkan Koperasi Unit Desa (KUD) sebagai penerima hasil perahan mereka, dengan harga per liter Rp. 4.000,-. Melihat potensi ini, saya mengajak warga untuk bersama-sama melakukan hilirisasi pegelolaan susu sapi perah. Tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin.

Melalui Kelompok Wanita Tani Ternak Sri Handini, warga mulai bergeliat melakukan inovasi susu sapi perah menjadi beragam produk olahan, mulai dari yougurt, permen hingga kerupuk susu. Dengan bantuan peralatan dari Pemerintah Pusat, Glagah menjadi satu-satunya desa di Klaten yang mampu mempraktikkan produksi turunan susu sapi perah, bahkan mendorong hingga menjadi wisata edukasi.

Potensi Ekonomi Desa

Bersyukur adalah cara pertama saya untuk mulai menggerakkan ekonomi desa. Setiap desa dikarunia potensi masing-masing, lantas dengan bersyukur akan membuka lintasan pikir kita untuk mengembangkan potensi itu sebagai modal untuk menggerakan ekonomi desa, yang pada akhirnya membawa kesejahteraan masyarakat desa.

Susu sapi sebagai salah satu modal untuk menggerakan ekonomi desa jelas membutuhkan kolaborasi warga, pemerintah hingga swasta. Di Glagah saya wadahi dengan Kelompok Wanita Tani Ternak Sri Handini.

Sudah seharusnya pendekataan pembangunan pedesaan mulai diarahkan secara integral dengan mempertimbangkan kekhasan daerah baik dilihat dari sisi kondisi, potensi dan prospek dari masing-masing daerah. Dengan mengetahui komponen utama dari aktivitas ekonomi suatu desa, maka kebijakan dan perencanaan pembangunan desa dapat disesuaikan dengan tipologi desa tersebut.

Pembangunan desa yang terfokus pada kegiatan ekonomi setempat, dapat memberikan multiplier effect yang luas, seperti perluasan lapangan kerja, investasi, pembangunan infrastruktur dan lain sebagainya. Selain itu diharapkan terjadinya keterkaitan ke belakang dan ke depan ( backward dan forward linkages) baik antar desa maupun antar desa dengan kota. Disertai pula adanya harapan ihwal perbaikan kualitas hidup dan kesejahteraan bagi masyarakat desa sekaligus dapat mengatasi kemiskinan yang ada di desa.