Mengenal Singkat Kampung Sondakan

Foto: Solotouristpromotionboard.org

Sondakan– Di kawasan Laweyan, terdapat kawasan berikat yang menghubungkan empat kelurahan di mana Kampoeng Batik Laweyan menapaki masa jayanya. Keempat kelurahan itu di antaranya adalah Kelurahan Pajang, Sondakan, Bumi, dan Laweyan. Keempat kelurahan ini bahu-membahu membangkitkan kembali poros ekonomi di kawasan Laweyan. Salah satu kelurahan tersebut, Sondakan, memiliki kampung sejarah yang kerap dijadikan rujukan wisata di Kota Surakarta.

Di masa lalu, kampung Sejarah Sondakan adalah salah satu kampung wisata di Kota Surakarta yang memiliki peran krusial pada keberadaan Keraton Kasunanan Surakarta di sekitar abad ke-16. Kampung Sondakan dahulu dipimpin oleh seorang bekel bernama Reksohandaka. Bekel Reksahandaka merupakan Bekel yang punya cerita penting dalam babak sejarah tertentu Keraton Kasunanan di masa pemerintahan Pakubuwono II. Nama Kampung Sondakan juga diambil dari tokoh Reksohandaka yang dalam pengucapannya lama-kelamaan menjadi Sondakan.

Kelurahan Sondakan terdiri dari Lingkungan Kampung Sondakan, Premulung, Mutihan, Jantirejo, dan Tegal Rejo. Luas wilayahnya kurang lebih 4,4 km. Dahulu Sondakan merupakan pebekalan yang artinya satu wilayah yang dikepalai Bekel dibawah Pemerintahan Keraton Surakarta. Pada Tahun 1917, Administrasi Sistem Pemerintahan Keraton berubah dari pebekalan menjadi kelurahan.

Pada masa lalu, sebelum pembagian wilayah secaran administrasi, Sondakan dan Bumi merupakan bagian dari Bumi Laweyan, yaitu sebuah Desa Perdikan di bawah Kerajaan Pajang. Konon, asal–usul nama Sondakan berasal dari nama leluhur yang tinggal di kampung tersebut yang bernama Mbah Sondak.

Kampung Sondakan dalam berbagai literatur sejarah juga kerap disebut banyak berkontribusi dalam masa awal pergerakan nasional. Di kampung ini dahulu, organisasi modern pertama yang menjadi pelopor pergerakan nasional berdiri, Sarikat Dagang Islam. Haji Samanhudi selaku motor awal organisasi tersebut, berasal dan dimakamkan dari kawasan ini. Tak heran jika di kampung ini terdapat Museum Haji Samanhudi sekaligus makam keluarga Samanhudi.

 

*Diolah dari berbagai sumber