Konsep Wisata Kesehatan Akan Diterapkan di RSUD Karanganyar

Foto: Humas Pemkab Karanganyar

Karanganyar– Fasilitas kesehatan di Karanganyar terus diperbarui. Terkini RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Karanganyar akan dinamai RSUD Raden Mas Said. Pemberian nama baru ini menyusul dicanangkannya konsep rumah sakit wisata yang akan diterapkan di Kabupaten Karanganyar.

“Namanya bakal saya namai RSUD Raden Mas Said. Tunggu saja peresmiannya,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai mengecek RSUD Karanganyar, Selasa (09/02).

Bupati juga sempat melakukan pengecekaan sejumlah tempat. Termasuk taman yang berada di belakang Ruang Rawat Inap Wijaya Kusuma. Taman di tempat tersebut telah dibangun dengan dekorasi bunga yang telah dirangkai sedemikian rupa hingga membentuk lambing cinta di beberapa titik.

Dengan adanya dekorasi taman ini, diharapkan para pembesuk ataupun para pengunjung akan merasakan hawa sejuk yang bertujuan dapat membantu mengurangi tekanan masa-masa perawatan. Nantinya suasana ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut, sehingga fasilitas kesehatan yang ada dapat menyatu dengan konsep wisata.

Rencana wisata kesehatan dan inovasi fasilitas keseatan publik ini sudah direncakan beberapa waktu yang lalu. RSUD Karanganyar memang akan dikembangkan menjadi rumah sakit wisata kesehatan. Diharapkan Konsep RS Wisata tersebut sudah bisa terwujud sebelum Bupati menyelesaikan kepemimpinan di Karanganyar.

Konsep wisata kesehatan adalah semua fasilitas tambahan yang ada di rumah sakit bisa digunakan oleh semua pasien maupun membesuk tanpa membedakan kelas. “Jadi rumah sakit dikonsep dari semula tempat merawat orang sakit, menjadi tempat rekreasi kesehatan. Fasilitas seperti tempat santai bagi pembesuk, ruang edukatif hingga ruang bermain anak, bisa digunakan tanpa pembedaan kelas. Saya berharap bisa selesai sebelum akhir jabatan saya,” pungkasnya.

Konsep Wisata Kesehatan

Wisata kesehatan sendiri sebelumnya telah diutarakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Beberapa waktu lampau, Kemenkes bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menyusun agenda yang isinya adalah pencanangan wisata kesehatan. Kerjasama dua lembaga ini bertujuan agar pembaharuan fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia dapat beriringan dengan peningkatan inovasi turisme.

Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad(K) RI selaku Menteri Kesehatan terdahulu menjelaskan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran adalah wisata untuk bisa menikmati suasana nyaman dan bugar. Karena itu, ia mencontohkan, wisata ini bisa seperti spa, wellness center, dan sebagainya.

Sementara Wisata Kesehatan, kata dia, ada dua jenis, pertama, Medical Travelling yaitu penyediaan fasilitas kesehatan di dekat tempat periwisata. Tujuannya agar wisatawan merasa terjaga dari segi kesehatannya apabila terjadi hal yang tidak diinginkan di tempat wisata. Kedua, Medical Tourism, yaitu orang luar negeri datang ke Indonesia untuk berobat. Di tengah waktu berobatnya pasien dan keluarganya bisa sambil berwisata. Tujuan utamanya berobat.

Kerjasama dengan Kemenparekraf adalah wujud dari komitmen pemerintah untuk mendongkrak inovasi peningkatan ekonomi, terkhusus dalam konteks ekonomi kreatif. Kerjasama ini juga membuktikan bahwa ekonomi kreatif dapat berjalan di segala sektor. Tujuan utamanya tak jauh dari peningkatan kesejahteraan dan penyerapan tenaga kerja yang lebih inovatif dan kreatif.