Bupati Karanganyar Meminta Prioritas Alokasi Dana Daerah

Foto: Humas Pemkab Karanganyar

Karanganyar– Bupati Karanganyar meminta agar Gubernur Jawa Tengah memprioritaskan alokasi dana daerah. Persoalannya dana itu sudah mulai diangarkan dan telah dikerjakan programnya. Apabila tetap dilakukan refocusing, tak pelak ini membuat pemerintah daerah memutar rencana dari awal lagi, karena pendekatan kasus Covid 19 sudah ada pada RT atau PPKM Skala Mikro.

Pendapat itu disampaikan oleh Bupati Karanganyar dalam pembukaan Musrenbang dan Konsultasi publik Propinsi Jawa Tengah dan Pencanangan Awal RKPD melalui video conference (Rabu (10/02). Dalam kesempatan itu Bupati Karanganyar juga meminta agar Gubernur Jawa Tengah benar-benar memperhatikan efisiensi alokasi anggaran daerah dengan mempertimbangkan kasus pandemi Covid-19 yang ada di daerah-daerah.

“Jika angka kemiskinan akibat pandemi ini besar, kami minta diberi anggaran berapa untuk target penurunan kemiskinan. Bukankah angka kemiskinan Jawa Tengah ini berasal dari Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah. Jika kami diberi dana maka kami akan melakukan ekskusi untuk penurunan angka kemiskinan,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Diakui, oleh bupati jika dana dari Provinsi direfocusing tentu akan menjadi beban berat daerah atau kabupaten. Pasalnya beban anggaran Kabupaten membutuhkan pengeluaran yang terencana dan terkonsep. Padahal, sebenarnya proses pencegahan covid 19 sudah ada di RT. Bahkan, desa diberi kelonggaran untuk menggeser anggaran jika ada yang terpapar covid 19. “Pager mangkok justru lebih efisien dan bisa menggerakkan sektor yang lain. Sektor yang lain tentu tidak akan terganggu dan bisa bergerak,” tambahnya.

Bupati juga menambahkan dengan adanya lockdown di desa berarti desa tersebut akan berupaya mengupayakan dirinya masing-masing. Itu artinya desa berupaya untuk tidak terkena Covid 19.

Menjawab pertanyaan dari Bupati Karanganyar, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui ide bagus dari Karanganyar. Mungkin bisa dilakukan itung-itungan untuk prioritas anggaran. prinsipnya kami tidak keberatan.