Virus dari Babi yang Dibuang di Sungai Klaten Hanya Menulari Hewan Ternak

Foto : Pemkab Klaten

Klaten– Setelah terjadi penemuan bangkai babi yang dibuang ke sungai di Klaten, observasi langsung dilakukan oleh instansi terkait. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten selaku pihak yang diterjunkan dalam tugas observasi ini menemukan fakta bahwa bangkai babi itu tidak menular ke manusia.

Tim teknis DPKPP menyatakan bahwa babi-babi ini mati karena terserang virus African Swine Fever (ASF). Virus ini berasal dari Afrika. Biasanya virus ini menyerang hewan ternak, dan bukan manusia. Penularannya pun hanya menjangkiti hewan. Karena itu, pemerintah menghimbau agar masyarakat tidak perlu berlebihan merespon kejadian ini

Selaku pengubung temuan Tim teknis DPKPP ke tengah masyarakat, Sekretaris DPKPP Kabupaten Klaten, Mursita mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir karena virus ini tidak berbahaya bagi manusia. Faktanya adalah virus ASF bukan termasuk penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

“Salah satu ciri-ciri hewan babi yang terjangkit virus ini adalah hilangnya napsu makan” jelas Mursita pada Rabu (6/1/2021) ditemui di kantor DPKPP kemarin. Mursita kemudian menjelaskan untuk menghentikan penularan virus, babi yang sehat harus dipisahkan dari babi yang terjangkit virus ASF. Kemudian babi yang mati karena virus akan dimusnahkan lalu dikubur agar virusnya tidak menular.

“Virus ASF dapat menyebar melalui beberapa faktor antara lain adalah kontak langsung, serangga, dan pakan yang terkontaminasi, namun virus ini tidak menular pada manusia. istilahnya tidak zoonosis ” sambung Mursita.

Dilansir dari situs Kementerian Pertanian Republik Indonesia, untuk mengurangi penularan virus, babi yang terkena penyakit ASF perlu diisolasi, sedangkan peralatan perlu dibersihkan dan kandang harus dikosongkan selama dua bulan. Untuk babi yang mati karena penyakit ASF dimasukkan ke dalam kantong dan harus segera dikubur oleh petugas untuk mencegah penularan yang lebih luas.

Di sisi lain, Mursita juga menambahkan petugas DPKPP Klaten telah melakukan edukasi ke peternak-peternak babi agar virusnya tidak menyebar sehingga dapat mengurangi kerugian secara ekonomi. Peternak babi dihimbau untuk menjaga kebersihan kandang ternak mereka. Kebersihan kandang dan pakan merupakan bagian dari manajemen peternakan yang baik. Manajemen peternakan yang baik akan mengurangi resiko terjangkitnya virus ASF ke hewan-hewan ternak.