TBM Panggon Sinau: Meningkatkan Mutu SDM Desa Lewat Gerakan Literasi

Foto ; Dokumen TBM Panggon Sinau

Boyolali- Bermula dari kegelisahan sekelompok mahasiswa melihat rendahnya rataan minat baca masyarakat Indonesia, terbentuklah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Panggon Sinau. Didirikan di Dusun Jayan, Sambi, Boyolali, awalnya TBM ini adalah upaya berkelanjutan dari program kerja pemberdayaan masyarakat yang digalang oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Psikologi Al Ghazali Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Sejak diresmikan pada November 2017 perlahan-lahan TBM ini berjalan guna mewadahi program pengajaran berkala yang digawangi oleh anggota IMM Al Ghazali. Selama berjalannya program pengajaran, literasi disuntikkan perlahan-lahan dalam bungkus pengajaran informal. Kemudian, tumbuh kebersamaan antara masyarakat sekitar dengan TBM Panggon Sinau. Walhasil, di antara kedua pihak pun terjalin sebuah komitmen untuk berjejaring dan saling menguatkan.

Sampai usia ketiganya, TBM ini masih konsisten berjalan. Kini TBM Panggon Sinau dikoordinatori oleh Aris Purwanto yang menjabat sebagai Kepala Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Jatikuwung. Aris sempat diwawancarai oleh tim Surakartadaily dan mengungkapkan bahwa format pendidikan informal seperti yang diajarkan oleh TBM yang ada di tengah masyarakat itu penting. ”Penting untuk keseimbangan asupan nilai pendidikan,” katanya.

Sebagai bukti komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat, TBM Panggon Sinau pernah menggelar acara besar bertajuk Festival Waduk Cengklik. Acara ini diinisiatori oleh masyarakat Dusun Jayan dan TBM Panggon Sinau. Kolaborasi juga dilakukan bersama lembaga-lembaga lain seperti Pusat Studi Budaya Perubahan Sosial (PSB-PS) dan UKP-PIP. Pada acara tersebut, Festival Waduk Cengklik menjadi tempat wisata literasi sekaligus momen membuka diri bagi masyarakat Desa Jayan ke masyarakat di luar daerah mereka

Di acara tersebut, pelbagai agenda banyak melibatkan masyarakat sekitar. Terutama itu sejalan dengan tema ”Harmoni Alam-Budaya Berbingkai Kebhinekaan dan Keadilan Lingkungan”. Tema besar yang diangkat dalam acara ini terang memperlihatkan tujuan yang hendak dicapai bersama dari acara tersebut: kebersamaan yang terjalin antara penggerak TBM dengan masyarakat Dusun Jayan.

Dalam artikel yang berjudul Menyongsong Kopdarnas Literasi: TBM Panggon Sinau Boyolali Arif Hidayat menulis bahwa acara Festival Waduk Cengklik dapat berguna bagi pengembangan kesejahteraan masyarakat sekitar. Pasalnya berjalannya agenda ini membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk mengakses kemandirian ekonomi melalui pariwisata berbasis pendidikan informal. ”Keberlanjutan dari agenda tersebut bisa menjadi sebuha harapan besar untuk meningkatkan perekonomian kreatif bagi warga setempat melalui sektor pariwisata,” tulisnya.

Arif Hidayat yang pernah menjadi Koordinator Panggon Sinau juga mengatakan dalam tulisan tersebut kalau perbaikan kualitas sosial masyarakat desa akan meningkatkan kesejahteraan mereka. ”Perbaikan mutu SDM dimulai dari gerakan literasi ini. TBM Panggon Sinau akan konsisten di jalur tersebut.” Paparnya.