Program Baru Imapres: Sumbangsih untuk Wonogiri

Foto : Dinaspdank.wonogiri.go.id

Wonogiri- Mulai tahun ini mahasiswa penerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri yang tergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Berprestasi (Imapres) dilibatkan dalam proses verifikasi dan validasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa Imapres memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, Imapres akan diberi beberapa program lain oleh Imapres. Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan Imapres mesti punya kontribusi konkret di tengah masyarakat Wonogiri.

Di kesempatan lain, Ketua Imapres Wonogiri, Abimanyu Arya Ramadhan, Rabu (20/1) pekan ini mengatakan dirinya tak memungkiri Imapres harus banyak bebenah. Pernyataan Bupati memantik semangat Imapres untuk menjawab tantangan, memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.

“Pengurusan Imapres 2020/2021 yang baru saja terbentuk awal Januari lalu dan sudah membuat sederet program yang diharapkan dapat memberi dampak besar bagi pembangunan. Bahkan, ada program yang sudah dilaksanakan mulai Januari ini, yakni program kemitraan dengan Dinas Sosial,” katanya.

Pendataan

Sebanyak 364 dari 600 mahasiswa penerima beasiswa 2020 yang tersebar di 25 kecamatan terlibat aktif dalam proses verifikasi dan validasi (verval) DTSK.

“Belum semua mahasiswa bisa mengikuti kegiatan karena sebagian ada yang menjalani kuliah kerja nyata (KKN), berada di luar Wonogiri, dan mengikuti kegiatan kampus. Namun, secar teknis, mahasiswa yang tergabung dalam Imapres terlibat dalam verval membantu tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) dalam menginput dan mengolah data, ikut mengecek tempat tinggal warga yang diusulkan masuk DTKS, dan kegiatan lainnya yang dilaksanakan sesuai ruang lingkup tempat tinggal mahasiswa,” terangnya.

Selanjutnya kelompok setiap kecamatan berkoordinasi dengan TKSK untuk mengidentifikasi dan memetakan persebaran mahasiswa berdasar tempat tinggal. Kemudian mahasiswa bergerak sesuai wilayah tugas yang ditentukan sebelumnya, membantu mendata difabel, membantu penyaluran bansos, dan pendataan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH).

“Program kemitraan dengan Dinsos akan dijadikan program rutin setiap semester, karena keterlibatan mahasiswa dalam jumlah banyak dapat mempercepat proses verval. Selanjutnya Februari mendatang, Imapres akan menggelar seminar ideologi kebanggsaan untuk kalangan internal,” lanjut Abimanyu.

Mengingat radikalisme masih mengintai kehidupan sosial masyarakat, Pemkab berencana menjadikan pogram ini untuk menangkal fenomena radikalisme. Kegiatan ini tidak jauh-jauh dari program pelatihan jurnalistik, seperti pembuatan karya tulis, artikel, pembuatan video, serta diskusi terkait penyebaran hoaks di media sosial.

 

Add Comment