Pemkab Boyolali Beri Perhatian Khusus ODGJ di Tengah Pandemi

Foto : Pemkab Boyolali

Boyolali – Mengingat belum meratanya kesadaran bersama masyarakat tentang hak hidup Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Pemerintah Kabupaten Boyolali menangani langsung keberadaan ODGJ yang selama ini kerap disalahpahami. Penanganan ini juga bagian dari penanggulangan dampak wabah Corona Virus Disease 19 (Covid-19) bagi warga Boyolali.

Penanganan ODGJ memang membutuhkan pendekatan khusus. Edukasi tentang ODGJ juga belum sepenuhnya terserap oleh masyarakat akar rumput. Karenanya, perlu ada intervensi bagi pihak-pihak berwenang untuk menangani keberadaan ODGJ yang sebenarnya merupakan bagian dari disbilitas psikososial.

Intervensi khusus penanganan ODGJ di Boyolali dilakukan dengan kerja sama lintas sektoral. Beberapa instansi yang terlibat di antaranya adalah kelurahan terkait dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat. Hal ini dilakukan agar instansi kelurahan di mana ODGJ tinggal, memahami bagaimana teknis merawat dan menangani ODGJ secara psikologis.

Seperti yang dilakukan Dokter Spesialis Jiwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simo, Ismail Salahudin yang melakukan home visit ke rumah pasien ODGJ di Desa Bawu, Kecamatan Kemusu, Selasa (1/12/2020). Menurutnya pasien ODGJ memiliki hak yang sama dengan orang normal.

“Dia mempunyai hak untuk hidup bebas seperti kita, karena adanya suatu gangguan permasalahan. Sehingga mungkin keluarga dan penduduk sekitar merasa takut atau saat ini merasa terganggu jika tidak dipasung,” ungkapnya di sela kegiatan.

Untuk itu, pihaknya berusaha agar ODGJ yang dipasung dapat berangsur-angsur membaik dengan pengobatan yang dilakukan.

“Dengan pengobatan yang kita lakukan secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan dan terus menerus, sehingga sebagai finalnya ODGJ ini bisa bebas kembali, bisa menikmati hidup seperti kita,” ujarnya.

Dari 24 pasien ODGJ di Kabupaten Boyolali, sudah 50 persen yang telah sembuh dan menjalani hidup normal.

Di sisi lain, Camat Kemusu, Sumarmo mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan bantuan kepada pasien ODGJ. Seperti makanan, selimut dan kebutuhan lainnya. Tetapi karena adanya pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), pasien belum bisa dibawa ke rumah sakit jiwa.

“Mudah-mudahan tindakan ini akan membantu pasien untuk sembuh. Dan akan dibawa ke rumah sakit di Simo untuk dirawat jalan disana,” katanya.