Kepala BPIP Hadiri Pembangunan Awal Masjid Luhtfi Al Mukhlisin Colomadu

Foto: Humas Pemkab Karanganyar

Karanganyar- Kepala badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Luthfi Al Mukhlisin di Desa Bolon, Kecamatan Colomadu Karanganyar. Prof Yudian dalam kesempatan tersebut memberi beberapa pernyataan mengenai kehidupan beragama di Indonesia saat ini. Terutama ia mengajak muslim di Indonesia agar menghilangkan perilaku menghakimi sesama umat beragama di Indonesia.

“Kehadiran masjid dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Beribadah di negara Pancasila semua harus taau pada peraturan perundangan yang ada. Kehadiran masjid ini dalam rangka mewujudkan cita-cita negara, yakni hidup rukun, damai, sentosa di dunia dan di akhirat,” papar Yudian ketika memberikan sambutannya.

Yudian menyoroti nama Luthfi Al Mukhlisin bermakna sebuah kehalusan dan niat baik. Ia mengajak semua untuk mendukung pembangunan masjid di Desa Bolon tersebut. Masih di kesempatan itu ia mengatakan, di Indonesia yang berlandaskan Pancasila, diberikan kebebasan beragama. Namun kebebasan itu harus konstitusional atau tidak menganggu orang lain. Semua harus taat pada peraturan perundangan yang ada.

Harapan Bupati

Di kesempatan yang sama Bupati Karanganyar, Juliyatmono berharap proses pembangunan masjid berjalan lancar, berkah, serta memberikan manfaat positif bagi semua masyarakat. Atas nama Pemkab Karanganyar Bupati mengucapkan terima kasih dan semoga siapa saja yang berkontribusi dalam pembangunan ini mendapatkan amal sholeh. Semoga Masjid ini dapat meningkatkan ibadah kita kepada Allah SWT dan memberikan manfaat kepada semua,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Kanwail kemeang Provinsi Jateng, Musta’in Ahmad mengatakan rasa bersyukurnya dapat hadir dalam kesempatan itu, dan menjadi saksi pembangunan awal masjid. Menurutnya masjid merupakan tempat sujud dan beribadah. Masjid memiliki makna kepala yang diagung-agungkan tunduk dan patuh kepada Sang Pencipta. “Kita abdi dan Hamba Allah SWT, diawali Allah Akbar yang merupakan penghormatan dan penngakuan kalau kita sangat kecil di hadapan-Nya. Sholat yang dimulai dengan mengangkat kedua tangan dan diakhiri dengan salam,” ujar mantan Kepala Kemenag Kabupaten Karanganyar tersebut.