Gerobak Pisang Crispy Kang Pisang, Moncer di Tengah Pandemi

Foto Pribadi

Surakarta– Pandemi mendorong sebagian orang mengeluarkan kreativitasnya. Ketika orang-orang mulai tercerabut pekerjaanya karena pandemi, mereka mesti mencari cara bertahan hidup. Salah satu opsi itu terdapat pada opsi berjualan kudapan. Pasalnya, kudapan adalah satu dari sekian opsi berwirausaha yang potensial.

Mushodiq ialah salah satu pedagang kudapan yang mesti mencari cara bertahan hidup di tengah pandemi. Setelah lepas dari pekerjaan sebelumnya sebagai juru masak nasi kebuli, ia mencari opsi untuk berdagang seusai berhitung dengan pemasukan dan pengeluaran yang ia catat selama bekerja di tempat sebelumnya. Usai mencatat kurang lebih pendapatan bersihnya selama beberapa bulan belakangan, ia memutuskan untuk mendirikan Gerobak Pisang Crispy, Kang Pisang.

Gerobak Pisang Crispy Kang Pisang baru berdiri satu bulan ini. Namun, selama satu bulan itu, ia sudah mendapat banyak langganan. Bahkan ada yang minta diantarkan ke indekosnya. Karena Mushodiq belum bermitra dengan layanan pengantaran makanan dari ojek online, ia terkadang harus melihat situasi dulu untuk mengantarkan pesanannya. Ia mengaku terkadang menolak permintaan tawaran mengantar pesanan, karena di gerobaknya sendiri pesanan tak kunjung mereda.

”Alhamdulillah Mas, sekarang ramai. Harga juga ramah dengan kantung mahasiswa. Saya harap juala ini terus laku. Supaya teman-teman punya alternatif jajanan juga,” ujarnya ketika ditemui di tempatnya.

Gerobak Pisang Crispy Kang Pisang, punya beberapa varian rasa. Ada coklat, strawberry, vanilla, dan keju. Varian rasa ini nanti dikombinasikan dengan susu kental manis. Ketika memadukan susu dan varian rasa, menuangkan dengan takaran yang tepat akan memunculkan ciri khas rasa dari Kang Pisang. Hal ini dipelajari Mushodiq melalui beberapa teman yang pernah berjualan dagangan serupa di tempat asalnya, Pati. Takaran susunya, menurut Mushodiq, tak boleh lebih tak boleh kurang, harus pas.

”Coba Mas, nanti rasakan aja. Pasti ga dominan rasa susunya. Tapi juga bakal ngerasain toppingnya. Nah ini salah satu ciri khas di Kang Pisang,” ujarnya.

Gerobak Pisang Crispy Kang Pisang juga menyediakan sambal terasi bagi mereka yang ingin melahap pisang crispy dengan kearifan lokal seperti di Pontianak. Mus mengatakan, di Kalimantan, pisang crispy yang ia jual lazim dimakan bersama sambal terasi. Ini umum ditemukan di Pontianak, tapi jarang didapati di Jawa. Makanya, menurut Mus banyak orang terheran-heran ketika dirinya menyodorokan menu sambal terasi.

”Tapi saya tawarkan terus. Karena jujur banyak yang sudah mencoba dan mengakmu ketagihan. Apalagi ini pasangan yang sering ditemui di Pontianak,” kata Mus.

Gerobak Pisang Crispy Kang Pisang terdapat di depan bekas Gedung Admisi Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mus mengaku ia berjualan dari pukul 19.00-23.00. Namun, terkadang karena tak jarang dagangannya sudah habis sebelum waktu yang ia canangkan, ia harus berkemas sebelum waktu yang telah ia tetapkan.

Untuk ke depannya, ia memiliki rencana guna mengurangi sampah plastik dari dagangannya sendiri. Mushodiq mengaku memiliki kepedulian terhadap praktik kehidupan yang ramah terhadap lingkungan hidup. Selain ingin mengurangi volume sampah dalam kehidupannya sehari-hari, ia juga ingin mengurangi volume sampah plastik di lingkungan sekitarnya. Kepedulian ini mesti dimulai dari diri sendiri. Atau dimulai juga dengan kegiatan sehari-hari. Jika ada kesadaran yang timbul dari profesinya masing-masing alangkah lebih baik itu lekas diterapkan. Karena itu Mushodiq berencana untuk mengurangi sampah plastik dagangannya, lantas memulai pengemasan baru yang dilalui dengan olah kreativitas.

”Bertahap. Pelan-pelan. Yang penting langkahnya sudah dimulai,” ujarnya.