Fokus Kesehatan Masyarakat, Pemkab Wonogiri Tutup Tempat Wisata

Foto : Pemkab Wonogiri

Pemerintah Kabupaten Wonogiri memutuskan semua objek wisata di wilayahnya ditutup sampai 17 Januari. Namun dengan melihat acuan tren persebaran kasus Corona Virus Disease 19 (Covid-19), penutupan ini juga bisa diperpanjang sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini merupakan bagian dari pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Gaplek.

Sebelumnya objek wisata di Wonogiri ditutup pada libur Natal dan Tahun Baru dari 24 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021. Lalu setelah dilakukan koordinasi oleh segenap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, diputuskan bahwa penutupannya diperpanjang. Ke depannya, penutupan ini juga melihat kecenderungan kasus Covid-19 di Wonogiri.

“Sudah kami koordinasikan dengan Sekda dan OPD terkait. SE juga sudah diedarkan. Sembari kami melihat tren persebaran kasus covid-19 di Wonogiri,” ungkap Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Sampai sekarang ini Wonogiri masih masuk dalam zona merah persebaran Covid-19. Pemkab juga masih memantau terus perkembangan pandemi ini. “Dilihat saja nanti pertengahan Januari seperti apa kondisinya. Kalau saat ini risiko penularannya masih tinggi. Nanti kami putuskan pembukaan objek wisata berdasarkan epidemiologi covid-19,” imbuh Bupati.

Meski kebijakan ini akan menyusutkan pendapatan Asli Daerah (PAD), hal ini masih bisa disiasati bersama. Kemungkinan mengurangnya pemasukan daerah, bisa ditutup dengan upaya lain seperti refocusing, efisiensi anggaran, serta mengurangi kegiatan pemerintah. “Tapi ada yang paling penting, yakni kesehatan masyarakat lah yang merupakan prioritas utama kami. Kami lebih mementingkan keselamatan masyarakat. Karena kondisi di Wonogiri masih mengkhawatirkan,” katanya.

Pemkab sendiri juga belum memperkenankan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri untuk berjualan, karena selama ini alun-alun menjadi pusat berkumpulnya banyak orang. Sehingga ruang publik yang terletak di pusat kota Wonogiri itu harus ditutup. Alun-alun sendiri ditutup sejak 23 Desember 2020 lalu hingga 3 Januari 2021.

“Sosialisasi kepada para PKL juga sudah kami sampaikan. Pertimbangannya sama dengan perpanjangan penutupan objek wisata. Jika kasus sudah mulai menurun, para PKL diperkenankan kembali berjualan,” tandasnya.