Ketahanan Pangan Keluarga, Kunci Hadapi Tantangan Pandemi Covid-19

Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) tidak menghalangi para petani untuk menanami lahan pertanian. (Foto: Pemkab Boyolali)

Ngemplak-Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) tidak menghalangi para petani untuk menanami lahan pertanian. Pertanian menjadi pilar kekuatan bangsa dalam menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19.

Hal gersebut yang diungkapkan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo saat kunjungan kerja ke Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak.

“Kita berharap ketahanan pangan kita cukup, dengan demikian tentu tantangan tantangan itu secara berangsur bisa terlewati,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto mengatakan bahwa penyediaan sayuran di pekarangan mampu meningkatkan produktivitas ibu di tengah pandemi Covid-19.

“Program nyata dan simple yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali adalah ketahanan pangan keluarga. Yaitu dengan penyediaan sayur mayur di pekarangan rumah masing masing,” ujarnya.

Penyumbang Produm Domestik Regional Bruto

Disampaikan pula, bahwa Kabupaten Boyolali mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani yang merupakan penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 22 persen di Kota Susu. Luas tanam padi rata rata 49.000 hektar dengan prioritas 57,5 kuintal per hektar.

“Sehingga Boyolali surplus beras dan memberi sumbangan stok beras Nasional sebanyak 44.000 ton per tahun,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut juga diberikan bantuan bantuan alat dan mesin pertanian, bantuan kawasan rumah pangan lestari, bantuan paket budidaya ikan lele sistem bioflok, dan bantuan satu paket Gerpari. Pada kesempatan itu juga dilakukan penebaran benih ikan lele dalam sistem bioflok- akuaponik.