Target PAD Boyolali Capai 81,14 Persen

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Boyolali, Bony Facio saat menjelaskan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Boyolali. (Foto: Kabupaten Boyolali)

Wonosegoro-Merebaknya Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Boyolali, berpengaruh pada beberapa sektor. Salah satu yang mengalami dampak dari adanya pandemi Covid-19 yakni sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meski beberapa sektor pajak mengalami penurunan, namun PAD Kabupaten Boyolali dapat memenuhi sesuai target.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Boyolali, Bony Facio. Menurutnya, pada bulan September-Oktober, PAD Kabupaten Boyolali telah tercapai 81,14 persen.

“Di 2020 karena pengaruh akibat pandemi Covid-19, bahwa anggaran kita itu Rp 369.369.271.000, dalam posisi catatan kita di akhir September adalah realisasi Rp 299.699.293.964 atau 81,14 persen,” ungkapnya seperti yang di release Pemkab Boyolali.

Disinggung mengenai PAD tahun 2019, Bony menjelaskan PAD Kabupaten Boyolali mampu tembus di 108,48 persen. Dari target Rp 364.528.449.000, mampu terealisasikan sebesar Rp 395.431.863.402.

Target PAD Terpenuhi

Mengenai target PAD 2020 yang belum tercapai, pihaknya tetap optimis bahwa target PAD dapat terpenuhi dalam kurun waktu dua bulan ini.

“Saya punya keyakinan bisa kita tutup targetnya karena ada rata rata itu pajak dibayar di akhir tahun, sehingga saya yakin. Masih ada waktu 1,5 bulan,” katanya.

Beberapa sektor pajak yang menjadi imbas dari adanya pandemi Covid-19 antara lain di sektor pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan dan pajak parkir. Selain itu, retribusi di pasar, parkir dan pariwisata juga turut berkurang.