Tangkal Radikalisme, Antar Tokoh Agama Perlu Saling Dialog

Ketua Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klaten, Anif Solikhin saat membuka acara Pembinaan dan Koordinasi Program PKUB Kecamatan. (Foto: Pemkab Klaten)

Trucuk-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tak lepas dari peranan penting Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) dan Forum Kerumunan Umat Beragama (FKUB) dalam mewujudkan Pilkada yang damai. Koordinasi tersebut dikemas dalam acara Pembinaan dan Koordinasi Program PKUB Kecamatan dalam rangka Mewujudkan Pilkada Tahun 2020 yang jujur, adil, dan damai di Aula Gedung Al-Ikhlas Kemenag Kabupaten Klaten. Dihadiri oleh Pjs Bupati Klaten, PKUB Kemenag, KPU, Bawaslu, Polres,jajaran pengurus FKUB, dan Kesra.

Ketua Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klaten, Anif Solikhin mengatakan kerukunan umat beragama sangat- sangat penting, dalam rangka untuk menciptakan kedamaian di masyarakat, kenyamanan di masyarakat. Tanpa ada kerukunan tentu saja masyarakat tidak akan tentram tidak akan tenang. Ketika masyarakat tidak rukun tentu, program pembangunan apapun yang dilakukan oleh pemerintah tentu tidak pernah bisa berjalan, oleh karena itu tugas FKUB/PKUB semuanya untuk mewujudkan kerukunan, meskipun ada situasi kondisi adanya Pilkada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati itu kita sebagai penggerak kerukunan di Kabupaten Klaten.

“Sangat-sangat penting peranannya dalam rangka menciptakan kerukunan agar nanti Pemilukada atau Pilihan Bupati dan Wakil Bupati dapat berjalan dengan baik, dengan lancar, aman, damai. Sehingga nanti akan terpilih tentu pemimpin kita yang terbaik, dukungan kita sangat penting ya kalau rukun, InshaAllah tidak ada permasalahan-permasalahan yang akan sangat menganggu kegiatan pembangunan yang ada di Kabupaten Klaten” ujarnya seperti yang di release Pemkab klaten.

Pentingnya Moderasi Beragama

Kerukanan diawali dengan pemahaman pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan umat beragama sehari-hari, terlebih sebagai tokoh agama tentunya penting untuk menyampaikan pemahaman moderat kepada seluruh umat beragama khususnya di Kabupaten Klaten. Moderasi beragama bukan memoderasikan ajaran agama tetapi memoderatkan pemahaman dan pengamalan umat beragama terhadap ajaran agama.

Menangkal radikalisme, Pjs Sujarwanto Dwiatmoko selaku Keynote speaker mengatakan dalam menyusun program yang pertama ada kemampuan untuk menjalin komunikasi antar tokoh umat beragama, yang kedua kemampuan menangkap aspirasi dari umatnya, antar umatnya sehingga aspirasi-aspirasi tadi menjadi bahan rekomendasi mereka terhadap pemerintahan. Ketiga kemampuan FKUB untuk merumuskan masukan-masukan kebijakan dan kemampuan terus memberikan rasa keadilan.

Puncak acara koordinasi dalam rangka Program PKUB Kecamatan dalam rangka Mewujudkan Pilkada Tahun 2020 yang jujur, adil, dan damai tersebut akan diberikan materi mengenai “Moderasi Beragama Kunci Utama Membangun Kerukunan Umat Beragama (Aktualisasi Peran FKUB/PKUB)” oleh Syamsuddin Asyrofi, Ketua FKUB Klaten.