Lewat Tari Alusing Pandulu, Candi Plaosan Mengirim Pesan Kebangsaan

Para anggota sanggar Kusumo Aji Klaten melalui Pementasan Tari Alusing Pandulu. (Foto: Pemkab Klaten)

Trucuk-Perbedaan bukanlah menjadi penghalang untuk tercapainya kerukunan, pesan tersebut yang coba disampaikan oleh anak-anak yang tergabung dalam Sanggar Kusumo Aji Klaten melalui Pementasan Tari Alusing Pandulu.

Sebanyak empat belas perempuan dengan usia yang masih belia mementaskan tarian yang diberi nama Alusing Pandulu pada di Kawasan Candi Plaosan, Prambanan, Klaten.

Berlatar Candi Plaosan atau yang juga dikenal sebagai Candi Kembar merupakan candi dengan arsitektur perpaduan Budha dan Hindu. Hal tersebut sekaligus sebagai simbol dan bukti bahwa kerukunan yang sudah terjalin sejak dulu.

Ketua Sanggar Kusumo Aji, Tejo Sulistyo menceritakan bahwa tarian tersebut mengandung makna halusnya hati nurani, yaitu hati yang menerima adanya keberagaman dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

“Karya Tari Alusing Pandulu itu maknanya kehalusan hati nurani. Kita ingin sampaikan melalui karya ini bahwa perbedaan adalah keindahan dan tidak menjadi permasalahan. Sehingga ini yang kita tampilkan melalui tarian supaya Indonesia tetap menjadi NKRI, berbeda beda suku berbeda agama tetapi tetap satu Indonesia,” jelas Tejo saat ditemui usia pementasan.

Terkait persiapan, lanjutnya, baik para penari dan pengiring gamelan telah melakukan persiapan selama hampir dua pekan. Para penari dan orang tua sangat antusias dalam menyajikan pementasan ini.

“Saya senang sekali dengan semangat mereka anak anak kita guyub rukun inilah yang kita harapkan. Mereka luar biasa karena waktu yang sesingkat itu semangatnya anak-anak inilah mereka bisa, terutama orang tua juga dukungannya” imbuh Tejo.

Dapat di Kenal Lebih Luas

Sementara itu Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten Ety Pusparini berharap dengan adanya event ini potensi kesenian dan budaya Kabupaten Klaten dapat dikenal lebih luas.

“Dengan adanya event bersama ini wisata seni budaya yang ada di Klaten bisa dikenal oleh masyarakat luas di Soloraya bahkan di kancah internasional” kata Ety.

Kabid Pariwisata tersebut mengungkapan bahwa Klaten memiliki segudang potensi wisata yang ada baik itu wisata alam maupun wisata budaya, termasuk adanya wisata Candi Plaosan yang pada tahun 2019 berhasil menyabet Juara II situs sejarah terpopuler di tingkat nasional.

Pementasan tersebut merupakan bagian dari event tahunan se-Soloraya yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan. Gelaran kesenian tersebut diikuti oleh berbagai kabupaten dan kota se-Solo Raya. Penampilan Tari Alusing Pandulu nan apik tersebut dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Jawa Tengah maupun Indonesia, secara virtual.