Gunung Merapi Naik Status Jadi Siaga

Mendasarkan aktivitas yang terus meningkat, Balai Pengembangan dan Penyelidikan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) akhirnya memutuskan menaikkan status Gunung Merapi. (Foto: Pemkab Klaten)

Jatinom-Mendasarkan aktivitas yang terus meningkat, Balai Pengembangan dan Penyelidikan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) akhirnya memutuskan menaikkan status Gunung Merapi dari waspada menjadi siaga mulai 5 November 2020 sejak pukul 12.00 WIB.

Keputusan ini dituangkan dalam surat Nomor 523/45/BGV.KG/2020 yang ditandatangani oleh Kepala BPPTKG Hanik Humaida tertanggal 5 November 2020 yang ditujukan kepada Bupati Klaten.

Begitu mendapatkan informasi resmi tersebut, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko pada Kamis (5/11) langsung menggelar rapat koordinasi dengan Forkopimda, Sekda, Asisten, dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten di Aula Rumah Dinas Pjs Bupati Klaten.

“Siaga artinya harus menyiagakan segala sesuatu yang harapannya tidak ada korban nanti atau meminimalisir korban, maka kesiagaan ini tadi kita sudah bahas bersama. Satu, kesiagaan untuk eksekusi penduduknya keluar dari area bencana tadi sudah disampaikan pada radius 5 kilometer maka kita sudah well identified, tadi ada tiga desa yaitu Sidorejo, Tegalmulyo dan Balerante” ungkapnya seperti yang di release Pemkab Klaten.

Dikatakannya, pemerintah terus mengkoordinasikan kembali sistem komunikasinya sehingga dapat terjamin satu komunikasi yang terpadu.

“Sehingga sumber informasi yang terpercaya, nah kita harapkan masyarakat tidak gampang terpancing oleh informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan”imbuhnya

Selain itu, Pemkab Klaten turut menyiapkan untuk prioritas dalam perpindahan seperti kelompok rentan meliputi orang tua (lansia), ibu hamil, maupun anak-anak.

Siapkan Tempat Pengungsian

Dalam status siaga ini, Pemkab Klaten pun telah menyiapkan tiga tempat pngungsian sementara yang berjarak hingga radius 9 kilometer.

Pada skenario pertama, berada di kantor desa atau kantor-kantor publik yang ada di Balerante, Sidorejo, atau Tegalmulyo yang berada di atas radius 5 km.

Jika perkembangan situasi nantinya membutuhkan evakuasi, maka ada beberapa titik shelter pengungsian yang sudah disiapsiagakankan dengan lokasi yang aman. Termasuk penerapan protokol kesehatan di tempat pengungsian turut dibahas dalam rapat koordinasi kali ini.

“Kita sudah bicarakan tadi tentang tempat pengungsian yang sudah harus memperhatikan (protokol kesehatan) covid- 19” pungkas Pjs Bupati Klaten.